3000 Dirham, Biaya Obat Kangen Baginda Kepada Abu Nawas
Selasa, 02 Juni 2020 - 09:12 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Cara Aneh Abu Nawas Memasak, Baginda Jadi Kelaparan
"Aku ulangi lagi, hanya buang air besar saja. Tidak boleh lebih. Ingat, tidak boleh kencing, tidak boleh buka celana, tidak boleh cebok. Hanya buang air besar saja!" tegas Abu Nawas.
"Mana mungkin? Itu tidak mungkin, kami juga harus bukan celana dan kencing," protes salah satu utusan.
"Aku akan pukul kalian sekeras-kerasnya jika kalian melanggar perintah raja," sahut Abu Nawas kembali mengancam.
Ketiga utusan Baginda Raja tersebut hanya bisa saling pandang kebingungan dengan ucapan Abu Nawas. Di tengah kebingungan tersebut, tiba-tiba ada suara yang memanggil Abu Nawas. Rupanya suara tersebut datang dari pejabat tinggi kerajaan.
Melihat kedatangannya, Abu Nawas dan ketiga utusan raja segera berkumpul untuk menemui suara tersebut.
"Aku sudah mendengar perdebatan kalian. Baginda Raja memang memerintahkan para utusan untuk berak di tempat tidurmu. Jika mereka sanggup, masing-masing akan mendapatkan seribu dirham. Jika mereka gagal, maka mereka boleh engkau pukul sesuka hatimu," kata petinggi kerajaan tersebut..
"Oh, begitu. Lalu hadiah dari baginda untukku berapa Tuanku?" tanya Abu Nawas dengan mata berbinar.
"Sekarang juga engkau boleh menghadap Baginda Raja untuk menerima tiga ribu dirham," jawab pejabat itu.
Baca Juga: Baginda Percaya Nggak Percaya, Abu Nawas Bisa ke Bulan
Mendengar itu, Abu Nawas dibuat kaget serta gembira. Sebelum menghadap Baginda Raja, Abu Nawas kembali mengambil pentungannya lalu mengejar ketiga utusan raja yang hampir buang air besar di ranjangnya. Ketiga utusan itu pun lari terbirit-birit.
"Abu Nawas, Baginda Raja sangat yakin engkau dapat mengatasi masalah ini. Baginda memang menginginkan kehadiranmu di istana untuk menghibur hatinya yang saat ini sedang gundah gulana," jelas pejabat tinggi kerajaan tersebut sambil tertawa.
Abu Nawas setuju. Mereka pun berangkat menuju istana untuk memenuhi panggilan Baginda Raja sekaligus mengambil hadiah 3000 dirham. (Baca juga: Abu Nawas Memang Debitur yang Cerdik, Tuan Tanah Kena Tipu)
"Aku ulangi lagi, hanya buang air besar saja. Tidak boleh lebih. Ingat, tidak boleh kencing, tidak boleh buka celana, tidak boleh cebok. Hanya buang air besar saja!" tegas Abu Nawas.
"Mana mungkin? Itu tidak mungkin, kami juga harus bukan celana dan kencing," protes salah satu utusan.
"Aku akan pukul kalian sekeras-kerasnya jika kalian melanggar perintah raja," sahut Abu Nawas kembali mengancam.
Ketiga utusan Baginda Raja tersebut hanya bisa saling pandang kebingungan dengan ucapan Abu Nawas. Di tengah kebingungan tersebut, tiba-tiba ada suara yang memanggil Abu Nawas. Rupanya suara tersebut datang dari pejabat tinggi kerajaan.
Melihat kedatangannya, Abu Nawas dan ketiga utusan raja segera berkumpul untuk menemui suara tersebut.
"Aku sudah mendengar perdebatan kalian. Baginda Raja memang memerintahkan para utusan untuk berak di tempat tidurmu. Jika mereka sanggup, masing-masing akan mendapatkan seribu dirham. Jika mereka gagal, maka mereka boleh engkau pukul sesuka hatimu," kata petinggi kerajaan tersebut..
"Oh, begitu. Lalu hadiah dari baginda untukku berapa Tuanku?" tanya Abu Nawas dengan mata berbinar.
"Sekarang juga engkau boleh menghadap Baginda Raja untuk menerima tiga ribu dirham," jawab pejabat itu.
Baca Juga: Baginda Percaya Nggak Percaya, Abu Nawas Bisa ke Bulan
Mendengar itu, Abu Nawas dibuat kaget serta gembira. Sebelum menghadap Baginda Raja, Abu Nawas kembali mengambil pentungannya lalu mengejar ketiga utusan raja yang hampir buang air besar di ranjangnya. Ketiga utusan itu pun lari terbirit-birit.
"Abu Nawas, Baginda Raja sangat yakin engkau dapat mengatasi masalah ini. Baginda memang menginginkan kehadiranmu di istana untuk menghibur hatinya yang saat ini sedang gundah gulana," jelas pejabat tinggi kerajaan tersebut sambil tertawa.
Abu Nawas setuju. Mereka pun berangkat menuju istana untuk memenuhi panggilan Baginda Raja sekaligus mengambil hadiah 3000 dirham. (Baca juga: Abu Nawas Memang Debitur yang Cerdik, Tuan Tanah Kena Tipu)
(mhy)
Lihat Juga :