9 Tanaman Pembawa Kekayaan Menurut Islam (3-Habis)
Jum'at, 22 Oktober 2021 - 09:02 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: 9 Tanaman Pembawa Kekayaan Menurut Islam (1)
Meski dalam pandangan yang lain, pohon sidr sebenarnya dapat diasosiasikan kepada dua kelompok jenis tumbuhan. Pertama, pohon Cedar yang berasal dari marga cedrus. Kedua, pohon Lote atau Hackbarry yang berasal dari marga Celtis. (LPMA: 2010).
Namun setidaknya data-data di atas menunjukkan kebenaran pohon bidara yang ditemukan saat ini dengan apa yang dimaksud oleh al-Qur’an.
Pohon bidara adalah tanaman surga. Hal ini dapat dilihat melalui narasi penyebutan sidrah al-muntaḥā dalam al-Qur’an. Term sidrah al-muntaḥā ini erat kaitannya dengan perjalanan supranatural Nabi saat Isra’ Mi’raj di mana ketika beliau diangkat ke tingkatan tersebut, kemudian beliau menyaksikan banyak hal yang berkaitan dengan surga dan neraka.
Tumbuhan ini sering diambil daunnya untuk digunakan sebagai obat herbal yang dinilai ampuh mengatasi berbagai jenis gangguan kesehatan, misalnya mengeringkan luka diabetes, mempercepat penyembuhan luka, meredakan wasir, meredakan gangguan lambung, sampai dengan mengobati keputihan.
9. Kacang Adas
Kacang Adas (Lens culinaris) atau dalam bahasa Inggris disebut sebagai lentil merupakan salah-satu di antara jenis tanaman bijian-bijian yang disebut dalam al-Qur’an.
Al-Qur’an menyebutkan kata ‘Adas hanya di satu tempat, yakni dalam Surat Al-Baqarah ayat 61 .
"Dan (ingatlah), ketika kamu berkata, “Wahai Musa! Kami tidak tahan hanya (makan) dengan satu macam makanan saja, maka mohonkanlah kepada Tuhan-mu untuk kami, agar Dia Memberi kami apa yang ditumbuhkan bumi, seperti: sayur-mayur, mentimun, bawang putih, kacang adas dan bawang merah.” Dia (Musa) menjawab, “Apakah kamu meminta sesuatu yang buruk sebagai ganti dari sesuatu yang baik? Pergilah ke suatu kota, pasti kamu akan memperoleh apa yang kamu minta.” Kemudian mereka ditimpa kenistaan dan kemiskinan, dan mereka (kembali) mendapat kemurkaan dari Allah. Hal itu (terjadi) karena mereka mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa hak (alasan yang benar). Yang demikian itu karena mereka durhaka dan melampaui batas."
Beberapa tafsir semisal Tafsir Jalalain, maupun tafsir Baghawi tidak menyebutkan secara jelas kata ‘Adas yang terdapat dalam surat tersebut. Salah satu keterangan yang dapat dirujuk dalam hal ini yakni pandangan dari Imam Ibn Katsir bahwa tanaman Adas merupakan tanaman yang diketahui sebagaimana mestinya. (Ibn Katsir: 2000).
Baca juga: Khasiat Daun Bidara, Sering Dipakai Ruqyah Oleh Salafus Saleh
Berdasarkan catatan sejarah, tanaman Adas berasal dari India dan telah menjadi makanan manusia sejak masa Neolitik (zaman batu muda) yang berakhir pada tahun 1900 sebelum masehi.
Meski dalam pandangan yang lain, pohon sidr sebenarnya dapat diasosiasikan kepada dua kelompok jenis tumbuhan. Pertama, pohon Cedar yang berasal dari marga cedrus. Kedua, pohon Lote atau Hackbarry yang berasal dari marga Celtis. (LPMA: 2010).
Namun setidaknya data-data di atas menunjukkan kebenaran pohon bidara yang ditemukan saat ini dengan apa yang dimaksud oleh al-Qur’an.
Pohon bidara adalah tanaman surga. Hal ini dapat dilihat melalui narasi penyebutan sidrah al-muntaḥā dalam al-Qur’an. Term sidrah al-muntaḥā ini erat kaitannya dengan perjalanan supranatural Nabi saat Isra’ Mi’raj di mana ketika beliau diangkat ke tingkatan tersebut, kemudian beliau menyaksikan banyak hal yang berkaitan dengan surga dan neraka.
Tumbuhan ini sering diambil daunnya untuk digunakan sebagai obat herbal yang dinilai ampuh mengatasi berbagai jenis gangguan kesehatan, misalnya mengeringkan luka diabetes, mempercepat penyembuhan luka, meredakan wasir, meredakan gangguan lambung, sampai dengan mengobati keputihan.
9. Kacang Adas
Kacang Adas (Lens culinaris) atau dalam bahasa Inggris disebut sebagai lentil merupakan salah-satu di antara jenis tanaman bijian-bijian yang disebut dalam al-Qur’an.
Al-Qur’an menyebutkan kata ‘Adas hanya di satu tempat, yakni dalam Surat Al-Baqarah ayat 61 .
وَإِذۡ قُلۡتُمۡ يَٰمُوسَىٰ لَن نَّصۡبِرَ عَلَىٰ طَعَامٖ وَٰحِدٖ فَٱدۡعُ لَنَا رَبَّكَ يُخۡرِجۡ لَنَا مِمَّا تُنۢبِتُ ٱلۡأَرۡضُ مِنۢ بَقۡلِهَا وَقِثَّآئِهَا وَفُومِهَا وَعَدَسِهَا وَبَصَلِهَاۖ قَالَ أَتَسۡتَبۡدِلُونَ ٱلَّذِي هُوَ أَدۡنَىٰ بِٱلَّذِي هُوَ خَيۡرٌۚ ٱهۡبِطُواْ مِصۡرٗا فَإِنَّ لَكُم مَّا سَأَلۡتُمۡۗ وَضُرِبَتۡ عَلَيۡهِمُ ٱلذِّلَّةُ وَٱلۡمَسۡكَنَةُ وَبَآءُو بِغَضَبٖ مِّنَ ٱللَّهِۗ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمۡ كَانُواْ يَكۡفُرُونَ بَِٔايَٰتِ ٱللَّهِ وَيَقۡتُلُونَ ٱلنَّبِيِّۧنَ بِغَيۡرِ ٱلۡحَقِّۗ ذَٰلِكَ بِمَا عَصَواْ وَّكَانُواْ يَعۡتَدُونَ ٦١
"Dan (ingatlah), ketika kamu berkata, “Wahai Musa! Kami tidak tahan hanya (makan) dengan satu macam makanan saja, maka mohonkanlah kepada Tuhan-mu untuk kami, agar Dia Memberi kami apa yang ditumbuhkan bumi, seperti: sayur-mayur, mentimun, bawang putih, kacang adas dan bawang merah.” Dia (Musa) menjawab, “Apakah kamu meminta sesuatu yang buruk sebagai ganti dari sesuatu yang baik? Pergilah ke suatu kota, pasti kamu akan memperoleh apa yang kamu minta.” Kemudian mereka ditimpa kenistaan dan kemiskinan, dan mereka (kembali) mendapat kemurkaan dari Allah. Hal itu (terjadi) karena mereka mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa hak (alasan yang benar). Yang demikian itu karena mereka durhaka dan melampaui batas."
Beberapa tafsir semisal Tafsir Jalalain, maupun tafsir Baghawi tidak menyebutkan secara jelas kata ‘Adas yang terdapat dalam surat tersebut. Salah satu keterangan yang dapat dirujuk dalam hal ini yakni pandangan dari Imam Ibn Katsir bahwa tanaman Adas merupakan tanaman yang diketahui sebagaimana mestinya. (Ibn Katsir: 2000).
Baca juga: Khasiat Daun Bidara, Sering Dipakai Ruqyah Oleh Salafus Saleh
Berdasarkan catatan sejarah, tanaman Adas berasal dari India dan telah menjadi makanan manusia sejak masa Neolitik (zaman batu muda) yang berakhir pada tahun 1900 sebelum masehi.
Lihat Juga :