Saat Rasulullah Merasakan Sakaratul Maut, Begini Kata Beliau
Senin, 15 November 2021 - 23:31 WIB
loading...
Sakaratul maut yang dialami Rasulullah bukanlah sebuah kehinaan, tetapi sebagai pengangkat derajat dan kedudukan di sisi Allah. Foto/Ist
A
A
A
Setiap yang bernyawa pasti merasakan maut (mati), tidak terkecuali para Nabi dan Rasul. Sakaratul maut adalah proses keluarnya ruh dari jasad.
Peristiwa ini sangat menyakitkan meski ada pengecualian bagi orang yang dikehendaki Allah berupa kematian yang mudah. Sakaratul maut yang menjadi proses perpisahan jasad dengan ruh diterangkan Allah dalam firman-Nya:
وَجَآءَتْ سَكْرَةُ الْمَوْتِ بِالْحَقِّ ذَلِكَ مَاكُنتَ مِنْهُ تَحِيدُ
"Dan datanglah Sakaratul Maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari darinya". (QS Qaaf: 19)
Kemudian ayat:
كَلآ إِذَا بَلَغَتِ التَّرَاقِيَ {26} وَقِيلَ مَنْ رَاقٍ {27} وَظَنَّ أَنَّهُ الْفِرَاقُ {28}
"Sekali-kali tidak. Apabila nyawa telah sampai kerongkongan. Dan dikatakan (kepada yang menjalani sakaratul maut): 'Siapakah yang dapat menyembuhkan'. Dan dia yakin bahwa sesungguhnya itulah waktu perpisahan". (QS Al Qiyamah: 26-28)
Menurut Dewan Konsultasi Bimbingan Islam, Ustaz Rosyid Abu Rosyidah dilansir dari bimbinganislam menjelaskan, Sakaratul Maut bagi orang beriman secara umum adalah mudah. Allah menyatakan secara tegas dalam firman-Nya bahwa para Malaikat menghampiri orang-orang yang beriman, dengan mengatakan janganlah takut dan sedih serta membawa berita gembira tentang surga.
إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلاَئِكَةُ أَلآتَخَافُوا وَلاَتَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنتُمْ تُوعَدُونَ {30}
"Sesungguhnya orang-orang yang berkata: 'Rabb kami adalah Allah kemudian mereka beristiqomah, maka para Malaikat turun kepada mereka (sembari berkata): 'Janganlah kamu bersedih dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu". (QS Fushshilat: 30)
Peristiwa ini sangat menyakitkan meski ada pengecualian bagi orang yang dikehendaki Allah berupa kematian yang mudah. Sakaratul maut yang menjadi proses perpisahan jasad dengan ruh diterangkan Allah dalam firman-Nya:
وَجَآءَتْ سَكْرَةُ الْمَوْتِ بِالْحَقِّ ذَلِكَ مَاكُنتَ مِنْهُ تَحِيدُ
"Dan datanglah Sakaratul Maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari darinya". (QS Qaaf: 19)
Kemudian ayat:
كَلآ إِذَا بَلَغَتِ التَّرَاقِيَ {26} وَقِيلَ مَنْ رَاقٍ {27} وَظَنَّ أَنَّهُ الْفِرَاقُ {28}
"Sekali-kali tidak. Apabila nyawa telah sampai kerongkongan. Dan dikatakan (kepada yang menjalani sakaratul maut): 'Siapakah yang dapat menyembuhkan'. Dan dia yakin bahwa sesungguhnya itulah waktu perpisahan". (QS Al Qiyamah: 26-28)
Menurut Dewan Konsultasi Bimbingan Islam, Ustaz Rosyid Abu Rosyidah dilansir dari bimbinganislam menjelaskan, Sakaratul Maut bagi orang beriman secara umum adalah mudah. Allah menyatakan secara tegas dalam firman-Nya bahwa para Malaikat menghampiri orang-orang yang beriman, dengan mengatakan janganlah takut dan sedih serta membawa berita gembira tentang surga.
إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلاَئِكَةُ أَلآتَخَافُوا وَلاَتَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنتُمْ تُوعَدُونَ {30}
"Sesungguhnya orang-orang yang berkata: 'Rabb kami adalah Allah kemudian mereka beristiqomah, maka para Malaikat turun kepada mereka (sembari berkata): 'Janganlah kamu bersedih dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu". (QS Fushshilat: 30)
Lihat Juga :