Abu Dzar Al-Ghifari (7-Habis): Akhir yang Pilu dan Nubuat Rasulullah SAW

Sabtu, 23 Oktober 2021 - 15:23 WIB
loading...
A A A
Nubuat Rasulullah
Khalid Muhammad Khalid dalam bukunya berjudul Karakteristik Perihidup 60 Sahabat Rasulullah menceritakan pada waktu perang Tabuk, tahun 9 Hijriyah, Rasulullah beserta sahabat sedang dalam perjalanan dalam rangka menghadang pasukan Romawi yang telah berkumpul di suatu tempat. Karena medan yang sulit dan cuaca yang teramat panas terik, dan ada beberapa Muslim yang pergi belakangan, maka rombongan pasukan Muslim menjadi terpisah-pisah.

Begitu pula dengan Abu Dzar, dia terpisah dari rombongan utama karena keledainya melambat. Keledai tersebut kelelahan karena perjalanan yang panjang ditambah terik matahari membuatnya kelaparan dan kehausan. Maka Abu Dzar memutuskan untuk berjalan kaki saja, lalu dipikulnya sendiri barang-barangnya. Dia mempercepat langkahnya agar dapat segera menyusul Rasulullah SAW.

Di suatu pagi, kaum Muslimin tengah beristirahat di suatu tempat, tiba-tiba salah seorang melihat kepulan debu di kejauhan, sedang di depannya terlihat seorang lelaki yang berjalan cepat. “Wahai Rasulullah, itu ada seorang lelaki berjalan seorang diri!” serunya.

“Mudah-mudahan orang itu Abu Dzar,” kata Rasulullah.

Setelah dia dekat dengan rombongan, seseorang berseru, “Wahai Rasulullah! Demi Allah dia Abu Dzar!”

Tibalah Abu Dzar di hadapan Rasulullah dengan wajah gembira. Maka tersenyumlah Rasulullah, senyuman yang menyiratkan kesantunan dan belas kasihan, seraya berkata:

“Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada Abu Dzar. Dia berjalan sebatang kara, meninggal sebatang kara, dan dibangkitkan nanti sebatang kara.”

Setelah lebih dari 20 tahun lalu sejak kejadian tersebut, Abu Dzar wafat di padang pasir Rabzah sebatang kara, setelah sebatang kara dia menempuh hidup yang luar biasa yang seorangpun tidak dapat menyamainya.

Dan dalam lembaran sejarah, dia muncul hanya sebatang kara—yakni orang satu-satunya—baik dalam keagungan zuhud maupun keluhuran cita, dan kemudian dia akan dibangkitkan di sisi Allah sebagai tokoh satu-satunya juga, karena dengan segala amalannya, tidak ada seorang pun yang memadai untuk berdampingan dengannya.

Baca juga: Abu Dzar al-Ghifari (4): Ketika Suriah Berubah Jadi Sel-Sel Lebah yang Temukan Ratunya
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Utsman bin Affan...
Kisah Utsman bin Affan Merobohkan Masjid Nabawi, Bangun Ulang Menjadi Megah
Menjadikan Rasulullah...
Menjadikan Rasulullah SAW sebagai Kiblat Ekonomi Umat
Kisah Uwais Al Qarni...
Kisah Uwais Al Qarni : Menggendong Ibunya dari Yaman ke Makkah untuk Melaksanakan Haji
Jejak Sejarah Ibadah...
Jejak Sejarah Ibadah Umrah Rasulullah SAW, Hanya 4 Kali Seumur Hidup
Diplomasi Perang ala...
Diplomasi Perang ala Rasulullah SAW: Strategi Cerdas di Balik Kemenangan
Kisah Sahabat Nabi dari...
Kisah Sahabat Nabi dari Iran : Salman Al Farisi Sempat Menjadi Penjaga Api Agama Majusi
Rekomendasi
Negeri Dongeng yang...
Negeri Dongeng yang Tidak Pernah Ada di Peta Ditemukan di Mesir
Mereka yang Menolak...
Mereka yang Menolak Hadiah Nobel, Ada Terpaksa maupun Sukarela
Teliti Bangkai yang...
Teliti Bangkai yang Dipercaya Peri, Ilmuwan Pastikan Bukan Makhluk dari Bumi
Artikel Terkini
Kenali 7 Ciri Wanita...
Kenali 7 Ciri Wanita yang Tertipu Fitnah Dajjal di Akhir Zaman
Kumpulan Doa Menghadapi...
Kumpulan Doa Menghadapi Fitnah Akhir Zaman, Kaum Muslim Wajib Tahu
Pesugihan untuk Cepat...
Pesugihan untuk Cepat Kaya, Benarkah Bisa Mendatangkan Rezeki? Ini Penjelasan Islam
Pejabat yang Menyesal...
Pejabat yang Menyesal di Hari Kiamat, Siapa Saja Mereka?
Bolehkah Mengejar Jabatan...
Bolehkah Mengejar Jabatan dalam Islam? Ini Penjelasan Hadis dan Kisah Nabi Yusuf AS
Fitnah Kekuasaan: Bahaya...
Fitnah Kekuasaan: Bahaya Jabatan, Mengejar Dunia yang Tiada Akhir
Infografis
10 Ilmuwan Muslim yang...
10 Ilmuwan Muslim yang Mengubah Wajah Ilmu Pengetahuan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved