3 Perkara yang Menyeret Manusia pada Kebinasaan
Kamis, 09 Desember 2021 - 14:20 WIB
loading...
A
A
A
Siapa mereka? Di antaranya adalah:
“Orang yang bersedekah lalu ia sembunyikan sedekahnya, sampai-sampai tangan kirinya tidak tahu apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
2. Hawa nafsu yang ditakuti
Ini mengerikan sekali, karena orang yang selalu mengikuti hawa nafsunya tidak peduli lagi dengan batasan-batasan agama Allah. Orang yang menjadikan hawa nafsu sebagai kendaraannya, dia tidak akan peduli lagi apakah Allah ridha atau tidak. Halal dan haram dia terabas, tidak masalah bagi dia, yang penting dia puas dengan hawa nafsu dan syahwatnya itu.
Orang yang beragama dengan cara mengikuti hawa nafsu, pasti tersesat. Makanya Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan sebab seseorang bisa tersesat setelah mendapatkan hidayah, yaitu akibat mengikuti hawa nafsu. Allah mengatakan:
“Bacakan kepada mereka tentang berita orang yang diberikan dan diajarkan kepadanya ayat-ayat Kami, lalu ia lepas dari ayat-ayat Kami tersebut. Lalu setan mengikutinya dan ia pun tersesat.” (QS. Al-A’raf: 175)
Bayangkan, ia tersesat setelah mendapatkan hidayah. Lalu Allah berfirman:
“Kalaulah Kami kehendaki, Kami akan muliakan ia dengan ayat-ayat Kami itu. Namun ia lebih condong kepada dunia dan mengiktui hawa nafsunya...” (QS. Al-A’raf : 176)
Rupanya inilah sebabnya ia tersesat, lebih mengutamakan kehidupan dunia dan mengikuti hawa nafsu, akhirnya ia pun tinggalkan ayat-ayat Allah Jalla wa ‘Ala.
Maka Anda yang sudah mendapatkan hidayah, kita yang sudah Allah ajarkan ayat-ayat Allah, jika di hati kita masih mengutamakan kehidupan dunia dan mengikuti hawa nafsu, demi Allah ilmu yang kita pelajari itu tidak akan ada manfaatnya. Makanya Allah menganggap orang yang mengikuti hawa nafsu itu adalah manusia yang paling sesat. Allah berfirman:
“Siapakah yang paling sesat dari orang yang mengikuti hawa nafsunya?” (QS. Al-Qashash : 50)
Karena orang kalau mengikuti hawa nafsu, ketika disampaikan hujjah, kebenaran, dalil, pasti dia akan tolak. Maka mengerikan ketika seseorang lebih mendahulukan hawa nafsunya dan syahwatnya daripada mengikuti Allah dan RasulNya. Kesengsaraan telah siap-siap menunggu dia di dunia dan akhiratnya. Orang yang mengikuti hawa nafsu akan Allah berikan kesempitan di dunia dan di akhirat. Di dunia kesempitan dada walaupun hartanya kaya.
Baca juga: Iffah, Sifat yang Harus Dijaga Kaum Muslimah
Allah Ta'ala berfirman:
“Siapa yang berpaling dari peringatanKu, maka ia akan mendapatkan kesempitan hidup, dan Kami akan kumpulkan ia dalam keadaan buta.” (QS. Thaha: 124)
Sebagian ulama mengatakan bahwa kesempitan dada, hatinya selalu gelisah, tidak mendapatkan ketenangan dan kebahagiaan di dunia dan kesempitan kubur. Lalu ia berkata:
“Kemudian ia berkata: ‘Ya Rabb, kenapa Engkau kumpulkan aku dalam keadaan buta? Sementara aku dahulu di dunia bisa melihat.’” (QS. Thaha : 125)
Apa kata Allah?
“Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, lalu kamu pun meninggalkannya, maka di hari ini pun kamu akan ditinggalkan.” (QS. Tha-ha : 126)
رَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لَا تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِيْنُهُ
“Orang yang bersedekah lalu ia sembunyikan sedekahnya, sampai-sampai tangan kirinya tidak tahu apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
2. Hawa nafsu yang ditakuti
Ini mengerikan sekali, karena orang yang selalu mengikuti hawa nafsunya tidak peduli lagi dengan batasan-batasan agama Allah. Orang yang menjadikan hawa nafsu sebagai kendaraannya, dia tidak akan peduli lagi apakah Allah ridha atau tidak. Halal dan haram dia terabas, tidak masalah bagi dia, yang penting dia puas dengan hawa nafsu dan syahwatnya itu.
