Mabuk Cinta, Perbuatan yang Paling Keras Azab dan Sedikit Pahalanya?

loading...
Adakah kerusakan yang lebih besar daripadanya? Dijelaskan Syaikh Muhammad bin Ibrahim al-Hamd, kerusakan paling berbahaya akibat melakukan kemaksiatan itu adalah kesengsaraan jiwa atau kematian, sebagai akibat melakukan apa yang diharamkan. Kalau tidak demikian, maka menahan diri dari perbuatan ini dapat membuahkan kesuksesan dan keselamatan.

Obat Mabuk Cinta

Meskipun masalah mabuk asmara ini merupakan masalah pelik dan sulit untuk dapat terlepas dari jeratannya, namun untuk bisa bebas dan terlepas darinya bukanlah perkara yang tidak mungkin atau mustahil. Sebab, setiap penyakit pasti ada obatnya dan setiap obat tidak akan bermanfaat kecuali apabila sesuai dengan penggunaannya.

Oleh karena itu, apabila orang terjangkit penyakit ini condong kepada satu obat yang mujarab, kemudian berusaha mencarinya, niscaya ia akan menggapai apa yang ia cita-citakan dan akan mendapat bantuan untuk merealisasikan cita-citanya itu. Kalau tidak demikian, maka penyakitnya akan sulit diobati, bahkan bisa jadi akan bertambah parah.

Ibnul Jauzi rahimahullah berkata : "Obat hanya akan menyembuhkan bagi siapa yan mau menerimanya. Adapun orang yang menolaknya, maka obat tersebut tidak akan bermanfaat baginya."

Pada masalah penyakit hati karena cinta itu, disebutkan secara umum beberapa sebab yang dapat membantu seseorang untuk meninggalkan kebiasaan melakukan kemaksiatan ini, yaitu dengan cara :

1. Berdoa'

Berdoa, yang dilakukan dengan merendahkan diri dan bersungguh-sungguh memohon kepada Allah SWT, benar-benar mengharapkan-Nya dengan penuh keikhlasan dan memohon ampunan-Nya. Sungguh orang yang ditimpa oleh penyakit ini termasuk orang yang dalam keadaan terhimpit, sedang Allah SWT. mengabulkan permintaan orang yang berada dalam keadaan darurat apabila ia memohon kepada-Nya.

2. Menundukkan pandangan

Ibnul Jauzi rahimahullah berkata : "Orang yang secara tidak sengaja memandang sesuatu yang ia anggap baik, kemudian merasakan kenikmatan memandangnya, padahal perbuatan itu haram, maka wajib baginya untuk memalingkan pandangan. Ketika ia mengulangi pandangannya atau terus memandangnya, maka ia telah terjatuh pada perbuatan tercela, baik menurut agama maupun akal.

Jika ditanyakan oleh seseorang : "Apabila perasaan cinta muncul pada pandangan pertama, lalu mengapa orang yang memandang harus dicela?"

Jawabannya adalah : " Apabila tatapan itu hanya sekilas, niscaya tidak akan menumbuhkan rasa cinta. Pandangan yang dapat menumbuhkan perasaan cinta adalah pandangan yang terus-menerus terhadap objek yang dipandang, dengan ukuran yang sekiranya dapat menumbuhkan perasaan itu. Perbuatan ini dilarang. Seandainya perasaan cinta timbul karena pandangan pertama yang hanya sekilas tersebut, maka tidak akan mudah untuk dapat mengatasinya."

Orang tersebut bertanya lagi : "Apakah obat mabuk asmara apabila perasaan muncul pada pandangan pertama?"

Jawabannya adalah : "Obatnya adalah memalingkan pandangan mata dari objek yang dipandang. Satu pandangan mata sama seperti biji-bijian yang ditebarkan di atas tanah; apabila biji-bijian itu tidak disirami dan diperhatikan, maka ia tidak akan tumbuh. Namun, apabila disirami, niscaya ia akan tumbuh segar. Demikian juga dengan tatapan mata."

Beliau juga berkata : "Apabila seseorang terbiasa mengulangi tatapan mata, maka tatapan kedualah yang harus dikhawatirkan dan harus dijaga. Oleh karena itu, janganlah meremehkannya karena bisa jadi pandangan itu meninggalkan sayatan cinta yang menyakitkan."

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata : "Maka dari itu, hendaklah orang yang berakal tidak menceburkan diri ke dalam mabuk asmara supaya ia tidak terjerumus kepada semua kerusakan ini atau sebagiannya. Barang siapa melakukannya berarti ia mengaja menjerumuskan dirinya yang telah tertipu oleh jiwanya. Apabila jiwanya hancur, maka dialah yang menghancurkannya. Seandainya kalau bukan karena terlalu sering memandang wajah kekasihnya dan karena keinginannya yang kuat untuk selalu dapat menghubunginya, niscaya perasaan cinta itu tidak akan pernah tumbuh dalam hatinya."

3. Merenung dan selalu mengingat Allah
4. Menjauh dari orang yang dicintai
5. Menyibukkan diri dengan hal-hal yang bermanfaat
6. Menikah
7. Sering mengunjungi orang sakit
8. Mengikuti majelis zikir
9. Berkemauan keras untuk menekan hawa nafsu
10. Jangan pernah meninggalkan salat
Hendaklah orang yang dimabuk asmara senantiasa melaksanakan salat, khusyu' di dalamnya, serta menyempurnakan rukun-rukunnya baik secara lahir maupun batin.

Allah Ta'ala berfirman :
ٱتْلُ مَآ أُوحِىَ إِلَيْكَ مِنَ ٱلْكِتَٰبِ وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ ۖ إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ تَنْهَىٰ عَنِ ٱلْفَحْشَآءِ وَٱلْمُنكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ ٱللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

"Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah salat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (salat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS Al-Ankabut : 45)

Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata: "Sesungguhnya dalam salat itu terdapat pencegahan terhadap perkara-perkara yang dibenci, yaitu keburukan dan kemunkaran. Selain itu di dalamnya juga terdapat kenikmatan yang paling lezat yaitu berzikir kepada Allah Ta'ala".

Baca juga: Kewajiban Menuntut Ilmu bagi Muslimah, di Luar atau di Rumah?
halaman ke-2
cover top ayah
لَا يَغُرَّنَّكَ تَقَلُّبُ الَّذِيۡنَ كَفَرُوۡا فِى الۡبِلَادِؕ
Jangan sekali-kali kamu teperdaya oleh kegiatan orang-orang kafir yang bergerak di seluruh negeri.

(QS. Ali 'Imran:196)
cover bottom ayah
preload video