Shajarat al-Durr, Perempuan Pendiri Dinasti Mamluk yang Berakhir Tragis

Selasa, 26 Oktober 2021 - 05:15 WIB
loading...
A A A
Kedatangannya segera menaikkan moral pasukan yang baru saja dipukul mundur oleh Tentara Salib. Selama sakitnya, Shajarat al-Durr tidak pernah berpisah dengan Sultan. Hingga pada Agustus 1249, Sultan Al Saleh meninggal dunia.

Kecerdasan Shajarat al-Durr berhasil membawanya pada analisis strategis yang rumit tentang apa yang akan terjadi bila berita ini terdengar luas keluar. Moral pasukan bisa tiba-tiba jatuh, dan pasukan Louis IX akan dengan sangat mudah merebut Kairo.

Skenario Konspirasi
Akhirnya ia memutuskan untuk sementara waktu menyembunyikan kabar duka ini, sambil ia memanggil Turan Shah, putra tertua Al Saleh dari istri pertamanya, untuk datang ke Kairo dan mengambil alih kepemimpinan ayahnya. Tapi rentang waktu antara kematian Al Saleh dan kedatangan Turan Shah bukan sebentar. Di sinilah kemudian kepiawaian Shajarat al-Durr terlihat nyata.

Ia memanggil semua orang kepercayaan dan membuat satu skenario konspirasi yang rumit untuk mengamankan rahasia wafatnya Sultan.

Selama masa itu, otoritas negara praktis sepenuhnya berada di bawah kendali Shajarat al-Durr. Hebatnya, skenario ini berjalan mulus, negara baik-baik saja, meskipun ancaman dari luar terus mendesak masuk ke Istana. Dan setelah lebih dari tiga bulan, akhirnya Turan Shah bersama pasukannya tiba dari Turki.

Perintah pertama Shajarat al-Durr kepada putra tirinya ini adalah mengambil alih komando pasukan dan mengalahkan Louis IX. Dengan racikan strategi yang memang sudah matang dipersiapkan oleh Shajarat al-Durr, Turan Shah akhirnya berhasil mengalahkan Pasukan Salib, dan menangkap Louis IX.

Setelah berhasil mengalahkan Pasukan Salib, tahta Kairo kemudian diserahkan kepada Turan Shah yang sekaligus menjadi Sultan Dinasti Ayyubiyah.

Namun situasi mendadak berubah ketika negara diperintah oleh Turan Shah. Ia tidak memiliki kecakapan yang mumpuni, dan tidak disukai oleh rakyatnya.

Situasi politik dalam negeri menjadi semakin kacau ketika Turan Shah lebih mengutamakan pesukan yang dibawanya dari Syiria ketimbang orang-orang Mamluk yang sudah bertahun-tahun menjadi elit di Ayyubiyah.

Gesekan ini berujung pada terbunuhnya Turan Shah pada 2 Mei 1250. Orang-orang Mamluk kemudian menobatkan Shajarat al-Durr sebagai Sultana.

Dengan tewasnya Turan Shah, maka berakhirlah masa Dinasti Ayyubiyah, dan bersamaan dengan itu, diangkatnya Shajarat al-Durr sebagai Sultana, telah menandai lahirnya dinasti Mamluk yang akan memerintah Mesir hingga awal abad ke 19 Masehi.

Baca juga: Patung Kepala Domba Peninggalan Firaun Amenhotep III Ditemukan di Mesir

Tantangan Perempuan
Tak lama setelah Shajarat al-Durr diangkat menjadi Sultan Mesir, tantangan pertamapun datang, yaitu budaya patriarki itu sendiri. Tidak sedikit yang mengecam keputusan yang menempatkan Shajarat al-Durr sebagai “Khilafah” dan memerintah satu areal kekuasaan yang cukup luas pada masanya. Kecaman ini tidak hanya datang dari dalam negeri, tapi juga dari luar negeri.

Salah satu kritik atau kecaman serius datang dari Abbasiyah . Khalifah al-Musta’sim menyatakan: “Kami telah mendengar bahwa Anda diperintah oleh seorang wanita sekarang. Jika Anda kehabisan orang di Mesir, beri tahu kami supaya kami dapat mengirimi Anda seorang pria untuk memerintah Anda.”

Akhirnya, untuk meredam situasi yang kurang kondusif ini, Shajarat al-Durr kemudian menikahi seorang prajurit rendahan bernama Izz al-Din Aybek dari Mamluk, dan memberikan mahkota kepadanya.

Sejarah mencatat, Shajarat al-Durr praktis hanya memerintah selama 80 hari sebagai Sultan Mesir secara de facto maupun de jure, sebelum akhirnya mahkota berpindah ke Izz al-Din Aybek.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Benarkah Islam Agama...
Benarkah Islam Agama Perang? Simak Sejarah Turunnya Perintah Berperang dalam Al-Qur'an
Sejarah Kiswah Kakbah:...
Sejarah Kiswah Kakbah: Dari Beragam Warna hingga Hitam yang Mendunia
Dibangun Lebih dari...
Dibangun Lebih dari Rp1.500 Triliun! 20 Fakta Menakjubkan Masjidil Haram
Jejak Para Singa Allah:...
Jejak Para Singa Allah: Deretan Panglima Perang Terhebat dalam Sejarah Islam
Inilah Penyebab Utama...
Inilah Penyebab Utama Iran Menjadi Negara Syiah
Kisah Runtuhnya Kekaisaran...
Kisah Runtuhnya Kekaisaran Sassaniyah: Transformasi Jati Diri Bangsa Persia di Bawah Islam
Rekomendasi
Riset Terbaru Ungkap...
Riset Terbaru Ungkap Ternyata Bumi Bukan Memiliki 7 Benua
Hampir 2 Juta Petir...
Hampir 2 Juta Petir Menyambar Australia dalam Waktu 24 Jam
Kotoran Manusia Termahal...
Kotoran Manusia Termahal di Dunia Berasal dari Bangsa Viking
Artikel Terkini
Kenali 7 Ciri Wanita...
Kenali 7 Ciri Wanita yang Tertipu Fitnah Dajjal di Akhir Zaman
Kumpulan Doa Menghadapi...
Kumpulan Doa Menghadapi Fitnah Akhir Zaman, Kaum Muslim Wajib Tahu
Pesugihan untuk Cepat...
Pesugihan untuk Cepat Kaya, Benarkah Bisa Mendatangkan Rezeki? Ini Penjelasan Islam
Pejabat yang Menyesal...
Pejabat yang Menyesal di Hari Kiamat, Siapa Saja Mereka?
Bolehkah Mengejar Jabatan...
Bolehkah Mengejar Jabatan dalam Islam? Ini Penjelasan Hadis dan Kisah Nabi Yusuf AS
Fitnah Kekuasaan: Bahaya...
Fitnah Kekuasaan: Bahaya Jabatan, Mengejar Dunia yang Tiada Akhir
Infografis
Abu Musa Jabir Bin Hayyan,...
Abu Musa Jabir Bin Hayyan, Ilmuwan Islam di Bidang Kimia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved