3000 Dirham, Biaya Obat Kangen Baginda Kepada Abu Nawas
Selasa, 02 Juni 2020 - 09:12 WIB
loading...
A
A
A
"Kami diutus oleh Baginda Raja untuk buang air besar di tempat tidurmu. Karena ini perintah raja, kamu tidak boleh menolak," kata salah satu prajurit.
Baca juga: Baginda Sultan dan Para Menteri Bertelur, Abu Nawas Berkokok
Abu Nawas kaget bukan kepalang. Tapi ia segera sadar, permainan sedang dirancang Baginda Raja. "Oh, silakan. Saya sama sekali tidak keberatan. Silahkan saja kalau kalian mampu melaksanakan perintah raja," ucap Abu Nawas kemudian. Ia segera memutar otak.
"Betul?" tanya prajurit raja memastikan.
"Iya, silahkan saja," sahut Abu Nawas enteng.
Abu Nawas mengawasi orang-orang itu beranjak ke tempat tidurnya dengan perasaan geram yang sudah ia tahan. "Betul-betul kelewatan," gumam Abu Nawas dalam hati.
Baca juga: Abu Nawas dan Enam Ekor Lembu Berjenggot yang Pandai Bicara
Abu Nawas memutar otak untuk menggagalkan tindakan bodoh dan kurang ajar tiga prajurit itu. Setelah berpikir beberapa saat, Abu Nawas akhirnya menemukan cara untuk menggagalkan tugas para utusan tersebut. Pada saat para utusan itu hendak bersiap-siap buang air besar, mendadak Abu Nawas berkata di balik jendela kamar.
"Hai para utusan raja, ada yang lupa saya sampaikan kepada kalian," kata Abu Nawas.
"Apa itu?" tanya salah satu utusan raja.
"Saya ingatkan supaya kalian jangan melebihi perintah Baginda Raja. Jika kalian melanggar, saya akan pukul kalian dengan sebuah pentungan besar dan setelah itu saya akan laporkan kepada Baginda bahwa kalian melanggar perintahnya," ancam Abu Nawas.
Dengan cekatan Abu Nawas segera mengambil sebatang kayu besar yang ada di dapur rumahnya. Ia kemudian berlari kembali ke kamarnya dengan membawa pentungan kayu besar itu.
"Hai, apa maksudmu tadi Abu Nawas?" tanya salah satu utusan.
"Ingat, perintah raja hanya buang air besar saja dan tidak boleh lebih dari itu," jawab Abu Nawas.
"Iya, benar," jawab utusan raja.
Baca juga: Baginda Sultan dan Para Menteri Bertelur, Abu Nawas Berkokok
Abu Nawas kaget bukan kepalang. Tapi ia segera sadar, permainan sedang dirancang Baginda Raja. "Oh, silakan. Saya sama sekali tidak keberatan. Silahkan saja kalau kalian mampu melaksanakan perintah raja," ucap Abu Nawas kemudian. Ia segera memutar otak.
"Betul?" tanya prajurit raja memastikan.
"Iya, silahkan saja," sahut Abu Nawas enteng.
Abu Nawas mengawasi orang-orang itu beranjak ke tempat tidurnya dengan perasaan geram yang sudah ia tahan. "Betul-betul kelewatan," gumam Abu Nawas dalam hati.
Baca juga: Abu Nawas dan Enam Ekor Lembu Berjenggot yang Pandai Bicara
Abu Nawas memutar otak untuk menggagalkan tindakan bodoh dan kurang ajar tiga prajurit itu. Setelah berpikir beberapa saat, Abu Nawas akhirnya menemukan cara untuk menggagalkan tugas para utusan tersebut. Pada saat para utusan itu hendak bersiap-siap buang air besar, mendadak Abu Nawas berkata di balik jendela kamar.
"Hai para utusan raja, ada yang lupa saya sampaikan kepada kalian," kata Abu Nawas.
"Apa itu?" tanya salah satu utusan raja.
"Saya ingatkan supaya kalian jangan melebihi perintah Baginda Raja. Jika kalian melanggar, saya akan pukul kalian dengan sebuah pentungan besar dan setelah itu saya akan laporkan kepada Baginda bahwa kalian melanggar perintahnya," ancam Abu Nawas.
Dengan cekatan Abu Nawas segera mengambil sebatang kayu besar yang ada di dapur rumahnya. Ia kemudian berlari kembali ke kamarnya dengan membawa pentungan kayu besar itu.
"Hai, apa maksudmu tadi Abu Nawas?" tanya salah satu utusan.
"Ingat, perintah raja hanya buang air besar saja dan tidak boleh lebih dari itu," jawab Abu Nawas.
"Iya, benar," jawab utusan raja.
Lihat Juga :