Sultan Ibrahim bin Adham, Buah Delima, dan Pernikahan Semalam

Sabtu, 25 September 2021 - 15:03 WIB
loading...
A A A
Dia hanya dapat menghalalkannya apabila fakir itu mau menikah dengan dia. Ibrahim menyetujui usul itu dan Siti Saleha pun menjadi istrinya yang berbakti. Namun, mereka hanya semalam saja hidup sebagai suami istri.

Keesokan harinya Ibrahim minta diri kepada Siti Saleha. Dia hendak meneruskan perjalannya ke Makkah untuk memusatkan perhatiannya pada ibadah dalam rangka menjauhkan diri dari dunia yang sementara ini.

Dia menambah bahwa di akhirat yang abadi, kelak mereka akan saling bertemu kembali. Dalam keadaan sedih dan rindu yang mendalam karena perpisahan itu, Siti Saleha tidak lalai memohon ke hadirat Tuhan agar doa suaminya itu terkabul.

Di Makkah semua orang hanya mengenalnya sebagai fakir yang miskin. Berhari-hari pekerjaannya tiada lain adalah salat, tawaf, dan mengerjakan ibadah yang lain.

Baca juga: Menjadi Seperti Ibrahim bin Adham di Zaman Now

Siti Saleha melahirkan seorang putra dari perkawinannya dengan Ibrahim yang diberinya nama Muhammad Tahir. Oleh karena Muhammad Tahir oleh teman-temannya selalu dikata-katai sebagai anak tanpa bapak, anak hasil zina, dan kata-kata keji yang lainnya, dia minta izin kepada ibunya hendak mencari ayahnya.

Sang bunda terpaksa mengizinkan dan memberi tahu kepadanya tempat ayahnya berada karena kehendak anaknya itu tidak lagi dapat dihalang-halangi. Pada waktu itu dia berusia 20 tahun.

Muhammad Tahir berhasil bertemu dengan ayahnya di Masjidil Haram. Betapa rindu ayah itu kepada anaknya tidak dapat dilukiskan sehingga dalam berkasih-kasihan itu dia lupa kepada ibadah tawaf yang biasa dilakukannya.

Ketika dia ingat akan hal itu, anaknya pun disuruhnya pergi, bahkan dengan kekerasan dan ancaman. Diberinya anaknya itu cincin kerajaan dan disuruhnya pergi ke Irak untuk pergi ke istana.

Untuk memenuhi perintah ayahnya, Muhammad Tahir pergi ke Irak. Dia pun menuju ke istana dan diterima oleh Wazirul Alam. Demi dilihatnya cincin kerajaan itu, Wazirul Alam dan para menteri hulubalang yang ada di penghadapan mengangkat Muhammad Tahir ke atas singgasana kerajaan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Hikmah : Tidak...
Kisah Hikmah : Tidak Melakukan Ibadah Haji Tapi Dapat Pahala Haji, Kok Bisa?
Kisah Bulan Zulhijjah...
Kisah Bulan Zulhijjah : Diijabahnya Doa Nabi Zakaria Mendapatkan Keturunan di Umur 90 Tahun
Kisah Uwais Al Qarni...
Kisah Uwais Al Qarni : Menggendong Ibunya dari Yaman ke Makkah untuk Melaksanakan Haji
Kisah Hikmah : Laki-laki...
Kisah Hikmah : Laki-laki yang Selamat dari Neraka karena Zikir Laa Ilaaha Illallaah
Kisah Hikmah : Diselamatkan...
Kisah Hikmah : Diselamatkan dari Siksa Kubur karena Fadilah Puasa Syawal
Kisah Hit, Seorang Waria...
Kisah Hit, Seorang Waria yang Hidup di Zaman Nabi SAW
Rekomendasi
Keajaiban Sungai di...
Keajaiban Sungai di Bawah Laut: Bukti Nyata Kekuasaan Allah dalam Surah Al-Furqan Ayat 53
Gurun Tandus Aljazair...
Gurun Tandus Aljazair Tiba-tiba Berubah Menjadi Salju
Meteorit Allende Bukti...
Meteorit Allende Bukti Kehidupan Luar Angkasa dan Asal Usul Tata Surya
Artikel Terkini
9 Hadis tentang Pernikahan,...
9 Hadis tentang Pernikahan, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Ingin Menikah? Bulan...
Ingin Menikah? Bulan Zulhijjah dan Muharram Jadi Waktu yang Penuh Keberkahan
Sama-Sama Ibadah ke...
Sama-Sama Ibadah ke Tanah Suci, Apa Bedanya Haji dan Umrah?
Kapan Tahun Baru Islam...
Kapan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah?
Cerita Unik Khalifah...
Cerita Unik Khalifah Al-Mahdi: Bangun Insfrastruktur Makkah dan Tradisi Parfum di Masjidil Haram
Data Kemenhaj, 6.333...
Data Kemenhaj, 6.333 Jemaah Haji Kembali ke Tanah Air
Infografis
Lacak Kehidupan Lain,...
Lacak Kehidupan Lain, Ilmuwan Kaget Temukan Kembaran Bumi dan Matahari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved