Abu Nawas Ternyata Perenang yang Tangguh, Baginda Berdecak Kagum
Kamis, 04 Juni 2020 - 09:12 WIB
loading...
A
A
A
Abu Nawas tidak bisa berkutik. Dia tergagap. Kemudian dengan sangat terpaksa dia berujar, "Ya, saya akan mengerjakannya, Yang Mulia."
Pertemuan selesai. Abu Nawas menggerutu begitu meninggalkan istana. Kepalanya tiba-tiba menjadi berat. Susah diajak berpikir. Asam lambungnya juga naik, tanda stres sedang hinggap.
Selanjutnya si cerdik ini berjalan gontai ke pantai. Ia memandangi teluk yang luas itu. Beberapa kali ia menarik nafas dalam-dalam. Pikirannya masih kalut, ketika ia akhirnya duduk di bawah sebuah pohon palem. Dia mencoba mencari ide menyiasati misi yang mustahil itu.
Baca Juga: Baginda Percaya Nggak Percaya, Abu Nawas Bisa ke Bulan
Pada waktu itu ia melihat pakaian anak-anak tergeletak di atas bebatuan di sampingnya. "Di mana anak itu? mereka pasti berenang di pantai," gumam Abu Nawas. Seketika itu juga, kepala Abu Nawas tiba-tiba enteng. Asam lambungnya normal-normal saja. Cuma hanya kepingin makan yang enak-enak. Senyumnya pun terkembang. Nampaknya ia telah menemukan ide cemerlang.
Baca juga: Cara Aneh Abu Nawas Memasak, Baginda Jadi Kelaparan
Abu Nawas lalu pulang dan bangun pagi-pagi sekali pada hari berikutnya. Dia segera pergi ke pantai. Sambil tersenyum, Abu Nawas melepaskan pakaian dan cincinnya lalu meletakkannya di pasir. Ia juga melepaskan sepatunya dan meletakkannya di samping pakaiannya. Setelah itu, Abu Nawas kembali lagi ke rumah.
Satu jam kemudian raja dan para menterinya datang ke pantai. Mereka terkaget-kaget ketika mengetahui ada pakaian Abu Nawas yang teronggok di atas pasir. Mereka pun berspekulasi, Abu Nawas sedang berenang mengarungi laut untuk mencapai teluk. "Luar biasa, ini orang," gumam Baginda geleng-geleng kepala.
Baca juga: Ketika Nasruddin Hoja Tidak Konsisten Lagi
Tapi sebagian dari mereka meragukan kalau Abu Nawas yang punya kemampuan berenang pas-pasan berani mengarungi laut. Untuk membuktikan rasa penasaran, mereka semua akhirnya sepakat untuk mendatangi rumah Abu Nawas.
Pertemuan selesai. Abu Nawas menggerutu begitu meninggalkan istana. Kepalanya tiba-tiba menjadi berat. Susah diajak berpikir. Asam lambungnya juga naik, tanda stres sedang hinggap.
Selanjutnya si cerdik ini berjalan gontai ke pantai. Ia memandangi teluk yang luas itu. Beberapa kali ia menarik nafas dalam-dalam. Pikirannya masih kalut, ketika ia akhirnya duduk di bawah sebuah pohon palem. Dia mencoba mencari ide menyiasati misi yang mustahil itu.
Baca Juga: Baginda Percaya Nggak Percaya, Abu Nawas Bisa ke Bulan
Pada waktu itu ia melihat pakaian anak-anak tergeletak di atas bebatuan di sampingnya. "Di mana anak itu? mereka pasti berenang di pantai," gumam Abu Nawas. Seketika itu juga, kepala Abu Nawas tiba-tiba enteng. Asam lambungnya normal-normal saja. Cuma hanya kepingin makan yang enak-enak. Senyumnya pun terkembang. Nampaknya ia telah menemukan ide cemerlang.
Baca juga: Cara Aneh Abu Nawas Memasak, Baginda Jadi Kelaparan
Abu Nawas lalu pulang dan bangun pagi-pagi sekali pada hari berikutnya. Dia segera pergi ke pantai. Sambil tersenyum, Abu Nawas melepaskan pakaian dan cincinnya lalu meletakkannya di pasir. Ia juga melepaskan sepatunya dan meletakkannya di samping pakaiannya. Setelah itu, Abu Nawas kembali lagi ke rumah.
Satu jam kemudian raja dan para menterinya datang ke pantai. Mereka terkaget-kaget ketika mengetahui ada pakaian Abu Nawas yang teronggok di atas pasir. Mereka pun berspekulasi, Abu Nawas sedang berenang mengarungi laut untuk mencapai teluk. "Luar biasa, ini orang," gumam Baginda geleng-geleng kepala.
Baca juga: Ketika Nasruddin Hoja Tidak Konsisten Lagi
Tapi sebagian dari mereka meragukan kalau Abu Nawas yang punya kemampuan berenang pas-pasan berani mengarungi laut. Untuk membuktikan rasa penasaran, mereka semua akhirnya sepakat untuk mendatangi rumah Abu Nawas.
Lihat Juga :