Kudeta di Kerajaan Nabi Daud, Absalom Putra Sulung Terbunuh
Rabu, 15 Desember 2021 - 05:15 WIB
loading...
Nabi Daud sedih begitu mendengar putranya tewas dalam aksi kudeta. (Foto/Ilustrasi : commons.wikimedia.org)
A
A
A
Kudeta sempat mewarnai Kerajaan Nabi Daud . Putra tertua Nabi Daud, Absalom melancarkanmakar setelah membaca gelagat dirinya tak bakal ditunjuk ayahnya sebagai pengganti raja. Gerakan Absalom sempat sukses. Ia dan para pendukungnya berhasil membuat Nabi Daud meninggalkan Jerusalem. Hanya saja, pada saat Nabi Daud merebut kembali tahtanya, Absalom tewas.
Baca juga: Umur Nabi Daud Ditulis di Lauhulmahfuz 60 Tahun tapi Wafat di Usia 100 Tahun, Ini Sebabnya
Buku "Cara Kaya Seperti Nabi Sulaiman" karya Ahmad Zainal Abidin menuturkan Absalom melancarkan kudeta setelah membaca gelagat bahwa Nabi Daud akan menunjuk Sulaiman sebagai penggantinya. Absalom menganggap dirinya yang paling pantas meneruskan tahta kerajaan dibanding Sulaiman.
Pertama, dia adalah anak sulung. Selain itu, Absalom juga merasa mempunyai badan yang lebih kuat, kekar, dan tidak seperti Sulaiman yang berbadan lebih kecil daripada dia. Absalom juga merasa dirinya lebih pintar, cerdik, dan lebih berpengalaman dibanding Sulaiman.
Absalom merasa diperlakukan tidak adil oleh ayahnya. Langkah pertama yang dilakukan Absalom sebelum melancarkan kudeta adalah melakukan pendekatan kepada rakyat dengan penuh kasih sayang demi mendapat dukungan dan memberikan janji-janji manis.
Absalom terjun langsung pada rakyat kecil dan mencoba mencari simpati rakyat dengan mencoba menyelesaikan pelbagai persoalan yang terjadi dan mempersatukan rakyat di bawah pengaruhnya.
Begitu pengaruhnya dirasa sudah kian meluas, Absalom merasa sudah waktunya untuk mengambil alih tahta kerajaan melalui kekuatan rakyat.
Absalom menyebarkan mata-matanya ke seluruh pelosok negeri dalam rangka menghasut rakyat dan memberi tanda kepada penyokong-penyokong rencananya. Bila mereka mendengar suara bunyi terompet, maka itulah waktu yang tepat bagi mereka untuk berkumpul, kemudian mengumumkan pengangkatan Absalom sebagai raja Bani Israil, menggantikan Nabi Daud.
Layaknya sebuah aksi demonstrasi besar-besaran, rakyat yang mendukung Absalom itu menuju istana raja Nabi Daud sambil beriringan.
Setiap jalanan dikerumuni orang sambil berteriak agar raja Daud turun dari tahta, dan menyatakan Absalom sebagai raja mereka. Sebagian di antara mereka yang masih setia dengan Nabi Daud pun tidak sudi melepaskan kerajaan begitu saja. Mereka pun melakukan perlawanan balik, sehingga terjadilah bentrokan.
Baca juga: Arkeolog Israel Temukan Pewarna Ungu Masa Kerajaan Nabi Daud
Baca juga: Umur Nabi Daud Ditulis di Lauhulmahfuz 60 Tahun tapi Wafat di Usia 100 Tahun, Ini Sebabnya
Buku "Cara Kaya Seperti Nabi Sulaiman" karya Ahmad Zainal Abidin menuturkan Absalom melancarkan kudeta setelah membaca gelagat bahwa Nabi Daud akan menunjuk Sulaiman sebagai penggantinya. Absalom menganggap dirinya yang paling pantas meneruskan tahta kerajaan dibanding Sulaiman.
Pertama, dia adalah anak sulung. Selain itu, Absalom juga merasa mempunyai badan yang lebih kuat, kekar, dan tidak seperti Sulaiman yang berbadan lebih kecil daripada dia. Absalom juga merasa dirinya lebih pintar, cerdik, dan lebih berpengalaman dibanding Sulaiman.
Absalom merasa diperlakukan tidak adil oleh ayahnya. Langkah pertama yang dilakukan Absalom sebelum melancarkan kudeta adalah melakukan pendekatan kepada rakyat dengan penuh kasih sayang demi mendapat dukungan dan memberikan janji-janji manis.
Absalom terjun langsung pada rakyat kecil dan mencoba mencari simpati rakyat dengan mencoba menyelesaikan pelbagai persoalan yang terjadi dan mempersatukan rakyat di bawah pengaruhnya.
Begitu pengaruhnya dirasa sudah kian meluas, Absalom merasa sudah waktunya untuk mengambil alih tahta kerajaan melalui kekuatan rakyat.
Absalom menyebarkan mata-matanya ke seluruh pelosok negeri dalam rangka menghasut rakyat dan memberi tanda kepada penyokong-penyokong rencananya. Bila mereka mendengar suara bunyi terompet, maka itulah waktu yang tepat bagi mereka untuk berkumpul, kemudian mengumumkan pengangkatan Absalom sebagai raja Bani Israil, menggantikan Nabi Daud.
Layaknya sebuah aksi demonstrasi besar-besaran, rakyat yang mendukung Absalom itu menuju istana raja Nabi Daud sambil beriringan.
Setiap jalanan dikerumuni orang sambil berteriak agar raja Daud turun dari tahta, dan menyatakan Absalom sebagai raja mereka. Sebagian di antara mereka yang masih setia dengan Nabi Daud pun tidak sudi melepaskan kerajaan begitu saja. Mereka pun melakukan perlawanan balik, sehingga terjadilah bentrokan.
Baca juga: Arkeolog Israel Temukan Pewarna Ungu Masa Kerajaan Nabi Daud
Lihat Juga :