4 Perkara Syarat Diterimanya Amal Saleh dan Digandakan Pahalanya

Selasa, 09 Juni 2020 - 05:00 WIB
loading...
A A A
Sebagiannya lebih utama di sisi Allah SWT dari yang lain. Di antara amal ibadah ada yang mafdhul, ada yang fadhil dan ada yang afdhal. Dan untuk hal itu ada beberapa tingkatan yang tidak terhingga.

Baca juga: Al-Qur'an Menjawab Para Pengingkar Hari Kiamat

Menurut Asma` binti Rasyid, manusia bervariasi dalam melaksanakan amal ibadah ini, semua itu menurut taufik Allah SWT kepadanya. Ini yang pertama-tama. Kemudian menurut kekuatan makrifahnya kepada Allah SWT, asma, sifat dan af’al-Nya.

Dan menurut pengetahuannya dengan keutamaan amal ibadah yang disyari’atkan, waktu-waktunya yang disyari’atan, dan yang dilarang darinya.

Baca Juga: Inilah Rentetan Peristiwa Menjelang Hari Kiamat Besar

Amal saleh berbeda di sisi Allah SWT dari sisi jenis amal saleh itu sendiri, maka Allah mencintainya karena keagungannya di sisi-Nya melebihi yang lainnya, seperti iman umpamanya, salat dan lainnya, demikian pula berbeda-beda dari sisi waktu pelaksanaan amal tersebut.

Terkadang melaksanakan ibadah yang mafdhul di waktunya yang disyari’atkan padanya lebih utama dan lebih dicintai di sisi Allah SWT dari pada melaksanakan amal ibadah yang lebih utama di waktu itu. Umpanya: mengulangi ucapan muazin di waktu azan lebih utama dari membaca al-Qur`an di waktu tersebut, padahal di waktu yang lain membaca al-Qur`an adalah ibadah zikir yang paling utama.

Baca juga: Kematian, Hanya Nabi Ibrahim dan Nabi Musa yang Bisa Menawar

Terkadang Allah SWT mencintai ibadah lebih banyak dari yang lainnya, karena manfaat dan pengaruhnya sampai kepada orang lain, seperti silaturrahim, dakwah kepada Allah SWT, dan sedekah.

Menurut Ibnu Taimiyah dalam Majmu’ Fatawa 22/308, sebagian ulama berkata: menulis hadis lebih utama dari pada salat sunnah, dan sebagian syaikh berkata: dua rekaat yang saya laksanakan di malam hari, di mana tidak ada orang lain yang melihat lebih utama dari pada menulis seratus hadis.

"Pada imam yang lain berkata, bahkan yang lebih utama adalah melakukan ini dan ini. Dan yang lebih utama adalah bervariasi dengan berbagai kondisi manusia," ujar Ibnu Taimiyah.

Baca juga: Di Balik Umur Singkat Umat Nabi Muhammad SAW

Di antara amal ibadah ada yang jenisnya lebih utama, menurutnya, kemudian terkadang menjadi marjuh (kurang utama) atau dilarang darinya, seperti salat. Sesungguhnya ia lebih utama dari pada membaca al-Qur`an. Membaca al-Qur`an adalah zikir yang paling utama, dan dzikir lebih utama dari doa.

Kemudian, salat di waktu-waktu yang dilarang, seperti setelah salat fajar dan ashar, dan di waktu khutbah adalah dilarang darinya. Dan yang dilakukan pada saat itu bisa dengan membaca al-Qur`an, atau zikir, atau doa, atau mendengarkan hal itu.

Baca juga: Kematian, Hanya Nabi Ibrahim dan Nabi Musa yang Bisa Menawar

Ibnul Qayyim dalam kitab ‘Madarijus Salikin’ menambahkan yang paling utama di setiap waktu dan kondisi adalah mengutamakan ridha Allah SWT di waktu dan kondisi tersebut dan melaksanakan kewajiban di waktu tersebut, tugas dan tuntutannya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Tak Disangka! 2 Salat...
Tak Disangka! 2 Salat Ini Pahalanya Seperti Ibadah Haji
Kisah Hikmah : Tidak...
Kisah Hikmah : Tidak Melakukan Ibadah Haji Tapi Dapat Pahala Haji, Kok Bisa?
Pahala Haji Mabrur:...
Pahala Haji Mabrur: Bebas Dosa, Hilang Fakir, Nilai Jihad Wanita
Ribuan Petugas Satgas...
Ribuan Petugas Satgas Mina Disiagakan untuk Atur Arus Jemaah di Jamarat
Pahala Haji Tak Main-Main:...
Pahala Haji Tak Main-Main: Surga Jadi Balasannya
Belum Bisa ke Tanah...
Belum Bisa ke Tanah Suci? Ini Amalan Berpahala Setara Haji dan Umrah
Rekomendasi
Arkeolog Ungkap Keberadaan...
Arkeolog Ungkap Keberadaan Mosaik Romawi di Colosseum Roma
ASMC Sebut Akibat El...
ASMC Sebut Akibat El Nino Negara ASEAN Akan Diselimuti Asap Tebal
Gunung Es Terbesar di...
Gunung Es Terbesar di Dunia Bergerak setelah Tertahan selama 37 Tahun
Artikel Terkini
Jadwal Puasa Muharam...
Jadwal Puasa Muharam 1448 H Tahun 2026, Kapan Puasa Tasu'a dan Asyura Dilaksanakan?
Jangan Libatkan Anak...
Jangan Libatkan Anak dalam Konflik Perceraian, Ini Pesan Buya Yahya untuk Orang Tua
Ramai Kasus Perebutan...
Ramai Kasus Perebutan Hak Asuh Anak, Begini Aturan Hadhanah dalam Islam
5 Putusan Rasulullah...
5 Putusan Rasulullah SAW tentang Hak Asuh Anak Setelah Perceraian
Tak Banyak yang Tahu,...
Tak Banyak yang Tahu, Ini 7 Larangan di Bulan Muharram
Mengenal Keutamaan Puasa...
Mengenal Keutamaan Puasa Asyura, Puasa Sehari Penghapus Dosa Setahun
Infografis
Berjasa dalam Penemuan...
Berjasa dalam Penemuan Obat Kanker, 3 Ilmuwan Meraih Nobel Kimia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved