Tiga Soal Ujian di Alam Kubur untuk Dapat Tiket Surga atau Neraka
Senin, 08 Juni 2020 - 15:17 WIB
loading...
A
A
A
فَقَالَ النَّبِيَّ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ : (( فَتُعَادُ رُوحُهُ فِي جَسَدِهِ فَيَأْتِيهِ مَلَكَانِ فَيُجْلِسَانِهِ. فَيَقُولاَنِ لَهُ مَنْ رَبُّكَ؟.فَيَقُولُ رَبِّيَ اللهُ . فَيَقُولاَنِ لَهُ مَادِينُكَ؟ فَيَقُولُ دِينِيَ الْإِسْلَامُ . فَيَقُولاَنِ لَهُ مَا هَذَا الرَّجُلُ الَّذِي بُعِثَ فِيكُمْ؟ . فَيَقُولُ هُوَ رَسُولُ اللهِ r . فَيَقُولاَنِ لَهُ وَمَا عِلْمُكَ؟ فَيَقُولُ قَرَأْتُ كِتَابَ اللهِ فَآمَنْتُ بِهِ وَصَدَّقْتُ. فَيُنَادِي مُنَادٍ فِي السَّمَاءِ أَنْ صَدَقَ عَبْدِي فَافْرِشُوهُ مِنْ الْجَنَّةِ وَأَلْبِسُوهُ مِنْ الْجَنَّةِ وَافْتَحُوا لَهُ بَابًا إِلَى الْجَنَّةِ . قَالَ: فَيَأْتِيهِ مِنْ رَوْحِهَا وَطِيبِهَا وَيُفْسَحُ لَهُ فِي قَبْرِهِ مَدَّ بَصَرِهِ . وَيَأْتِيهِ رَجُلٌ حَسَنُ الْوَجْهِ حَسَنُ الثِّيَابِ طَيِّبُ الرِّيحِ , فَيَقُولُ: أَبْشِرْ بِالَّذِي يَسُرُّكَ هَذَا يَوْمُكَ الَّذِي كُنْتَ تُوعَدُ فَيَقُولُ لَهُ : مَنْ أَنْتَ فَوَجْهُكَ الْوَجْهُ يَجِيءُ بِالْخَيْرِ ؟. فَيَقُولُ أَنَا عَمَلُكَ الصَّالِحُ ، فيقُولُ : رَبِّ أَقِمْ السَّاعَةَ حَتَّى أَرْجِعَ إِلَى أَهْلِي وَمَالِي )) [رواه أحمد، وأبو داود وصححه الألباني]
"Maka ruh orang tersebut dikembalikan ke dalam jasadnya, lalu datanglah dua malaikat, kemudian keduanya mendudukannya, dan bertanya:
Siapa Rabbmu? Ia menjawab; 'Rabbku adalah Allah'. Keduanya bertanya lagi; 'Apa agamamu? Agamaku Islam, jawabnya. Siapa orang ini yang telah di utus ditengah-tengah kalian? Dia adalah Rasulallah. Apa dasarmu? Saya membaca di al-Qur'an maka saya beriman dengannya dan membenarkannya.
Setelah selesai, dan dia mampu menjawab semua pertanyaan tadi, maka terdengar suara dari langit, Sesungguhnya benar apa yang dikatakan oleh hambaKu, berilah ia kasur dari surga, pakaikan padanya pakaian dari surga, lalu bukakan baginya pintu menuju surga.
Kemudian datanglah bau surga serta keindahannya, dan diluaskan kuburnya sejauh mata memandang. Lalu datanglah seorang laki-laki yang bagus rupanya, berpakaian indah dan berbau wangi dan mengatakan padanya; 'Kabar gembira dengan segala yang menyenangkanmu, inilah hari yang telah dijanjikan padamu. Ia bertanya pada orang tersebut; 'Siapa kamu, duhai orang yang wajahnya membawa kebaikan?. Saya adalah amal salehmu, jawabnya. Lantas ia berdo'a; 'Ya Allah, segera tegakkan hari kiamat sampai kiranya saya bisa kembali pada keluarga dan hartaku".
Sedangkan adanya azab kubur, maka hal ini telah dijelaskan dalam hadisnya Abu Darda radhiyallahu 'anhu, dikatakan bahwasannya tidaklah seorangpun baik kafir maupun munafik, laki maupun perempuan yang meninggal dunia, kemudian dipendam di dalam kuburnya melainkan pasti akan dikembalikan ruh ke dalam tubuhnya, langsung setelah selesai acara pemakamannya.
Baca juga: Al-Qur'an Menjawab Para Pengingkar Hari Kiamat
Lalu datanglah di dalam kuburnya dua malaikat, lantas keduanya mendudukannya dan bertanya sama seperti pertanyaan-pertanyaan di atas. Namun apabila dirinya tidak mampu menjawab dari pertanyaan tersebut, maka Allah Ta'ala segera memberitahu tentang kegagalannya, dan memerintahkan agar ia diberi empat hal.
Pertama: Pakaian dari neraka.
Kedua: Dibukakan pintu dari kuburnya menuju neraka, sehingga panas dan hawa neraka masuk ke dalam kuburnya.
Ketiga: Dipersempit kuburnya, sampai-sampai meremuk seluruh tulang-belualngnya.
Keempat: Kabar buruk sedangkan ia didalam kuburnya, baginya setempel calon penduduk neraka.
Baca juga: Baca juga: Bukti-bukti Keniscayaan Hari Akhir Menurut Al-Qur'an
Hal itu sebagaimana yang tercantum di dalam haditsnya Baraa' bin Azib radhiyallahu 'anhu, beliau mengatakan: "Bahwa Nabi Shalallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda tentang orang kafir apabila telah dipendam dalam kuburnya. Beliau bersabda:
فَقَالَ النَّبِيَّ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ : ((فَتُعَادُ رُوحُهُ فِي جَسَدِهِ ، وَيَأْتِيهِ مَلَكَانِ فَيُجْلِسَانِهِ . فَيَقُولاَ نِ لَهُ مَنْ رَبُّكَ؟. فَيَقُولُ هَاهْ هَاهْ لاَ أَدْرِي. فَيَقُولاَنِ لَهُ مَا دِينُكَ؟. فَيَقُولُ هَاهْ هَاهْ لَا أَدْرِي. فَيَقُولاَنِ لَهُ مَا هَذَا الرَّجُلُ الَّذِي بُعِثَ فِيكُمْ؟. فَيَقُولُ هَاهْ هَاهْ لَا أَدْرِي. فَيُنَادِي مُنَادٍ مِنْ السَّمَاءِ أَنْ كَذَبَ فَافْرِشُوا لَهُ مِنْ النَّارِ وَافْتَحُوا لَهُ بَابًا إِلَى النَّارِ. فَيَأْتِيهِ مِنْ حَرِّهَا وَسَمُومِهَا وَيُضَيَّقُ عَلَيْهِ قَبْرُهُ حَتَّى تَخْتَلِفَ فِيهِ أَضْلَاعُهُ. وَيَأْتِيهِ رَجُلٌ قَبِيحُ الْوَجْهِ قَبِيحُ الثِّيَابِ مُنْتِنُ الرِّيحِ .فَيَقُولُ أَبْشِرْ بِالَّذِي يَسُوءُكَ هَذَا يَوْمُكَ الَّذِي كُنْتَ تُوعَدُ .فَيَقُولُ مَنْ أَنْتَ فَوَجْهُكَ الْوَجْهُ يَجِيءُ بِالشَّرِّ ؟ فَيَقُولُ أَنَا عَمَلُكَ الْخَبِيثُ. فَيَقُولُ رَبِّ لَا تُقِمِ السَّاعَةَ )) [ رواه أحمد، وأبو داود، وصححه الألباني]
"Lalu setelah itu, ruhnya di kembalikan ke dalam tubuhnya. Datanglah dua malaikat, lantas mendudukkannya, dan bertanya: "Siapa Rabbmu? Dia menjawab: "Hah..hah saya tidak tahu". Keduanya bertanya lagi: "Apa agamamu? Dia masih menjawa: " Hah..hah saya tidak tahu". Siapa laki-laki ini yang telah diutus di antara kalian? Hah..hah saya tidak tahu, jawabnya.