Orang yang beragama dengan cara mengikuti hawa nafsu, pasti tersesat. Makanya Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan sebab seseorang bisa tersesat setelah mendapatkan hidayah, yaitu akibat mengikuti hawa nafsu. Allah mengatakan:
وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ الَّذِي آتَيْنَاهُ آيَاتِنَا فَانسَلَخَ مِنْهَا فَأَتْبَعَهُ الشَّيْطَانُ فَكَانَ مِنَ الْغَاوِينَ
“Bacakan kepada mereka tentang berita orang yang diberikan dan diajarkan kepadanya ayat-ayat Kami, lalu ia lepas dari ayat-ayat Kami tersebut. Lalu setan mengikutinya dan ia pun tersesat.” (QS. Al-A’raf: 175)
Bayangkan, ia tersesat setelah mendapatkan hidayah. Lalu Allah berfirman:
وَلَوْ شِئْنَا لَرَفَعْنَاهُ بِهَا وَلَـٰكِنَّهُ أَخْلَدَ إِلَى الْأَرْضِ وَاتَّبَعَ هَوَاهُ…
“Kalaulah Kami kehendaki, Kami akan muliakan ia dengan ayat-ayat Kami itu. Namun ia lebih condong kepada dunia dan mengiktui hawa nafsunya...” (QS. Al-A’raf : 176)
Rupanya inilah sebabnya ia tersesat, lebih mengutamakan kehidupan dunia dan mengikuti hawa nafsu, akhirnya ia pun tinggalkan ayat-ayat Allah Jalla wa ‘Ala.
Maka Anda yang sudah mendapatkan hidayah, kita yang sudah Allah ajarkan ayat-ayat Allah, jika di hati kita masih mengutamakan kehidupan dunia dan mengikuti hawa nafsu, demi Allah ilmu yang kita pelajari itu tidak akan ada manfaatnya. Makanya Allah menganggap orang yang mengikuti hawa nafsu itu adalah manusia yang paling sesat. Allah berfirman:
وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنِ اتَّبَعَ هَوَاهُ
“Siapakah yang paling sesat dari orang yang mengikuti hawa nafsunya?” (QS. Al-Qashash : 50)
Karena orang kalau mengikuti hawa nafsu, ketika disampaikan hujjah, kebenaran, dalil, pasti dia akan tolak. Maka mengerikan ketika seseorang lebih mendahulukan hawa nafsunya dan syahwatnya daripada mengikuti Allah dan RasulNya. Kesengsaraan telah siap-siap menunggu dia di dunia dan akhiratnya. Orang yang mengikuti hawa nafsu akan Allah berikan kesempitan di dunia dan di akhirat. Di dunia kesempitan dada walaupun hartanya kaya.
Baca juga: Iffah, Sifat yang Harus Dijaga Kaum Muslimah
Allah Ta'ala berfirman:
وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَىٰ
“Siapa yang berpaling dari peringatanKu, maka ia akan mendapatkan kesempitan hidup, dan Kami akan kumpulkan ia dalam keadaan buta.” (QS. Thaha: 124)
Sebagian ulama mengatakan bahwa kesempitan dada, hatinya selalu gelisah, tidak mendapatkan ketenangan dan kebahagiaan di dunia dan kesempitan kubur. Lalu ia berkata:
قَالَ رَبِّ لِمَ حَشَرْتَنِي أَعْمَىٰ وَقَدْ كُنتُ بَصِيرًا
“Kemudian ia berkata: ‘Ya Rabb, kenapa Engkau kumpulkan aku dalam keadaan buta? Sementara aku dahulu di dunia bisa melihat.’” (QS. Thaha : 125)
Apa kata Allah?
قَالَ كَذَٰلِكَ أَتَتْكَ آيَاتُنَا فَنَسِيتَهَا ۖ وَكَذَٰلِكَ الْيَوْمَ تُنسَىٰ
“Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, lalu kamu pun meninggalkannya, maka di hari ini pun kamu akan ditinggalkan.” (QS. Tha-ha : 126)
Lihat Juga :