Imam Syafi'i Tak Pernah Mengatakan Allah Di Atas 'Arsy (2/Tamat)
Kamis, 07 Oktober 2021 - 06:30 WIB
loading...
Ilustrasi Imam Syafii (kanan) ketika bertemu dengan Imam Ahmad bin Hanbali di salah satu majelis ilmu pada masa kepemimpinan Khalifah Harun Al-Rasyid. Foto/tangkapan layar Film Ahmad bin Hanbal
A
A
A
Imam Syafi'i (wafat 204 H) adalah salah satu imam besar dari imam 4 mazhab yang ada. Beliau adalah seorang imam besar yang ahli Qur'an, ahli Hadis, ahli Ushul Fiqih yang terkemuka pada masanya.
Dalam satu kitabnya, ulama bernama Muhammad bin Idris Asy-Syafi'i ini menegaskan bahwa Allah tidak bertempat. Allah ada tanpa permulaan dan tanpa tempat. Beliau tidak pernah mengatakan Allah bertempat di atas 'Arsy seperti yang diyakini beberapa kalangan muslim lainnya.
Akidah yang tersebar di kalangan muslim saat ini sering menyebut bahwa Allah bertempat di atas 'Arsy. Mereka berhujjah dengan dalil Surat Thaha Ayat 5 : "Ar-Rahmaanu 'alal 'Arsyis Tawaa" artinya: Yang Maha Pengasih bersemayam di atas 'Arsy (singgasana).
Imam Syafi'i yang juga ulama Salaf perintis Mazhab Syafi'i berkata:
إنه تعالى كان ولا مكان فخلق المكان وهو على صفة الأزلية كما كان قبل خلقه المكان ولا يجوز عليه التغير في ذاته ولا التبديل في صفاته (إتحاف السادة المتقين بشرح إحياء علوم الدين, ج 2، ص 24)
"Sesungguhnya Allah ada tanpa permulaan dan tanpa tempat. Kemudian Dia menciptakan tempat, dan Dia tetap dengan sifat-sifat-Nya yang Azali sebelum Dia menciptakan tempat tanpa tempat. Tidak boleh bagi-Nya berubah, baik pada Dzat maupun pada sifat-sifat-Nya." (Lihat az-Zabidi, Ithaf as-Saadah al-Muttaqiin…, j. 2, h. 24).
Dalam salah satu kitab karyanya Al-Fiqh Al-Akbar(selain Imam Abu Hanifah; Imam Syafi'i juga menuliskan Risalah Aqidah Ahlussunnah dengan judul al-Fiqh al-Akbar), Beliau berkata:
واعلموا أن الله تعالى لا مكان له، والدليل عليه هو أن الله تعالى كان ولا مكان له فخلق المكان وهو على صفته الأزلية كما كان قبل خلقه المكان، إذ لا يجوز عليه التغير في ذاته ولا التبديل في صفاته، ولأن من له مكان فله تحت، ومن له تحت يكون متناهي الذات محدودا والحدود مخلوق، تعالى الله عن ذلك علوا كبيرا، ولهذا المعنى استحال عليه الزوجة والولد لأن ذلك لا يتم إلا بالمباشرة والاتصال والانفصال (الفقه الأكبر، ص13)
"Ketahuilah bahwa Allah tidak bertempat. Dalil atas ini adalah bahwa Dia ada tanpa permulaan dan tanpa tempat. Setelah menciptakan tempat Dia tetap pada sifat-Nya yang Azali sebelum menciptakan tempat, ada tanpa tempat. Tidak boleh pada hak Allah adanya perubahan, baik pada Dzat-Nya maupun pada sifat-sifat-Nya. Karena sesuatu yang memiliki tempat maka ia pasti memiliki arah bawah, dan bila demikian maka mesti ia memiliki bentuk tubuh dan batasan, dan sesuatu yang memiliki batasan mestilah ia merupakan makhluk, Allah Maha Suci dari pada itu semua. Karena itu pula mustahil atas-Nya memiliki istri dan anak, sebab perkara seperti itu tidak terjadi kecuali dengan adanya sentuhan, menempel, dan terpisah, dan Allah mustahil bagi-Nya terbagi-bagi dan terpisah-pisah. Karenanya tidak boleh dibayangkan dari Allah adanya sifat menempel dan berpisah. Oleh sebab itu adanya suami, istri, dan anak pada hak Allah adalah sesuatu yang mustahil." (Al-Fiqh al-Akbar, h. 13)
Penjelasan Surat Thaha Ayat 5
Pada bagian lain dalam kitab yang sama tentang firman Allah di Surat Thaha ayat 5 (Ar-Rahman 'Alal-'Arsy Istawa), Imam Syafi'i berkata:
Dalam satu kitabnya, ulama bernama Muhammad bin Idris Asy-Syafi'i ini menegaskan bahwa Allah tidak bertempat. Allah ada tanpa permulaan dan tanpa tempat. Beliau tidak pernah mengatakan Allah bertempat di atas 'Arsy seperti yang diyakini beberapa kalangan muslim lainnya.
