Musik Bisa Asyik untuk Maksiat, Gus Baha: Untuk Allah Masak Nggak Bisa

Kamis, 07 Oktober 2021 - 16:35 WIB
loading...
Musik Bisa Asyik untuk...
Tari sufi: Gus Baha bilang Tarian Rumi itu kan ada filosofinya, (Foto/Ilustrasi : Ist)
A A A
Gus Baha menyebut Jalaluddin Rumi sebagai orang yang sholeh. Logikanya masuk akal. "Kalau orang bisa asyik dengan musik untuk hal-hal yang mungkar, masak kita kalah asyik dengan Tuhan?" ujar kiai yang bernama lengkap KH Ahmad Bahauddin Nursalim ini.

Baca juga: Kisah Sufi Jalaluddin Rumi: Kucing dan Daging Kambing

Pernyataan Gus Baha ini disampaikan dalam suatu majelis pengajian kitab bersama para santri yang dilansir dalam jaringan YouTube pada kanal Nderek Poro Kiai. Gus Baha mencoba menjelaskan tentang maksud filosofi dari tarian sufi yang diajarkan oleh Jalaluddin Rumi.

"Wong iso nyanyi iso njoget mergo lagu ayat-ayat cinta, lagu munajat cinta, mosok ra iso joget mergo cinta neng Pengeran?" ujar Gus Baha. Omongan Gus Baha dalam Bahasa Jawa itu jika diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia bermakna: "Orang bisa menyanyi dan berjoget sebab lagu ayat-ayat cinta, lagu munajat cinta, masak tidak bisa berjoget sebab cinta Tuhan?

Gus Baha melanjukan bahwa di dalam kitab Jam’ul Jawami’ mengatakan: Kita meyakini bahwa Husain Al-Hallaj adalah orang sholeh, kita meyakini bahwa Rumi orang sholeh, Ibnu Arabi juga orang sholeh, karena mereka berangkatnya dari keasyikan dengan Tuhan.

Selanjutnya Gus Baha mengutip isi di kitab ‘Imrithi.

فَأُشْرِبَتْ معنى ضمير الشان * فَأُعْرِبَتْ فى الحان بالاحان

Terjemah bebas: Maka La ilaha illa Allah tenggelam dalam dhomir sya’n (lubuk hati), bagaikan seorang pecandu minuman yang sedang asyik dengan diiringi irama musik.

Menurut Gus Baha, orang yang mahabbah (cinta)-nya kepada Allah itu sudah tinggi, maka menyebut lafal Allah saja sudah tidak bisa. Menyebut La ilaha illa Allah (لا إله إلا الله) saja sudah tidak bisa, karena terlalu lama, keburu rasa senangnya hilang.

Sekarang ini secara sejarah, karena yang memulai adalah Jalaluddin Rumi, lalu disebut “Tarian Rumi”. Dia itu ketika ingat dengan Tuhan, karena keasyikan lalu dilakukan sambil menari.

Baca juga: Jalaluddin Rumi Anggap Perempuan sebagai Suatu Pancaran Ilahi

Gus Baha mengaku pernah membaca kitab Matsnawi dan dia mengatakan masuk akal. "Tarian Rumi itu kan ada filosofinya," ujarnya.

Misalnya, tangan kanan menengadah ke langit, tangan kiri menyebar rahmat di bumi. Inti filosofinya itu tangan kanan mengambil rahmat dari langit, tangan kiri menyebar rahmat di bumi.

"Lha tapi kalau kata para pemuda," ujar Gus Baha. "Karek sing nari to Gus. Nek sing nari artis yo menarik, nek ora yo ora, hahahaha…”. Maksudnya, "Bergantung orang yang menari lah Gus. Kalau yang menari artis ya menarik, kalau tidak ya tidak, hahaha".

Karena, ketika tari Rumi diperagakan oleh orang yang berjenggot, tua-tua, tidak ada yang menonton, tapi pas waktu di kampus, diteatrikalkan, yang menari mahasiswi cantik-cantik, lalu orang-orang pada menonton semua.

"Lha menontonnya, karena filosofi cinta Allah atau karena cinta penarinya?! Yang bikin perkara kan itu," tutur Gus Baha tertawa. "Giliran yang menari orang yang cantik kan menarik. Lha yang menarik itu filosofi menarinya apa penarinya?"

Gus Baha menekankan bahwa nafsu itu memang bikin gara-gara. "Tapi, memang begitu," ujarnya.

Baca juga: Tahlilan Sesat dan Bikin Kafir? Begini Jawaban Gus Baha
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Mana Lebih Utama, Seekor...
Mana Lebih Utama, Seekor Kambing atau Patungan Satu Sapi untuk Hewan Kurban?
4 Amalan yang Besar...
4 Amalan yang Besar Pahalanya di Hari Raya Idulfitri, Cek Penjelasannya di Sini!
Menyikapi Perayaan Tahun...
Menyikapi Perayaan Tahun Baru Masehi, Simak Penjelasan Buya Yahya dan Gus Baha Ini
Kapan Waktu Terbaik...
Kapan Waktu Terbaik Puasa Rajab? Simak di Sini!
Poligami dalam Pandangan...
Poligami dalam Pandangan Gus Baha, Simak Penjelasannya!
Gus Baha Beri Catatan...
Gus Baha Beri Catatan Tafsir Kemenag: Benar Saja Tidak Cukup, Harus Nyaman Dibaca
Rekomendasi
10 Peninggalan Kuno...
10 Peninggalan Kuno yang Penuh Teka-teki dan Belum Terpecahkan
Super Blue Blood Moon...
Super Blue Blood Moon 2018, Gerhana Bulan Terindah Sepanjang Sejarah yang Sangat Jarang Terjadi
Terumbu Karang Mediterania...
Terumbu Karang Mediterania Terbesar di Kroasia Terancam oleh Pemanasan Global
Artikel Terkini
Hadis-Hadis tentang...
Hadis-Hadis tentang Hari Asyura, dari Amalan hingga Keutamaannya
Besok Hari Asyura, Ini...
Besok Hari Asyura, Ini Doa yang Dianjurkan dan Mulai Diamalkan Malam Ini!
Inilah Doa dan Cara...
Inilah Doa dan Cara Mengusap Anak Yatim di Hari Asyura
Bacaan Niat Puasa Asyura...
Bacaan Niat Puasa Asyura dan Keistimewaannya, Puasa Sehari Penghapus Dosa Setahun
10 Muharram dan Kematian...
10 Muharram dan Kematian Firaun: Akhir Sang Raja yang Mengaku Tuhan
Puasa Asyura 2026: Jadwal,...
Puasa Asyura 2026: Jadwal, Dalil, dan Keutamaan Besarnya Menurut Hadis Nabi
Infografis
10 Kota Israel Dihuni...
10 Kota Israel Dihuni Banyak Umat Islam, Ada yang 99% Muslim
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved