Di Balik Umur Singkat Umat Nabi Muhammad SAW
Minggu, 10 Mei 2020 - 02:10 WIB
loading...
Genapnya usia 60 sebagai dugaan selesainya umur seseorang. Ilustrasi/Ist
A
A
A
Usia harapan hidup orang Indonesia saat ini rata-rata 71,4 tahun. Angka itu penambahan dari usia harapan hidup 62,65 tahun ditambah 8,83 tahun masa tidak produktif. Begitu Kementerian Kesehatan melaporkan tahun lalu.
Angka harapan hidup orang Indonesia lebih tinggi dibandingkan umat Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam (SAW). Rasulullah SAW pernah mengabarkan usia kebanyakan umatnya adalah berkisar antara 60-70 tahun.
Usia Nabi Muhammad sendiri sekira 62-63 tahun. Usia Rasulullah ini sebagai standar proporsional umur manusia kebanyakan di dunia hari ini yang tidak dapat dibilang terlalu singkat atau terlalu panjang.
Penyebutan kelaziman angka umur umat akhir zaman ini tidak menafikkan mereka yang wafat sebelum mencapai atau sesudah melewati kisaran tersebut. Meski ada yang berusia melebihi 70 tahun, jumlah mereka sangat kecil. (Baca juga: Wafat Bertepatan 17 Ramadhan, Ini Pesan Ustaz Arifin Ilham Tentang Nuzulul Qur'an )
عن أبي هريرة رضي الله تعالى عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم أَعْمَارُ أُمَّتِي مَا بَيْنَ السِّتِّينَ إلَى السَّبْعِينَ وَأَقَلُّهُمْ مَنْ يَجُوْزُ ذَلِكَ رواه الترمذي
Artinya, “Dari Abu Hurairah RA. Ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, ‘Usia umatku (umumnya berkisar) antara 60 sampai 70 tahun. Jarang sekali di antara mereka melewati (angka) itu.’” (HR At-Tirmidzi).
Abdurra’uf Al-Munawi dalam Faidhul Qadir mengatakan bahwa “umatku” yang disebut dalam hadits di sini bukan hanya pemeluk agama Islam (ummatul ijābah), tetapi manusia secara umum yang hidup di zaman Nabi Muhammad SAW dan seterusnya (ummatud da’wah).
Kementerian Kesehatan menyatakan usia harapan hidup meningkat seiring naiknya kesejahteraan. Padahal jika kita mencermati harapan hidup orang zaman dulu jauh lebih lama, bisa ratusan tahun.
Nabi Adam usianya sampai 1000 tahun. Tinggi badan umat terdahulu 100 hasta dan lebar 10 hasta. Mereka raksasa. Dengan usia demikian, mereka menjadi angkuh dan sombong serta berpaling dari Allah “Karena itu, Tuhanmu menimpakan cambuk azab kepada mereka,” (Surat Al-Fajri ayat 13).
Bukannya bertambah lama, harapan hidup lama-lama justru menyusut. Kini, di akhir zaman, usia manusia tak selama dulu lagi. Bayangkan kalau manusia tetap diberi umur sampai 1000 tahun. Rasanya bumi makin padat saja. (Baca juga: Kematian, Hanya Nabi Ibrahim dan Nabi Musa yang Bisa Menawar )
Angka harapan hidup orang Indonesia lebih tinggi dibandingkan umat Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam (SAW). Rasulullah SAW pernah mengabarkan usia kebanyakan umatnya adalah berkisar antara 60-70 tahun.
Usia Nabi Muhammad sendiri sekira 62-63 tahun. Usia Rasulullah ini sebagai standar proporsional umur manusia kebanyakan di dunia hari ini yang tidak dapat dibilang terlalu singkat atau terlalu panjang.
Penyebutan kelaziman angka umur umat akhir zaman ini tidak menafikkan mereka yang wafat sebelum mencapai atau sesudah melewati kisaran tersebut. Meski ada yang berusia melebihi 70 tahun, jumlah mereka sangat kecil. (Baca juga: Wafat Bertepatan 17 Ramadhan, Ini Pesan Ustaz Arifin Ilham Tentang Nuzulul Qur'an )
عن أبي هريرة رضي الله تعالى عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم أَعْمَارُ أُمَّتِي مَا بَيْنَ السِّتِّينَ إلَى السَّبْعِينَ وَأَقَلُّهُمْ مَنْ يَجُوْزُ ذَلِكَ رواه الترمذي
Artinya, “Dari Abu Hurairah RA. Ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, ‘Usia umatku (umumnya berkisar) antara 60 sampai 70 tahun. Jarang sekali di antara mereka melewati (angka) itu.’” (HR At-Tirmidzi).
Abdurra’uf Al-Munawi dalam Faidhul Qadir mengatakan bahwa “umatku” yang disebut dalam hadits di sini bukan hanya pemeluk agama Islam (ummatul ijābah), tetapi manusia secara umum yang hidup di zaman Nabi Muhammad SAW dan seterusnya (ummatud da’wah).
Kementerian Kesehatan menyatakan usia harapan hidup meningkat seiring naiknya kesejahteraan. Padahal jika kita mencermati harapan hidup orang zaman dulu jauh lebih lama, bisa ratusan tahun.
Nabi Adam usianya sampai 1000 tahun. Tinggi badan umat terdahulu 100 hasta dan lebar 10 hasta. Mereka raksasa. Dengan usia demikian, mereka menjadi angkuh dan sombong serta berpaling dari Allah “Karena itu, Tuhanmu menimpakan cambuk azab kepada mereka,” (Surat Al-Fajri ayat 13).
Bukannya bertambah lama, harapan hidup lama-lama justru menyusut. Kini, di akhir zaman, usia manusia tak selama dulu lagi. Bayangkan kalau manusia tetap diberi umur sampai 1000 tahun. Rasanya bumi makin padat saja. (Baca juga: Kematian, Hanya Nabi Ibrahim dan Nabi Musa yang Bisa Menawar )
Lihat Juga :