Bahaya Penyakit Futur dan Tips Mengatasinya

loading...
Bahaya Penyakit Futur dan Tips Mengatasinya
Penyakit futur adalah rasa malas, menunda, lambat setelah bersemangat, tidak bergairah dalam kebaikan. Foto ilustrasi/facebook
Penyakit futur merupakan salah satu hal yang harus diwaspadai dalam diri seorang muslim. Sebab, futur adalah godaan setan yang sangat dahsyat. Keadaan futur bukan saja membuat semangat berbuat baik jadi menurun, tetapi dorongan melakukan keburukan akan meningkat.

Dalam Kitabul ‘Ilmi karangan Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin , disebutkan bahwa futur adalah rasa malas , menunda, lambat setelah bersemangat, tidak bergairah dalam kebaikan. Pertahanan menghadapi bisikan setan menjadi rapuh dan sering hawa nafsu.

Gambarannya adalah, pada waktu tertentu seorang muslim sangat rajin beribadah, belajar ilmu syaria'at, dan mendatangi majelis ilmu. Namun tiba-tiba dia dijangkiti rasa malas yang sangat luar biasa. Ibadah menjadi sekadarnya saja atau bahkan dia mulai berani meninggalkan shalat karena rasa malas.

Baca juga: Waspadai Bahaya Futur, Itu Pertanda Lemahnya Iman

Bahkan fenomena futur ini juga telah dirasakan di masa Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa sallam. Dalam sejarah Rasulullah, bahaya futur itu telah Allah perlihatkan. Tatkala kaum Muslimin hijrah ke Habasyah, ada di antara peserta hijrah yang futur hingga akhirnya murtad dari Islam.

Dalam salah satu perang juga terdapat seseorang yang begitu gigih dan penuh semangat. Namun, nabi menghukuminya sebagai penghuni neraka. Ternyata orang tersebut bunuh diri. Saat terluka parah, semangatnya melemah sehingga godaan setan menggiringnya untuk menusukkan tombak ke perutnya.

Menurut Syaikh Utsaimin futur atau rasa malas dalam melakukan kebaikan adalah penyakit. Kian banyak menjangkiti orang-orang yang menuntut ilmu agama dan juga orang-orang yang berusaha menapaki jalan kebenaran. Ada banyak sebab yang membuat seseorang menjadi futur. Di antaranya adalah :

1) Hilangnya keikhlasan,
2) Lemahnya ilmu Syar’i,
3) Kecintaan hati yang besar kepada dunia dan banyak melupakan akhirat,
4) Fitnah (cobaan) berupa istri dan anak,
5) Hidup di tengah masyarakat yang rusak,
6) Berteman dengan orang-orang yang memiliki keinginan yang lemah dalam meraih kebaikan,
7) Melakukan dosa serta memakan makanan yang haram,
8) Tidak mempunyai tujuan yang jelas (baik dalam menuntut ilmu maupun berdakwah),
9) Lemahnya iman,
10) Menyendiri, dan tidak mau bergabung dengan saudara seiman yang lainnya, saling tolong menolong dalam kebaikan,
11) Lemahnya pendidikan (tarbiyyah) imaniyyah dan seterusnya.

Baca juga: Langkah-langkah yang Perlu Dilakukan Ketika Doa Belum Juga Dikabulkan

Syaikh Utsaimin pernah ditanya, “banyak penuntut ilmu agama yang lemah tekadnya dan futur dalam menuntut. Sarana apa saja yang dapat membangkitkan tekad dan semangat dalam menuntut ilmu?“. Beliau menjawab, Dha’ful himmah (tekad yang lemah) dalam menuntut ilmu agama adalah salah satu musibah yang besar.

Untuk mengatasi futur ada beberapa hal yang perlu dilakukan, misalnya :

1. Mengikhlaskan niat hanya untuk Allah ‘Azza Wa Jalla dalam menuntut ilmu

Jika seseorang ikhlas dalam menuntut ilmu, ia akan memahami bahwa amalan menuntut ilmu yang ia lakukan itu akan diganjar pahala. Dan ia juga akan memahami bahwa ia akan termasuk dalam tiga derajat manusia dari umat ini*), lalu dengan itu semangatnya pun akan bangkit.

وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ

“Dan barang siapa yang menaati Allah dan Rasul (Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid” (QS. An Nisa: 69)

2. Selalu bersama dengan teman-teman yang semangat dalam menuntut ilmu

Teman-teman dapat membantu seseorang yang terkena futur dalam berdiskusi dan meneliti masalah agama. Jangan condong untuk meninggalkan kebersamaan bersama mereka selama mereka senantiasa membantu dalam menuntut ilmu.

Baca juga: Cara Berdandan Istri Nabi yang Patut Diteladani Muslimah Zaman Ini

Wallahu A'lam
(wid)
cover top ayah
اَلَمۡ تَرَ اِلَى الَّذِيۡنَ تَوَلَّوۡا قَوۡمًا غَضِبَ اللّٰهُ عَلَيۡهِمؕۡ مَّا هُمۡ مِّنۡكُمۡ وَلَا مِنۡهُمۡۙ وَيَحۡلِفُوۡنَ عَلَى الۡكَذِبِ وَهُمۡ يَعۡلَمُوۡنَ
Tidakkah engkau perhatikan orang-orang (munafik) yang menjadikan suatu kaum yang telah dimurkai Allah sebagai sahabat? Orang-orang itu bukan dari kaummu dan bukan dari kaum mereka. Dan mereka bersumpah atas kebohongan, sedang mereka mengetahuinya.

(QS. Al-Mujadilah:14)
cover bottom ayah
preload video