Maka terdengar suara dari langit, sungguh dusta apa yang ia ucapkan, berilah dia kasur dari neraka, bukakan untuknya pintu neraka. Lalu merembaslah hawa, bau dan panasnya neraka ke dalam kuburnya. Kuburnya menjadi sempit sehingga tulang belulangnya menjadi remuk. Dalam keadaan seperti itu, datanglah seorang laki-laki yang berwajah buruk, pakaiannya jelek, dan baunya busuk, sembari mengatakan: 'Kabar untukmu yang telah berbuat buruk, inilah hari yang dulu pernah dijanjikan padamu". Siapa kamu, wajahmu mendatangkan keburukan? Tanyanya. Sayalah amalan burukmu, jawab orang tersebut. Maka iapun berdo'a: 'Ya Allah, tangguhkanlah kiamat itu".
Baca juga: Kematian, Hanya Nabi Ibrahim dan Nabi Musa yang Bisa Menawar
Manusia di dalam kegelapan kubur berada di antara dua hal: mendapat nikmat atau adzab. Hal itu sampai tegak hari kiamat kelak, dan apabila kiamat telah datang maka Allah Ta'ala mengembalikan ruh mereka ke dalam tubuhnya ketika berada di dunia, setelah itu Allah lalu menghidupkan mereka. Sebagaimana yang tersirat dalam firman Allah Subhanahu wa ta'ala:
قال الله تعالى : ﴿ ذَٰلِكَ بِأَنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلۡحَقُّ وَأَنَّهُۥ يُحۡيِ ٱلۡمَوۡتَىٰ وَأَنَّهُۥ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِيرٞ ﴾ [سورة الحج: 6]
"Yang demikian itu, karena sesungguhnya Allah, Dialah ilah yang benar dan sesungguhnya Dialah yang menghidupkan segala yang mati dan sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu". (QS al-Hajj: 6).
Dalam hadits disebutkan, dari Abdullah bin Amr radhiyallahu 'anhu, beliau berkata: "Saya pernah mendengar Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ يَقُوْلُ: (( ثُمَّ يُنْزِلُ اللَّهُ مَطَرًا كَأَنَّهُ الطَّلُّ أَوِ الظِّلُّ فَتَنْبُتُ مِنْهُ أَجْسَادُ النَّاسِ )) [ رواه مسلم ] .
"Kemudian Allah menurunkan hujan seperti gerimis atau deras maka hujan tersebut menumbuhkan jasad manusia".
Inilah beberapa fase perjalanan seorang manusia setelah kematiannya lalu dikubur hingga ia dibangkitkan dan dikumpulkan oleh Allah Ta'ala sehingga ia mengetahui, apakah sebagai penghuni surga atau neraka. (Baca juga: Hubungan Akrab Nabi Sulaiman dengan Malaikat Izrail)
"Maka ruh orang tersebut dikembalikan ke dalam jasadnya, lalu datanglah dua malaikat, kemudian keduanya mendudukannya, dan bertanya:
Siapa Rabbmu? Ia menjawab; 'Rabbku adalah Allah'. Keduanya bertanya lagi; 'Apa agamamu? Agamaku Islam, jawabnya. Siapa orang ini yang telah di utus ditengah-tengah kalian? Dia adalah Rasulallah. Apa dasarmu? Saya membaca di al-Qur'an maka saya beriman dengannya dan membenarkannya.
Setelah selesai, dan dia mampu menjawab semua pertanyaan tadi, maka terdengar suara dari langit, Sesungguhnya benar apa yang dikatakan oleh hambaKu, berilah ia kasur dari surga, pakaikan padanya pakaian dari surga, lalu bukakan baginya pintu menuju surga.
Kemudian datanglah bau surga serta keindahannya, dan diluaskan kuburnya sejauh mata memandang. Lalu datanglah seorang laki-laki yang bagus rupanya, berpakaian indah dan berbau wangi dan mengatakan padanya; 'Kabar gembira dengan segala yang menyenangkanmu, inilah hari yang telah dijanjikan padamu. Ia bertanya pada orang tersebut; 'Siapa kamu, duhai orang yang wajahnya membawa kebaikan?. Saya adalah amal salehmu, jawabnya. Lantas ia berdo'a; 'Ya Allah, segera tegakkan hari kiamat sampai kiranya saya bisa kembali pada keluarga dan hartaku".
Sedangkan adanya azab kubur, maka hal ini telah dijelaskan dalam hadisnya Abu Darda radhiyallahu 'anhu, dikatakan bahwasannya tidaklah seorangpun baik kafir maupun munafik, laki maupun perempuan yang meninggal dunia, kemudian dipendam di dalam kuburnya melainkan pasti akan dikembalikan ruh ke dalam tubuhnya, langsung setelah selesai acara pemakamannya.
Baca juga: Al-Qur'an Menjawab Para Pengingkar Hari Kiamat
Lalu datanglah di dalam kuburnya dua malaikat, lantas keduanya mendudukannya dan bertanya sama seperti pertanyaan-pertanyaan di atas. Namun apabila dirinya tidak mampu menjawab dari pertanyaan tersebut, maka Allah Ta'ala segera memberitahu tentang kegagalannya, dan memerintahkan agar ia diberi empat hal.
Pertama: Pakaian dari neraka.
Kedua: Dibukakan pintu dari kuburnya menuju neraka, sehingga panas dan hawa neraka masuk ke dalam kuburnya.
Ketiga: Dipersempit kuburnya, sampai-sampai meremuk seluruh tulang-belualngnya.
Keempat: Kabar buruk sedangkan ia didalam kuburnya, baginya setempel calon penduduk neraka.
Baca juga: Baca juga: Bukti-bukti Keniscayaan Hari Akhir Menurut Al-Qur'an
Hal itu sebagaimana yang tercantum di dalam haditsnya Baraa' bin Azib radhiyallahu 'anhu, beliau mengatakan: "Bahwa Nabi Shalallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda tentang orang kafir apabila telah dipendam dalam kuburnya. Beliau bersabda:
فَقَالَ النَّبِيَّ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ : ((فَتُعَادُ رُوحُهُ فِي جَسَدِهِ ، وَيَأْتِيهِ مَلَكَانِ فَيُجْلِسَانِهِ . فَيَقُولاَ نِ لَهُ مَنْ رَبُّكَ؟. فَيَقُولُ هَاهْ هَاهْ لاَ أَدْرِي. فَيَقُولاَنِ لَهُ مَا دِينُكَ؟. فَيَقُولُ هَاهْ هَاهْ لَا أَدْرِي. فَيَقُولاَنِ لَهُ مَا هَذَا الرَّجُلُ الَّذِي بُعِثَ فِيكُمْ؟. فَيَقُولُ هَاهْ هَاهْ لَا أَدْرِي. فَيُنَادِي مُنَادٍ مِنْ السَّمَاءِ أَنْ كَذَبَ فَافْرِشُوا لَهُ مِنْ النَّارِ وَافْتَحُوا لَهُ بَابًا إِلَى النَّارِ. فَيَأْتِيهِ مِنْ حَرِّهَا وَسَمُومِهَا وَيُضَيَّقُ عَلَيْهِ قَبْرُهُ حَتَّى تَخْتَلِفَ فِيهِ أَضْلَاعُهُ. وَيَأْتِيهِ رَجُلٌ قَبِيحُ الْوَجْهِ قَبِيحُ الثِّيَابِ مُنْتِنُ الرِّيحِ .فَيَقُولُ أَبْشِرْ بِالَّذِي يَسُوءُكَ هَذَا يَوْمُكَ الَّذِي كُنْتَ تُوعَدُ .فَيَقُولُ مَنْ أَنْتَ فَوَجْهُكَ الْوَجْهُ يَجِيءُ بِالشَّرِّ ؟ فَيَقُولُ أَنَا عَمَلُكَ الْخَبِيثُ. فَيَقُولُ رَبِّ لَا تُقِمِ السَّاعَةَ )) [ رواه أحمد، وأبو داود، وصححه الألباني]
"Lalu setelah itu, ruhnya di kembalikan ke dalam tubuhnya. Datanglah dua malaikat, lantas mendudukkannya, dan bertanya: "Siapa Rabbmu? Dia menjawab: "Hah..hah saya tidak tahu". Keduanya bertanya lagi: "Apa agamamu? Dia masih menjawa: " Hah..hah saya tidak tahu". Siapa laki-laki ini yang telah diutus di antara kalian? Hah..hah saya tidak tahu, jawabnya.
Maka terdengar suara dari langit, sungguh dusta apa yang ia ucapkan, berilah dia kasur dari neraka, bukakan untuknya pintu neraka. Lalu merembaslah hawa, bau dan panasnya neraka ke dalam kuburnya. Kuburnya menjadi sempit sehingga tulang belulangnya menjadi remuk. Dalam keadaan seperti itu, datanglah seorang laki-laki yang berwajah buruk, pakaiannya jelek, dan baunya busuk, sembari mengatakan: 'Kabar untukmu yang telah berbuat buruk, inilah hari yang dulu pernah dijanjikan padamu". Siapa kamu, wajahmu mendatangkan keburukan? Tanyanya. Sayalah amalan burukmu, jawab orang tersebut. Maka iapun berdo'a: 'Ya Allah, tangguhkanlah kiamat itu".
Baca juga: Kematian, Hanya Nabi Ibrahim dan Nabi Musa yang Bisa Menawar
Manusia di dalam kegelapan kubur berada di antara dua hal: mendapat nikmat atau adzab. Hal itu sampai tegak hari kiamat kelak, dan apabila kiamat telah datang maka Allah Ta'ala mengembalikan ruh mereka ke dalam tubuhnya ketika berada di dunia, setelah itu Allah lalu menghidupkan mereka. Sebagaimana yang tersirat dalam firman Allah Subhanahu wa ta'ala:
قال الله تعالى : ﴿ ذَٰلِكَ بِأَنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلۡحَقُّ وَأَنَّهُۥ يُحۡيِ ٱلۡمَوۡتَىٰ وَأَنَّهُۥ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِيرٞ ﴾ [سورة الحج: 6]
"Yang demikian itu, karena sesungguhnya Allah, Dialah ilah yang benar dan sesungguhnya Dialah yang menghidupkan segala yang mati dan sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu". (QS al-Hajj: 6).
Dalam hadits disebutkan, dari Abdullah bin Amr radhiyallahu 'anhu, beliau berkata: "Saya pernah mendengar Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ يَقُوْلُ: (( ثُمَّ يُنْزِلُ اللَّهُ مَطَرًا كَأَنَّهُ الطَّلُّ أَوِ الظِّلُّ فَتَنْبُتُ مِنْهُ أَجْسَادُ النَّاسِ )) [ رواه مسلم ] .
"Kemudian Allah menurunkan hujan seperti gerimis atau deras maka hujan tersebut menumbuhkan jasad manusia".
Inilah beberapa fase perjalanan seorang manusia setelah kematiannya lalu dikubur hingga ia dibangkitkan dan dikumpulkan oleh Allah Ta'ala sehingga ia mengetahui, apakah sebagai penghuni surga atau neraka. (Baca juga: Hubungan Akrab Nabi Sulaiman dengan Malaikat Izrail)
(mhy)
Lihat Juga :