4 Menu Minuman Penghuni Neraka, Ternyata Ada yang Dingin
Jum'at, 29 Oktober 2021 - 19:15 WIB
loading...
A
A
A
Ghassaq
Selain minuman hamim ada juga minuman ghassaq. Minuman jenis ini disebutkan Al-Quran dalam surat Shad ayat 57:
“Inilah (azab neraka), biarlah mereka merasakannya, (minuman mereka) air yang sangat panas dan air yang sangat dingin.” ( QS Shad : 57 )
Ar-Razi dalam Mafatih al-Ghayb menjelaskan bahwa sifat ghassaq ini dingin karena dalam Bahasa Arab kata ini digunakan untuk memberikan keterangan kondisi sore hari ketika matahari tidak lagi menyengat tubuh manusia. Namun yang pasti dinginnya ghassaq ini sangat menyengat dan menyiksa tubuh.
Munasbah ayat yang menjelaskan ghassaq ini masih berkaitan dengan penjelasan hamim. Ketika penduduk neraka meminum air hamim yang sangat mendidih itu mereka mencari air yang bisa menyejukkan. Namun, ternyata yang didapatkan adalah ghassaq, minuman yang sama sekali tidak menyejukkan, malah memperparah keadaan mereka.
Baca juga: Gus Baha: 6 Kunci Membuka Surga Sekaligus Menangkal Neraka
Ghislin
Ghislin disebutkan dalam Al-Quran pada surat Al-Haqqah ayat 36 :
“Dan tiada (pula) makanan sedikitpun (baginya) kecuali dari darah dan nanah.”
Al-Maraghi menjelaskan bahwa ghislin adalah makanan neraka yang berasal dari darah dan nanah tubuh penduduk neraka.
Senada dengan pedapat tersebut Ar-Razi dalam kitab tafsirnya Mafatih al-Ghayb menjelaskan bahwa ghislin adalah makanan yang berasal dari darah dari kulit ahli neraka.
Laman Tafsir Al-Qur'an menjelaskan kata ghislin sendiri berasal dari kata ghasala yang artinya sesuatu kotoran yang keluar ketika seseorang membasuh tubuhnya. Maka bisa diibaratkan bahwa ghislin adalah sesuatu yang dikonsumsi penghuni neraka yang bersumber dari kulit mereka seperti nanah dan lainnya.
Selain minuman hamim ada juga minuman ghassaq. Minuman jenis ini disebutkan Al-Quran dalam surat Shad ayat 57:
هَٰذَا فَلْيَذُوقُوهُ حَمِيمٌ وَغَسَّاقٌ
“Inilah (azab neraka), biarlah mereka merasakannya, (minuman mereka) air yang sangat panas dan air yang sangat dingin.” ( QS Shad : 57 )
Ar-Razi dalam Mafatih al-Ghayb menjelaskan bahwa sifat ghassaq ini dingin karena dalam Bahasa Arab kata ini digunakan untuk memberikan keterangan kondisi sore hari ketika matahari tidak lagi menyengat tubuh manusia. Namun yang pasti dinginnya ghassaq ini sangat menyengat dan menyiksa tubuh.
Munasbah ayat yang menjelaskan ghassaq ini masih berkaitan dengan penjelasan hamim. Ketika penduduk neraka meminum air hamim yang sangat mendidih itu mereka mencari air yang bisa menyejukkan. Namun, ternyata yang didapatkan adalah ghassaq, minuman yang sama sekali tidak menyejukkan, malah memperparah keadaan mereka.
Baca juga: Gus Baha: 6 Kunci Membuka Surga Sekaligus Menangkal Neraka
Ghislin
Ghislin disebutkan dalam Al-Quran pada surat Al-Haqqah ayat 36 :
وَلَا طَعَامٌ إِلَّا مِنْ غِسْلِينٍ
“Dan tiada (pula) makanan sedikitpun (baginya) kecuali dari darah dan nanah.”
Al-Maraghi menjelaskan bahwa ghislin adalah makanan neraka yang berasal dari darah dan nanah tubuh penduduk neraka.
Senada dengan pedapat tersebut Ar-Razi dalam kitab tafsirnya Mafatih al-Ghayb menjelaskan bahwa ghislin adalah makanan yang berasal dari darah dari kulit ahli neraka.
Laman Tafsir Al-Qur'an menjelaskan kata ghislin sendiri berasal dari kata ghasala yang artinya sesuatu kotoran yang keluar ketika seseorang membasuh tubuhnya. Maka bisa diibaratkan bahwa ghislin adalah sesuatu yang dikonsumsi penghuni neraka yang bersumber dari kulit mereka seperti nanah dan lainnya.
Lihat Juga :