Al-Idrisi sang Pemandu Marcopolo, Ibnu Batutta, dan Colombus

Sabtu, 04 Desember 2021 - 09:58 WIB
loading...
A A A
Tak jarang, Al-Idrisi dihadapkan pada informasi-informasi yang saling bertentangan satu sama lain. Untuk inilah Al-Idrisi kerap melakukan cross-check terkait informasi yang diterimanya.

Selama bertahun-tahun, Al-Idrisi menyaring fakta-fakta yang berhasil dikumpulkannya. Ia hanya memilih keterangan dan penjelasan yang paling jelas sebagai acuan membuat peta.

Penjelasan dari seorang navigator akan dikonfrontasi kepada navigator lainnya. Bahkan tak jarang Al-Idrisi juga mengkonfirmasi informasi-informasi tersebut dengan karya-karya para sarjana klasik, seperti Ptolemy, Ibn Hawqal, Ibn Khurdadhbih, dan al-Jayhani.

Baca juga: Mengenal Tri Mumpuni, Ilmuwan Muslim Indonesia Paling Berpengaruh di Dunia

Survei Paling Megah
Bertahun-tahun Al-Idrisi dan Tim melakukan upaya ini. Tidak mengherankan bila Brady Hibbs menilai, apa yang dilakukan oleh Al-Idrisi dan Tim, adalah survei abad pertengahan yang paling megah di dunia.

Alhasil, mega-proyek ini baru selesai pada tahun 1154 M, setelah menghabiskan waktu selama hampir 15 tahun. Semua hasil temuan dan kajian selama bertahun-tahun itu di verifikasi kembali, setelah itu barulah akhirnya dirumuskan.

Mereka mulai memasukkan satu persatu kepingan infomasi wilayah ke objek visual berupa gambar bersambung.

Satu per satu wilayah disusun berdasarkan koordinatnya, hingga akhirnya peta dunia tersebut selesai secara utuh.

Roger II sangat puas dengan hasil pekerjaan ini, dan meminta mereka agar peta tersebut diukir di atas sebuah cakram perak yang besar. Setelah selesai, bola bumi yang diciptakannya itu memiliki berat sekitar 400 kilogram.

Dalam peta itu, Al-Idrisi menggambarkan enam benua dengan dilengkapi jalur perdagangan, danau, sungai, kota-kota utama, daratan serta gunung-gunung.

Tak cuma itu, peta yang dibuatnya itu juga sudah memuat informasi mengenai jarak, panjang dan tinggi secara tepat.

Roger merasa bahwa peta itu persis seperti yang dia harapkan, dan karena kepuasannya dengan karya al-Idrisi, dia menugaskan al-Idrisi untuk membuat karya lain untuknya, yaitu sebuah catatan yang berisi tentang data geografis tentang peta yang dibuatnya, serta ringkasan dari semua temuan mereka selama lima belas tahun penelitian.

Catatan inilah yang kemudian dinamakan Nuzhat al-Mushtaq fi Ikhtiraq al–Afaq (Kegembiraan dari Seseorang yang Ingin Melintasi Wilayah Dunia), atau hanya disebut sebagai al-Kitab al-Rujari. Dalam bahasa Inggris disebut “The Book of Roger”, atau dalam bahasa Latin dinamakan “Tabula Rogeriana”.

The Book of Roger kemudian menjadi acuan utama para pencong dunia pada abad-abad selanjutnya. Ini adalah ensiklopedia geografi yang berisi peta serta informasi mengenai negara-negara di Eropa, Afrika dan Asia secara rinci.

Pada kata pengantar The Book of Roger, Al Idrisi mendeskripsikan dunia terbagi dalam tujuh iklim. Setiap iklim dibagi lagi menjadi 10 bagian. Sehingga total terdapat 70 deskripsi wilayah.

Deskripsi ini termasuk juga penjelasan tentang kondisi fisik wilayah, budaya, politik, serta sosio-ekonomi di setiap wilayah, dan masing-masing dari tujuh puluh bagian teks memiliki peta potongan yang sesuai.

Baca juga: Sebelum Columbus, Abu Bakar Saudara Mansa Musa Telah Temukan Benua Amerika

Makkah Titik Nol Kilometer
Adapun peta yang dibuat oleh Al Idrisi, memuat hampir seluruh wilayah di dunia. Seluruh peta mencakup daratan dari Spanyol di timur sampai China di barat, dan Skandinavia di utara, turun ke Afrika di selatan.

Hanya menariknya, peta tersebut memiliki orientasi terbalik, dengan Afrika digambarkan di bagian atas peta dan Skandinavia dan Inggris berada di bagian bawah. Dan yang tak kalah menarik, dalam peta ini, Makkah yang terletak di Semenanjung Arabia, ditempatkan di tengah, seakan menjadi titik Nol kilometer di bumi.

Hal lain yang membuat karya Al Idrisi begitu istimewa adalah tingkat akurasinya yang demikian tinggi. Sebagai contoh, The Book of Roger secara deskriptif mampu merinci asal-usul Sungai Nil, jauh sebelum ekspedisi Eropa menemukannya pada tahun 1800-an.

Peta tersebut juga menunjukkan beberapa kota di bagian dalam Sudan. Negara-negara Baltik juga jauh lebih akurat digambarkan daripada yang dilakukan oleh Ptolemy.

Dan mungkin yang paling mengesankan dari semua studi al-Idrisi adalah proyeksinya tentang lingkar bumi, yaitu di 22.422 mil. Angka tersebut nyaris akurat, hanya meleset 3,6% dari ukuran ilmuan kontemporer.

Dibanding dengan banyak karya lain pada zamannya, karya Al Idrisi memang benar-benar seperti cahaya terang benderang yang menyinari seantero dunia. Keping demi keping lembaran peta yang disusunnya seperti mentari dalam pikiran siapapun pada zamannya.

Tiba-tiba bumi ini terhampar begitu meyakinkan, karena didukung oleh data dan informasi yang tersusun secara ilmiah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Benarkah Islam Agama...
Benarkah Islam Agama Perang? Simak Sejarah Turunnya Perintah Berperang dalam Al-Qur'an
Sejarah Kiswah Kakbah:...
Sejarah Kiswah Kakbah: Dari Beragam Warna hingga Hitam yang Mendunia
Dibangun Lebih dari...
Dibangun Lebih dari Rp1.500 Triliun! 20 Fakta Menakjubkan Masjidil Haram
Jejak Para Singa Allah:...
Jejak Para Singa Allah: Deretan Panglima Perang Terhebat dalam Sejarah Islam
Inilah Penyebab Utama...
Inilah Penyebab Utama Iran Menjadi Negara Syiah
Kisah Runtuhnya Kekaisaran...
Kisah Runtuhnya Kekaisaran Sassaniyah: Transformasi Jati Diri Bangsa Persia di Bawah Islam
Rekomendasi
7 Hewan yang Memanfaatkan...
7 Hewan yang Memanfaatkan Magnet Bumi untuk Navigasi
Penemuan Struktur Raksasa...
Penemuan Struktur Raksasa Misterius di Segitiga Bermuda Jadi Teka-teki Terbaru
Mencairnya Es Ungkap...
Mencairnya Es Ungkap Rahasia Ribuan Tahun di Pegunungan Rocky
Artikel Terkini
Asal Usul Bacaan Basmalah,...
Asal Usul Bacaan Basmalah, Ternyata Pertama Kali Ditulis oleh Nabi Sulaiman AS
Dahsyatnya Bismillah,...
Dahsyatnya Bismillah, Doa Perisai Diri yang Ampuh dari Segala Kejahatan dan Gangguan
Keutamaan Bismillah...
Keutamaan Bismillah yang Jarang Diketahui, Dosa Diampuni dan Amal Kebaikan Dilipatgandakan
Menag Nasaruddin Umar,...
Menag Nasaruddin Umar, Andra Soni, dan Saleh Husin Hadiri MTQ Imam Masjid Se-Banten di Masjid Raya Baitul Mukhtar BSD
Cristiano Ronaldo Viral...
Cristiano Ronaldo Viral Ucap Bismillah, Bolehkah Hanya Bismillah atau Bismillahirrahmanirrahim? Ini Penjelasan Ulama
Mengapa Berbhakti pada...
Mengapa Berbhakti pada Ibu Didahulukan dalam Islam? Ini Penjelasan Al Quran dan Hadis
Infografis
Gunung Pelangi China,...
Gunung Pelangi China, Fenomena Alam yang Disebut dalam Al-Quran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved