Pelajaran Berharga dari Empat Kisah dalam Surat Al Kahfi
Kamis, 23 September 2021 - 15:25 WIB
loading...
A
A
A
Salah satu hikmah dari kisah itu yaitu mengenai cara si miskin mengingatkan sahabatnya itu dengan bujukan dan persuasif. Ini adalah cara kedua dalam membuat perubahan ke arah yang diridhoi Allah SWT, seperti yang diajarkan Rasulullah SAW, yaitu dakwah dengan lisan.
Baca juga: Faedah Membaca Surat Al Kahfi akan Diterangi Cahaya pada Dua Jumat, Apa Maksudnya?
Pertemuan Nabi Musa dan Khidir
Kisah ketiga, surat Al Kahfi ayat 60-82 mengisahkan tentang pertemuan Nabi Musa dan Nabi Khidir. Dari kisah mereka, kita dapat mengetahui Nabi Musa yang ingin haus akan ilmu pengetahuan dan rela menanggung kesulitan untuk meraih itu.
Musa adalah Nabi, utusan Allah SWT, tetapi, dia tetap punya ketertarikan untuk mempelajari sains yang ada dalam realitas kehidupan nyata. Dia ingin melihat dengan matanya sendiri ilmu yang digunakan oleh orang saleh.
Kisah Dzulqarnain
Kisah keempat, adalah tentang Dzulqarnain, sebagaimana dalam surat Al Kahfi ayat 83-98 . Kisah ini menggambarkan puncak dari upaya perdamaian dan perubahan. Di tangan Dzulqarnain, perubahan dan perdamaian dapat terjadi, di muka Bumi sekalipun.
Dalam kisah itu disebutkan bahwa Allah SWT memberinya kebijaksanaan, kekuatan dan pengetahuan. Dzulqarnain berkeliling dunia bersama pasukannya, mengajak umat manusia beriman kepada Allah SWT.
Meski dilimpahkan kebijaksanaan di muka Bumi, Dzulqarnain, tidak sombong dan tetap memerintah secara adil dan bijaksana. Penaklukan yang dia lakukan hanya demi berdakwah di jalan Allah SWT. Dia juga tidak mengambil keuntungan dari orang lain dan kelompok yang ditemuinya. Semua orang diperlakukan dengan adil.
Hal itu sesuai dengan sabda Rasulullah SAW yang menyebut, jika tidak melihat kemungkaran, ubahlah dengan tangannya. Seolah-olah kisah Dzulqarnain dalam ayat tersebut merupakan hasil nyata dari hadits Nabi SAW itu.
Baca juga: Kisah Ya'juj Ma'juj di Surat Al-Kahfi dan Penjara Dzulqarnain Raja yang Saleh
Baca juga: Faedah Membaca Surat Al Kahfi akan Diterangi Cahaya pada Dua Jumat, Apa Maksudnya?
Pertemuan Nabi Musa dan Khidir
Kisah ketiga, surat Al Kahfi ayat 60-82 mengisahkan tentang pertemuan Nabi Musa dan Nabi Khidir. Dari kisah mereka, kita dapat mengetahui Nabi Musa yang ingin haus akan ilmu pengetahuan dan rela menanggung kesulitan untuk meraih itu.
Musa adalah Nabi, utusan Allah SWT, tetapi, dia tetap punya ketertarikan untuk mempelajari sains yang ada dalam realitas kehidupan nyata. Dia ingin melihat dengan matanya sendiri ilmu yang digunakan oleh orang saleh.
Kisah Dzulqarnain
Kisah keempat, adalah tentang Dzulqarnain, sebagaimana dalam surat Al Kahfi ayat 83-98 . Kisah ini menggambarkan puncak dari upaya perdamaian dan perubahan. Di tangan Dzulqarnain, perubahan dan perdamaian dapat terjadi, di muka Bumi sekalipun.
Dalam kisah itu disebutkan bahwa Allah SWT memberinya kebijaksanaan, kekuatan dan pengetahuan. Dzulqarnain berkeliling dunia bersama pasukannya, mengajak umat manusia beriman kepada Allah SWT.
Meski dilimpahkan kebijaksanaan di muka Bumi, Dzulqarnain, tidak sombong dan tetap memerintah secara adil dan bijaksana. Penaklukan yang dia lakukan hanya demi berdakwah di jalan Allah SWT. Dia juga tidak mengambil keuntungan dari orang lain dan kelompok yang ditemuinya. Semua orang diperlakukan dengan adil.
Hal itu sesuai dengan sabda Rasulullah SAW yang menyebut, jika tidak melihat kemungkaran, ubahlah dengan tangannya. Seolah-olah kisah Dzulqarnain dalam ayat tersebut merupakan hasil nyata dari hadits Nabi SAW itu.
Baca juga: Kisah Ya'juj Ma'juj di Surat Al-Kahfi dan Penjara Dzulqarnain Raja yang Saleh
(mhy)
Lihat Juga :