Kisah Hulagu Khan, Pembantai Ribuan Muslim yang Menghapus Dinasti Abbasiyah
Kamis, 28 Oktober 2021 - 18:15 WIB
loading...
A
A
A
Adapun Baghdad adalah perhentian berikutnya dalam daftar ekspedisinya. Melihat besarnya pasukan Mongol, Al-Mustasim sebenarnya sempat mengubah keputusannya. Namun semua sudah terlambat. Pasukan Mongol sudah mengepung kota Baghdad.
Pengepungan kota Baghdad terjadi pada tanggal 29 Januari 1258 M. Tidak banyak halangan berarti dalam perjalanan pasukan Hulagu menuju Baghdad.
Dan begitu tiba, tentara Mongol langsung membangun jejaring pertahanan dan selokan di sekeliling kota Baghdad. Mereka membawa mesin pengepungan, seperti balok pemukul, dan ketapel untuk menyerang tembok kota.
Pada tahap ini, al-Mustasim melakukan upaya terakhir untuk bernegosiasi dengan Hulagu, namun tawaran ini kembali ditolak. Sebagaimana kebiasaannya, bangsa Mongol hanya memberlakukan sekali penawaran pada musuhnya, dan setelah itu, tidak ada lagi peluang untuk bernegosiasi.
Baca juga: Hari Pembebasan Al-Quds, Shalahuddin Al-Ayyubi Menyiapkan Pasukannya Lebih Dari 20 Tahun
Al-Mustasim Menyerah
Akhirnya, pada 10 Februari 1258 M, Al-Mustasim menyerahkan Baghdad ke Hulagu Khan nyaris tanpa perlawanan.
Keputusan ini sangat mengecewakan masyarakat Baghdad, dan bencana pun sudah membayang di depan mata mereka setelah terjadi penyerahan tersebut.
Namun, Hulagu dan gerombolannya tidak berusaha memasuki kota selama tiga hari setelah penyerahan tersebut. Sepertinya ia mengobservasi dan memetakan dengan seksama dinamika di Baghdad. Dan setelah tiga hari, ia memasuki Baghdad bersama pasukannya.
Hal pertama yang dilakukannya adalah menyingkirkan komunitas Kristen Nestorian Baghdad ke tempat aman. Hulagu menyuruh mereka untuk mengunci diri di gereja mereka, dan memerintahkan tentaranya untuk tidak menyentuh mereka.
Keputusan ini dibuat karena mengingat ibu Hulagu dan istri kesayangannya adalah orang Kristen Nestorian.
Dan setelah memastikan komunitas Kristen Nestorian ini selamat, maka Hulagu memberi keputusan yang paling biadab dan paling mengerikan yang dikenal sejarah.
Ia mengizinkan pasukannya melakukan pemerkosaan, penjarahan, dan pembunuhan sepuas-puasnya untuk merayakan kemenangan mereka. Maka tak pelak, Baghdad berubah menjadi arena pembantaian paling brutal.
Selama berhari-hari, baik pria, wanita, maupun anak-anak, masyarakat sipil ataupun tentara dikejar dan dibunuh oleh pasukan Hulagu. Jumlah korban tewas dalam peristiwa ini tidak terhitung dengan pasti.
Para ahli menyebut jumlah 1 juta. Tapi dalam suratnya yang ditujukan kepada Raja Perancis, Louis IX, Hulagu mengklaim membunuh 200.000 orang Baghdad dalam invasi ini.
Baca juga: Khalid bin Walid Punya 70 Sayatan Pedang, Meninggal di Tempat Tidur
Pengepungan kota Baghdad terjadi pada tanggal 29 Januari 1258 M. Tidak banyak halangan berarti dalam perjalanan pasukan Hulagu menuju Baghdad.
Dan begitu tiba, tentara Mongol langsung membangun jejaring pertahanan dan selokan di sekeliling kota Baghdad. Mereka membawa mesin pengepungan, seperti balok pemukul, dan ketapel untuk menyerang tembok kota.
Pada tahap ini, al-Mustasim melakukan upaya terakhir untuk bernegosiasi dengan Hulagu, namun tawaran ini kembali ditolak. Sebagaimana kebiasaannya, bangsa Mongol hanya memberlakukan sekali penawaran pada musuhnya, dan setelah itu, tidak ada lagi peluang untuk bernegosiasi.
Baca juga: Hari Pembebasan Al-Quds, Shalahuddin Al-Ayyubi Menyiapkan Pasukannya Lebih Dari 20 Tahun
Al-Mustasim Menyerah
Akhirnya, pada 10 Februari 1258 M, Al-Mustasim menyerahkan Baghdad ke Hulagu Khan nyaris tanpa perlawanan.
Keputusan ini sangat mengecewakan masyarakat Baghdad, dan bencana pun sudah membayang di depan mata mereka setelah terjadi penyerahan tersebut.
Namun, Hulagu dan gerombolannya tidak berusaha memasuki kota selama tiga hari setelah penyerahan tersebut. Sepertinya ia mengobservasi dan memetakan dengan seksama dinamika di Baghdad. Dan setelah tiga hari, ia memasuki Baghdad bersama pasukannya.
Hal pertama yang dilakukannya adalah menyingkirkan komunitas Kristen Nestorian Baghdad ke tempat aman. Hulagu menyuruh mereka untuk mengunci diri di gereja mereka, dan memerintahkan tentaranya untuk tidak menyentuh mereka.
Keputusan ini dibuat karena mengingat ibu Hulagu dan istri kesayangannya adalah orang Kristen Nestorian.
Dan setelah memastikan komunitas Kristen Nestorian ini selamat, maka Hulagu memberi keputusan yang paling biadab dan paling mengerikan yang dikenal sejarah.
Ia mengizinkan pasukannya melakukan pemerkosaan, penjarahan, dan pembunuhan sepuas-puasnya untuk merayakan kemenangan mereka. Maka tak pelak, Baghdad berubah menjadi arena pembantaian paling brutal.
Selama berhari-hari, baik pria, wanita, maupun anak-anak, masyarakat sipil ataupun tentara dikejar dan dibunuh oleh pasukan Hulagu. Jumlah korban tewas dalam peristiwa ini tidak terhitung dengan pasti.
Para ahli menyebut jumlah 1 juta. Tapi dalam suratnya yang ditujukan kepada Raja Perancis, Louis IX, Hulagu mengklaim membunuh 200.000 orang Baghdad dalam invasi ini.
Baca juga: Khalid bin Walid Punya 70 Sayatan Pedang, Meninggal di Tempat Tidur
Lihat Juga :