Khaizuran, Perempuan Pelopor Peringatan Maulid Nabi dalam Pusaran Politik Berdarah
Rabu, 13 Oktober 2021 - 16:41 WIB
loading...
A
A
A
Mendengar kata-kata sekasar ini dari putranya, Khaizuran sampai berdiri karena tidak bisa menahan amarah. Belum puas menyakiti ibunya dengan perkataan yang kasar, Al-Hadi juga mengirimkan makanan yang sudah dibubuhi racun pada ibunya.
Khaizuran yang curiga atas perilaku anaknya, tidak memakan makanan tersebut, tapi segera memberikannya pada anjing. Dan anjing itu pun mati. Setelah menyaksikan sendiri tindakan putranya yang melampaui batas ini, Khaizuran mulai berencana untuk membunuh Al-Hadi.
Selain ingin membunuh ibunya, Al-Hadi juga bermaksud membunuh Harun Al-Rasyid. Dia bahkan mengirimkan utusan khusus untuk memburu Harun dan membunuhnya.
Mendengar ini, Khaizuran tidak bisa menahan lagi amarahnya. Suatu ketika dia mendengar bahwa Al-Hadi sakit tidak berdaya. Khairuzan melihat inilah saatnya. Dia memerintahkan kepada beberapa budak perempuannya untuk secara persuasif mendekati Al-Hadi. Dan ketika saatnya tepat, budak itu pun membekap leher Al-Hadi dengan selendangnya. Al-Hadi yang sedang sakit tak mampu berkutik. Dia akhirnya mati di tangan budak perempuan tersebut.
Baca juga: UEA Temukan Koin Langka Islam Kuno Umur Ratusan Tahun dari Dinasti Abbasiyah
Menurut Tabari, Al-Hadi wafat pada malam Jumat, sekitar pertengahan bulan Rabiul Awal 170 H/ September 786 M. Khalifah al-Hadi meninggal pada usia 24 tahun, usia yang relatif muda. Masa pemerintahan yang diembannya sangat singkat, satu tahun dua bulan.
Pada malam itu juga, berita kematian Al-Hadi langsung disiarkan, sekaligus mengumumkan pengangkatan Harun Al-Rasyid sebagai penggantinya.
Menariknya, pada malam yang sama lahirlah putra Harun Al-Rasyid yang bernama Abdullah Al-Ma’mum. Kelak, dia akan naik tahta menggantikan ayahnya. Ash-Shuli berkata: “…tidak ada satu malam pun dalam sejarah umat manusia ketika seorang khalifah mangkat, seorang khalifah baru dinobatkan dan seorang calon khalifah dilahirkan, kecuali malam itu..”
Nama Khaizuran pun sampai kini tercatat dalam sejarah politik Dinasti Abbasiyah. Selain sebagai perempuan kuat di balik empat khalifah Abbasiyah, dia adalah pelopor perayaan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Pada masa Khaizuran itu, Dinasti Abbasiyah melakukan penaklukan besar-besaran hingga ke dataran Eropa. Harun al-Rasyid adalah penakluk hebat. Di usia 17 tahun, ia telah meraih kemenangan besar, melintasi salju yang tertutup pegunungan kekaisaran Bizantium dan dapat mengepung Konstantinopel .
Baca juga: Begini Kondisi Maju Pesatnya Dinasti Abbasiyah di Era Abu Nawas
Khaizuran yang curiga atas perilaku anaknya, tidak memakan makanan tersebut, tapi segera memberikannya pada anjing. Dan anjing itu pun mati. Setelah menyaksikan sendiri tindakan putranya yang melampaui batas ini, Khaizuran mulai berencana untuk membunuh Al-Hadi.
Selain ingin membunuh ibunya, Al-Hadi juga bermaksud membunuh Harun Al-Rasyid. Dia bahkan mengirimkan utusan khusus untuk memburu Harun dan membunuhnya.
Mendengar ini, Khaizuran tidak bisa menahan lagi amarahnya. Suatu ketika dia mendengar bahwa Al-Hadi sakit tidak berdaya. Khairuzan melihat inilah saatnya. Dia memerintahkan kepada beberapa budak perempuannya untuk secara persuasif mendekati Al-Hadi. Dan ketika saatnya tepat, budak itu pun membekap leher Al-Hadi dengan selendangnya. Al-Hadi yang sedang sakit tak mampu berkutik. Dia akhirnya mati di tangan budak perempuan tersebut.
Baca juga: UEA Temukan Koin Langka Islam Kuno Umur Ratusan Tahun dari Dinasti Abbasiyah
Menurut Tabari, Al-Hadi wafat pada malam Jumat, sekitar pertengahan bulan Rabiul Awal 170 H/ September 786 M. Khalifah al-Hadi meninggal pada usia 24 tahun, usia yang relatif muda. Masa pemerintahan yang diembannya sangat singkat, satu tahun dua bulan.
Pada malam itu juga, berita kematian Al-Hadi langsung disiarkan, sekaligus mengumumkan pengangkatan Harun Al-Rasyid sebagai penggantinya.
Menariknya, pada malam yang sama lahirlah putra Harun Al-Rasyid yang bernama Abdullah Al-Ma’mum. Kelak, dia akan naik tahta menggantikan ayahnya. Ash-Shuli berkata: “…tidak ada satu malam pun dalam sejarah umat manusia ketika seorang khalifah mangkat, seorang khalifah baru dinobatkan dan seorang calon khalifah dilahirkan, kecuali malam itu..”
Nama Khaizuran pun sampai kini tercatat dalam sejarah politik Dinasti Abbasiyah. Selain sebagai perempuan kuat di balik empat khalifah Abbasiyah, dia adalah pelopor perayaan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Pada masa Khaizuran itu, Dinasti Abbasiyah melakukan penaklukan besar-besaran hingga ke dataran Eropa. Harun al-Rasyid adalah penakluk hebat. Di usia 17 tahun, ia telah meraih kemenangan besar, melintasi salju yang tertutup pegunungan kekaisaran Bizantium dan dapat mengepung Konstantinopel .
Baca juga: Begini Kondisi Maju Pesatnya Dinasti Abbasiyah di Era Abu Nawas
(mhy)
Lihat Juga :