Uzair Nabi yang Hafal Taurat, Yahudi Menganggap sebagai Anak Allah
Selasa, 19 Oktober 2021 - 13:38 WIB
loading...
A
A
A
Ternyata, Taurat tersebut rusak dan tidak bisa dibaca lagi. Kemudian mereka pun duduk di bawah pohon, kemudian mereka menulis ulang Taurat. Dan turunlah dari langit dua kilatan dan masuk ke dalam mulut ‘Uzair. Kemudian beliau pun mengingat Taurat dan memperbarui tulisannya Taurat.
Versi lainnya diceritakan Ibnu ‘Abbas ra. Ia berkata, “…Uzair berdoa kepada Allah dan bersungguh-sungguh dalam berdoa agar Allah mengembalikan hafalan yang telah dihilangkan dari dada-dada mereka. Ketika beliau shalat dengan khusyu’ kepada Allah, turunlah cahaya dari langit kemudian masuk ke dalam mulutnya.
Kemudian Taurat kembali kepada beliau. Lalu beliau mengumumkan kepada kaumnya dan berkata, ‘Wahai kaumku! Sesungguhnya Allah telah memberikan kepadaku Taurat dan telah mengembalikannya kepadaku… Kemudian mereka pun seperti itu sampai waktu yang dikehendaki Allah.
Kemudian Tabut diturunkan setelah beliau wafat. Ketika mereka melihat Tabut dan ternyata Taurat yang diajarkan oleh ‘Uzair seperti yang tertera di dalam Tabut tersebut.
Versi ketiga, menceriakan Uzair bertemu dengan seorang yang tua. Kemudian orang tua tersebut mengatakan, “Bukalah mulutmu!” Lalu orang tua tersebut melemparkan ke dalam mulutnya sesuatu seperti batu sebanyak tiga kali.
Menurut Tafsir Ibni Katsir, Uzair kembali kepada kaumnya dan dia menjadi orang yang paling berilmu tentang Taurat.
Kemudian ‘Uzair menuliskan Taurat dengan tangannya. Ketika Bani Israil kembali dari peperangan dan para Ulama Bani Israil pun kembali, mereka pun menceritakan tentang ‘Uzair. Mereka pun mengeluarkan buku yang mereka simpan di gunung. Kemudian mereka membandingkannya. Ternyata yang mereka dapatkan adalah benar.
Dan masih ada beberapa versi lainnya, akan tetapi, secara keseluruhan, dapat ditarik kesimpulan bahwa ‘Uzair memang dulunya adalah seorang penghapal Taurat. Setelah beliau diwafatkan kemudian dihidupkan kembali, beliau tidak mengingat seluruhnya, kemudian beliau meminta kepada Allah agar hapalannya dikembalikan oleh Allah taala.
Allah mengabulkan permohonannya dan mengembalikan hapalannya. Kemudian ditulislah Taurat dengan hapalan ‘Uzair.
Dihidupkan setelah Mati
Dengan berlalunya waktu, sebagian orang awam Yahudi terheran-heran dengan kisah Uzair. Bagaimana mungkin ia dihidupkan setelah wafat selama 100 tahun dan bagaimana bisa dia menghapal seluruh isi Taurat tanpa salah sedikit pun?
Nabi Musa pun tidak memiliki kemampuan seperti itu. Nabi Musa hanya diberikan Taurat yang telah ditulis dalam sebuah kitab dan mengajarkannya.
Mereka menyangka ini tidak mungkin terjadi jika ‘Uzair hanyalah sekadar seorang Nabi. Oleh karena itu, mereka mengatakan bahwa ‘Uzair adalah anak Allah.
Sebenarnya tidak semua orang Yahudi menyatakan bahwa Uzair adalah anak Allah. Hanya sebagian aliran Yahudi saja yang mengatakannya. Akan tetapi, dikabarkan pada ayat ini seolah-olah ini adalah akidah Yahudi.