Akidah yang tersebar di kalangan muslim saat ini sering menyebut bahwa Allah bertempat di atas 'Arsy. Mereka berhujjah dengan dalil Surat Thaha Ayat 5 : "Ar-Rahmaanu 'alal 'Arsyis Tawaa" artinya: Yang Maha Pengasih bersemayam di atas 'Arsy (singgasana).
Imam Syafi'i yang juga ulama Salaf perintis Mazhab Syafi'i berkata:
إنه تعالى كان ولا مكان فخلق المكان وهو على صفة الأزلية كما كان قبل خلقه المكان ولا يجوز عليه التغير في ذاته ولا التبديل في صفاته (إتحاف السادة المتقين بشرح إحياء علوم الدين, ج 2، ص 24)
"Sesungguhnya Allah ada tanpa permulaan dan tanpa tempat. Kemudian Dia menciptakan tempat, dan Dia tetap dengan sifat-sifat-Nya yang Azali sebelum Dia menciptakan tempat tanpa tempat. Tidak boleh bagi-Nya berubah, baik pada Dzat maupun pada sifat-sifat-Nya." (Lihat az-Zabidi, Ithaf as-Saadah al-Muttaqiin…, j. 2, h. 24).
Dalam salah satu kitab karyanya Al-Fiqh Al-Akbar(selain Imam Abu Hanifah; Imam Syafi'i juga menuliskan Risalah Aqidah Ahlussunnah dengan judul al-Fiqh al-Akbar), Beliau berkata:
واعلموا أن الله تعالى لا مكان له، والدليل عليه هو أن الله تعالى كان ولا مكان له فخلق المكان وهو على صفته الأزلية كما كان قبل خلقه المكان، إذ لا يجوز عليه التغير في ذاته ولا التبديل في صفاته، ولأن من له مكان فله تحت، ومن له تحت يكون متناهي الذات محدودا والحدود مخلوق، تعالى الله عن ذلك علوا كبيرا، ولهذا المعنى استحال عليه الزوجة والولد لأن ذلك لا يتم إلا بالمباشرة والاتصال والانفصال (الفقه الأكبر، ص13)
"Ketahuilah bahwa Allah tidak bertempat. Dalil atas ini adalah bahwa Dia ada tanpa permulaan dan tanpa tempat. Setelah menciptakan tempat Dia tetap pada sifat-Nya yang Azali sebelum menciptakan tempat, ada tanpa tempat. Tidak boleh pada hak Allah adanya perubahan, baik pada Dzat-Nya maupun pada sifat-sifat-Nya. Karena sesuatu yang memiliki tempat maka ia pasti memiliki arah bawah, dan bila demikian maka mesti ia memiliki bentuk tubuh dan batasan, dan sesuatu yang memiliki batasan mestilah ia merupakan makhluk, Allah Maha Suci dari pada itu semua. Karena itu pula mustahil atas-Nya memiliki istri dan anak, sebab perkara seperti itu tidak terjadi kecuali dengan adanya sentuhan, menempel, dan terpisah, dan Allah mustahil bagi-Nya terbagi-bagi dan terpisah-pisah. Karenanya tidak boleh dibayangkan dari Allah adanya sifat menempel dan berpisah. Oleh sebab itu adanya suami, istri, dan anak pada hak Allah adalah sesuatu yang mustahil." (Al-Fiqh al-Akbar, h. 13)
Penjelasan Surat Thaha Ayat 5
Pada bagian lain dalam kitab yang sama tentang firman Allah di Surat Thaha ayat 5 (Ar-Rahman 'Alal-'Arsy Istawa), Imam Syafi'i berkata:
Lihat Juga :