Kisah Sufi Tiga Cincin Permata sebagai Bukti Pewaris
Senin, 15 November 2021 - 14:05 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Kisah Sufi Mencari Makna Merak dan Ular
Sementara itu, para pendukung ketiga cincin itu mengulang-ulang kisah leluhurnya mengenai kegunaannya, masing-masing dengan cara yang sedikit berbeda.
Kelompok pertama beranggapan bahwa mereka telah menemukan harta karun itu.
Kelompok kedua menduga bahwa kisah harta itu hanya kiasan belaka.
Kelompok ketiga mengesampingkan kemungkinan terbukanya pintu itu ke arah masa depan bayang-bayang yang sangat jauh dan tak terjangkau.
Idries Shah mengatakan kisah ini, yang oleh beberapa orang dianggap merujuk pada tiga agama: Yahudi, Kristen, dan Islam, muncul dalam bentuk yang agak berbeda dalam karya-karya Boccacio, Gesta Romanorum dan Decamerun.
Versi di atas, kata Idries Shah, konon merupakan jawaban dari salah seorang guru Sufi tarekat Suhrawardi, atau pertanyaan mengenai keunggulan relatif berbagai agama. Beberapa pengulas menemukan di dalamnya asal-usul karangan Swift, "Kisah Sebuah Bak Mandi" (Tale of a Tub).
Kisah ini dikenal juga sebagai Kisah Penuntun tentang Rahasia Agung.
Kisah ini juga telah diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia dengan judul "Tiga Cincin Permata" dalam buku berjudul Harta Karun dari Timur Tengah - Kisah Bijak Para Sufi- oleh Ahmad Bahar. Selanjutnya juga oleh Sapardi Djoko Damono dalam buku Kisah-Kisah Sufi, Kumpulan Kisah Nasehat Para Guru Sufi Selama Seribu Tahun yang Lampau.
Baca juga: Kisah Sufi Tapabrata Malik Dinar dan Utusan Sang Guru Tersembunyi
Sementara itu, para pendukung ketiga cincin itu mengulang-ulang kisah leluhurnya mengenai kegunaannya, masing-masing dengan cara yang sedikit berbeda.
Kelompok pertama beranggapan bahwa mereka telah menemukan harta karun itu.
Kelompok kedua menduga bahwa kisah harta itu hanya kiasan belaka.
Kelompok ketiga mengesampingkan kemungkinan terbukanya pintu itu ke arah masa depan bayang-bayang yang sangat jauh dan tak terjangkau.
Idries Shah mengatakan kisah ini, yang oleh beberapa orang dianggap merujuk pada tiga agama: Yahudi, Kristen, dan Islam, muncul dalam bentuk yang agak berbeda dalam karya-karya Boccacio, Gesta Romanorum dan Decamerun.
Versi di atas, kata Idries Shah, konon merupakan jawaban dari salah seorang guru Sufi tarekat Suhrawardi, atau pertanyaan mengenai keunggulan relatif berbagai agama. Beberapa pengulas menemukan di dalamnya asal-usul karangan Swift, "Kisah Sebuah Bak Mandi" (Tale of a Tub).
Kisah ini dikenal juga sebagai Kisah Penuntun tentang Rahasia Agung.
Kisah ini juga telah diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia dengan judul "Tiga Cincin Permata" dalam buku berjudul Harta Karun dari Timur Tengah - Kisah Bijak Para Sufi- oleh Ahmad Bahar. Selanjutnya juga oleh Sapardi Djoko Damono dalam buku Kisah-Kisah Sufi, Kumpulan Kisah Nasehat Para Guru Sufi Selama Seribu Tahun yang Lampau.
Baca juga: Kisah Sufi Tapabrata Malik Dinar dan Utusan Sang Guru Tersembunyi
(mhy)
Lihat Juga :