Allah ta'ala memutlakkan mereka dalam ayat ini karena aliran yang tidak mengatakan bahwa ‘Uzair adalah anak Allah, berdiam diri dan tidak mengingkari hal tersebut.
Baca juga: Santri Nabi Isa: Kau Akan Bersama Dengan Yang Kau Cintai
Versi lainnya diceritakan Ibnu ‘Abbas ra. Ia berkata, “…Uzair berdoa kepada Allah dan bersungguh-sungguh dalam berdoa agar Allah mengembalikan hafalan yang telah dihilangkan dari dada-dada mereka. Ketika beliau shalat dengan khusyu’ kepada Allah, turunlah cahaya dari langit kemudian masuk ke dalam mulutnya.
Kemudian Taurat kembali kepada beliau. Lalu beliau mengumumkan kepada kaumnya dan berkata, ‘Wahai kaumku! Sesungguhnya Allah telah memberikan kepadaku Taurat dan telah mengembalikannya kepadaku… Kemudian mereka pun seperti itu sampai waktu yang dikehendaki Allah.
Kemudian Tabut diturunkan setelah beliau wafat. Ketika mereka melihat Tabut dan ternyata Taurat yang diajarkan oleh ‘Uzair seperti yang tertera di dalam Tabut tersebut.
Versi ketiga, menceriakan Uzair bertemu dengan seorang yang tua. Kemudian orang tua tersebut mengatakan, “Bukalah mulutmu!” Lalu orang tua tersebut melemparkan ke dalam mulutnya sesuatu seperti batu sebanyak tiga kali.
Menurut Tafsir Ibni Katsir, Uzair kembali kepada kaumnya dan dia menjadi orang yang paling berilmu tentang Taurat.
Kemudian ‘Uzair menuliskan Taurat dengan tangannya. Ketika Bani Israil kembali dari peperangan dan para Ulama Bani Israil pun kembali, mereka pun menceritakan tentang ‘Uzair. Mereka pun mengeluarkan buku yang mereka simpan di gunung. Kemudian mereka membandingkannya. Ternyata yang mereka dapatkan adalah benar.
Dan masih ada beberapa versi lainnya, akan tetapi, secara keseluruhan, dapat ditarik kesimpulan bahwa ‘Uzair memang dulunya adalah seorang penghapal Taurat. Setelah beliau diwafatkan kemudian dihidupkan kembali, beliau tidak mengingat seluruhnya, kemudian beliau meminta kepada Allah agar hapalannya dikembalikan oleh Allah taala.
Allah mengabulkan permohonannya dan mengembalikan hapalannya. Kemudian ditulislah Taurat dengan hapalan ‘Uzair.
Dihidupkan setelah Mati
Dengan berlalunya waktu, sebagian orang awam Yahudi terheran-heran dengan kisah Uzair. Bagaimana mungkin ia dihidupkan setelah wafat selama 100 tahun dan bagaimana bisa dia menghapal seluruh isi Taurat tanpa salah sedikit pun?
Nabi Musa pun tidak memiliki kemampuan seperti itu. Nabi Musa hanya diberikan Taurat yang telah ditulis dalam sebuah kitab dan mengajarkannya.
Mereka menyangka ini tidak mungkin terjadi jika ‘Uzair hanyalah sekadar seorang Nabi. Oleh karena itu, mereka mengatakan bahwa ‘Uzair adalah anak Allah.
Sebenarnya tidak semua orang Yahudi menyatakan bahwa Uzair adalah anak Allah. Hanya sebagian aliran Yahudi saja yang mengatakannya. Akan tetapi, dikabarkan pada ayat ini seolah-olah ini adalah akidah Yahudi.
Allah ta'ala memutlakkan mereka dalam ayat ini karena aliran yang tidak mengatakan bahwa ‘Uzair adalah anak Allah, berdiam diri dan tidak mengingkari hal tersebut.
Baca juga: Santri Nabi Isa: Kau Akan Bersama Dengan Yang Kau Cintai
(mhy)
Lihat Juga :