Anak Nabi Adam Berjumlah 240 Orang, Syith yang Jadi Penerus
Senin, 29 November 2021 - 11:47 WIB
loading...
A
A
A
Qabil Perusak Akhlak
Nabi Syith adalah putra ketiga Nabi Adam yang begitu saleh. Ketika Qabil melarikan diri dengan istrinya karena membunuh Habil, Allah SWT memilih Syith sebagai utusannya. Nabi Syith-lah yang kemudian memberikan bimbingan kepada anak cucu Adam.
Di antara hukum yang dibawa Nabi Syith bin Adam adalah larangan bergaul dengan kaum Qabil, yang telah merusak bumi dengan akhlak buruk mereka.
Setelah meninggal, Syith pun menetapkan putranya, Anush sebagai penerus ajarannya. Setelah itu, umat manusia hidup tanpa seorang nabi, dan orang-orang hanya mengikuti ajaran Nabi Adam dan Nabi Syith.
Setelah Nabi Syith meninggal, setan datang kepada kaum Qabil. Setan itu mendatangi mereka dalam bentuk seorang anak laki-laki. Lalu, setan itu pun mulai mempengaruhi perbuatan mereka, seperti dalam hal berpakaian dan hal-hal aneh lainnya. Bahkan, setan memimpin mereka dalam acara-acara perayaan, di mana kaum wanita dan pria bercampur.
Perbuatan mereka pun mempengaruhi para pengikut Nabi Syith. Ketika mereka melihat para wanita, mereka juga terpesona. Mereka bahkan melakukan kejahatan perzinaan pertama dalam sejarah umat manusia.
Setelah orang-orang banyak yang melanggar perintah Nabi Syith dan Nabi Adam, barulah Allah SWT mengutus Nabi Idris, yang bernama lengkap Idris bin Mahalail bin Qainan bin Anush bin Syith bin Adam.
Nabi Idris adalah orang pertama yang memulai pertempuran demi Allah. Dia mempersiapkan pasukan dan menyerang kaum Qabil sampai mereka kalah.
Baca juga: Gunung Qasiun: Makam Para Nabi dan Tempat Qabil Membunuh Habil
Nabi Syith adalah putra ketiga Nabi Adam yang begitu saleh. Ketika Qabil melarikan diri dengan istrinya karena membunuh Habil, Allah SWT memilih Syith sebagai utusannya. Nabi Syith-lah yang kemudian memberikan bimbingan kepada anak cucu Adam.
Di antara hukum yang dibawa Nabi Syith bin Adam adalah larangan bergaul dengan kaum Qabil, yang telah merusak bumi dengan akhlak buruk mereka.
Setelah meninggal, Syith pun menetapkan putranya, Anush sebagai penerus ajarannya. Setelah itu, umat manusia hidup tanpa seorang nabi, dan orang-orang hanya mengikuti ajaran Nabi Adam dan Nabi Syith.
Setelah Nabi Syith meninggal, setan datang kepada kaum Qabil. Setan itu mendatangi mereka dalam bentuk seorang anak laki-laki. Lalu, setan itu pun mulai mempengaruhi perbuatan mereka, seperti dalam hal berpakaian dan hal-hal aneh lainnya. Bahkan, setan memimpin mereka dalam acara-acara perayaan, di mana kaum wanita dan pria bercampur.
Perbuatan mereka pun mempengaruhi para pengikut Nabi Syith. Ketika mereka melihat para wanita, mereka juga terpesona. Mereka bahkan melakukan kejahatan perzinaan pertama dalam sejarah umat manusia.
Setelah orang-orang banyak yang melanggar perintah Nabi Syith dan Nabi Adam, barulah Allah SWT mengutus Nabi Idris, yang bernama lengkap Idris bin Mahalail bin Qainan bin Anush bin Syith bin Adam.
Nabi Idris adalah orang pertama yang memulai pertempuran demi Allah. Dia mempersiapkan pasukan dan menyerang kaum Qabil sampai mereka kalah.
Baca juga: Gunung Qasiun: Makam Para Nabi dan Tempat Qabil Membunuh Habil
(mhy)
Lihat Juga :