Tobat Hasan Al-Basri Pedagang Permata dan Putra Kaisar yang Meninggal
Jum'at, 05 November 2021 - 17:31 WIB
loading...
A
A
A
Hasan al-Basri merasa sangat keheranan melihat kejadian-kejadian itu, dia bertanya-tanya kepada dirinya sendiri, “Apa maksud dari semua ini?”
Baca juga: Membandingkan Karamah Habib al-Ajami dan Pengetahuan Imam Hasan Al-Basri
Hasan lalu bertanya kepada Perdana Menteri. Menteri kemudian bercerita, bahwa dulu Kaisar memiliki seorang putra tampan yang menguasai berbagai cabang ilmu pengetahuan dan tidak seorang pun yang dapat menandinginya.
Kaisar sangat sayang kepada putranya itu. Namun tanpa diduga-diduga, putranya jatuh sakit. Semua tabib, semahir apa pun tidak dapat menyembuhkannya.
Di bawah tenda itulah tempat sang putra terbaring sakit, dan di tempat itu pula dia akhirnya dimakamkan. Kini, setiap tahun orang-orang datang untuk menziarahi makamnya.
Kemudian sekelompok pasukan yang tadi pergi datang kembali, mereka berkata, “Wahai putra mahkota, seandainya malapetaka yang menimpa dirimu ini terjadi di medan pertempuran, kami semua akan mengorbankan jiwa raga kami untuk menyelamatkanmu. Tetapi malapetaka yang menimpamu ini datang dari Dia yang tidak sanggup kami perangi dan tidak dapat kami tentang.” Setelah berkata demikian, mereka pun pergi kembali.
Setelahnya, tibalah giliran para ahli filsafat dan cerdik pandai, mereka berkata, “Malapetaka yang menimpa dirimu ini datang dari Dia yang tidak dapat kami lawan dengan ilmu pengetahuan, filsafat, dan tipu muslihat.
Karena semua falsafah di atas muka bumi ini tidak berdaya menghadapi-Nya dan semua cerdik pandai hanya seperti orang-orang dungu di hadapan-Nya. Jika tidak demikian halnya, kami akan berusaha dengan mengajukan dalil-dalil yang tidak dapat dibantah oleh siapapun di alam semesta ini.”
Setelahnya, sama seperti sebelumnya dengan para prajurit, mereka pun pergi kembali.
Baca juga: Seorang Laki-laki Mengeluh kepada Imam Hasan Al-Bashri, Begini Kisahnya
Peziarah yang datang selanjutnya adalah orang-orang tua yang mulia dan perempuan-perempuan cantik yang berhiaskan emas dan permata.
Baca juga: Membandingkan Karamah Habib al-Ajami dan Pengetahuan Imam Hasan Al-Basri
Hasan lalu bertanya kepada Perdana Menteri. Menteri kemudian bercerita, bahwa dulu Kaisar memiliki seorang putra tampan yang menguasai berbagai cabang ilmu pengetahuan dan tidak seorang pun yang dapat menandinginya.
Kaisar sangat sayang kepada putranya itu. Namun tanpa diduga-diduga, putranya jatuh sakit. Semua tabib, semahir apa pun tidak dapat menyembuhkannya.
Di bawah tenda itulah tempat sang putra terbaring sakit, dan di tempat itu pula dia akhirnya dimakamkan. Kini, setiap tahun orang-orang datang untuk menziarahi makamnya.
Kemudian sekelompok pasukan yang tadi pergi datang kembali, mereka berkata, “Wahai putra mahkota, seandainya malapetaka yang menimpa dirimu ini terjadi di medan pertempuran, kami semua akan mengorbankan jiwa raga kami untuk menyelamatkanmu. Tetapi malapetaka yang menimpamu ini datang dari Dia yang tidak sanggup kami perangi dan tidak dapat kami tentang.” Setelah berkata demikian, mereka pun pergi kembali.
Setelahnya, tibalah giliran para ahli filsafat dan cerdik pandai, mereka berkata, “Malapetaka yang menimpa dirimu ini datang dari Dia yang tidak dapat kami lawan dengan ilmu pengetahuan, filsafat, dan tipu muslihat.
Karena semua falsafah di atas muka bumi ini tidak berdaya menghadapi-Nya dan semua cerdik pandai hanya seperti orang-orang dungu di hadapan-Nya. Jika tidak demikian halnya, kami akan berusaha dengan mengajukan dalil-dalil yang tidak dapat dibantah oleh siapapun di alam semesta ini.”
Setelahnya, sama seperti sebelumnya dengan para prajurit, mereka pun pergi kembali.
Baca juga: Seorang Laki-laki Mengeluh kepada Imam Hasan Al-Bashri, Begini Kisahnya
Peziarah yang datang selanjutnya adalah orang-orang tua yang mulia dan perempuan-perempuan cantik yang berhiaskan emas dan permata.
Lihat Juga :