Teladani, Hayati dan Muliakan Rasulullah dalam Sikap dan Perilaku Hidup
Sabtu, 23 Oktober 2021 - 16:15 WIB
loading...
A
A
A
"Makanya ada istilahukhuwah basyariahyaitu persaudaraan sesama insan, sesama manusia. Ajaran kita ini tidak bisa membedakan maupun melecehkan orang lain sekalipun itu muslim ataupun non-muslim. Maka dari itu ketika ada narasi seperti perlu diluruskan. Jangankan dengan manusia, dengan hewan saja kita juga harus menyayangi,"tegasnya.
Ia menjelaskan kedudukan manusia sebagai makhluk terhormat baik itu muslim ataupun non-muslim, sehingga akan sangat baik jika umat bisa mencermati Piagam Madinah.
Karena di piagam tersebut tersirat bagaimana Islam dibangun oleh Baginda Rasul adalah membangunukhuwahyang menghargai pluralitas, darimanapun golongan manusia itu berasal. Hal ini diatur dalam sebuah piagam untuk hidup harmoni saling menghargai.
"Makanya dalamMaulid Nabi seperti ini, ajaran-ajarannabi terkaitukhuwah wathaniyah ini harus diangkat oleh para mubalig. Karena ajarannabi, seperti yang saya katakan tadi yakni kecintaan kita kepadanabi. Oleh karena itu segala pesan yang disampaikannabi harus kita cintai dan kita ikuti," ujarnya.
Dalam peringatanMaulid Nabi kali ini, Muslihan kembali mengingatkanbagaimana suka cita masyarakat dari tahun ke tahun merayakan kelahiranNabi Muhammaddengan perayaan yang kentaldengankearifan lokal. Menurutnya, inisebagai sesuatu yang perlu terus dilestarikan.
"Misalkan di Lombok itu luar biasa tradisi-tradisi lokal yang dibiasakan dan ditampilkan dalam meluapkan ekspresidankecintaankepada NabiMuhammad. Mereka mengundang saudara-saudara dari berbagai kampung dari berbagai desa untuk bersatu untuk memumpuk rasa solidaritas dan persatuan. Nah dengan perayaan seperti ini yang dibangun selainukhuwah Islamiyahadalahukhuwah wathaniyah," ungkapnya.
Muslihan berpesan kepada masyarakat untuk dapat mengambil hikmah dan pelajaran yang diajarkan oleh para kyai-kyai dalam mencintai NabiMuhammad.
"Ketika kita mencintai ajaran NabiMuhammadyaitu pesan untuk membangun persaudaraan umat Islam. IntinyakepadaumatIslam mari meneladani NabiMuhammad, mencintai ajaranbeliau dankita tuangkan dalam kehidupan kita,"pungkasnya.
Ia menjelaskan kedudukan manusia sebagai makhluk terhormat baik itu muslim ataupun non-muslim, sehingga akan sangat baik jika umat bisa mencermati Piagam Madinah.
Karena di piagam tersebut tersirat bagaimana Islam dibangun oleh Baginda Rasul adalah membangunukhuwahyang menghargai pluralitas, darimanapun golongan manusia itu berasal. Hal ini diatur dalam sebuah piagam untuk hidup harmoni saling menghargai.
"Makanya dalamMaulid Nabi seperti ini, ajaran-ajarannabi terkaitukhuwah wathaniyah ini harus diangkat oleh para mubalig. Karena ajarannabi, seperti yang saya katakan tadi yakni kecintaan kita kepadanabi. Oleh karena itu segala pesan yang disampaikannabi harus kita cintai dan kita ikuti," ujarnya.
Dalam peringatanMaulid Nabi kali ini, Muslihan kembali mengingatkanbagaimana suka cita masyarakat dari tahun ke tahun merayakan kelahiranNabi Muhammaddengan perayaan yang kentaldengankearifan lokal. Menurutnya, inisebagai sesuatu yang perlu terus dilestarikan.
"Misalkan di Lombok itu luar biasa tradisi-tradisi lokal yang dibiasakan dan ditampilkan dalam meluapkan ekspresidankecintaankepada NabiMuhammad. Mereka mengundang saudara-saudara dari berbagai kampung dari berbagai desa untuk bersatu untuk memumpuk rasa solidaritas dan persatuan. Nah dengan perayaan seperti ini yang dibangun selainukhuwah Islamiyahadalahukhuwah wathaniyah," ungkapnya.
Muslihan berpesan kepada masyarakat untuk dapat mengambil hikmah dan pelajaran yang diajarkan oleh para kyai-kyai dalam mencintai NabiMuhammad.
"Ketika kita mencintai ajaran NabiMuhammadyaitu pesan untuk membangun persaudaraan umat Islam. IntinyakepadaumatIslam mari meneladani NabiMuhammad, mencintai ajaranbeliau dankita tuangkan dalam kehidupan kita,"pungkasnya.
(shf)
Lihat Juga :