Antara Doa, Dizkir dan Wirid, Manakah yang Paling Afdhal?
Rabu, 15 Desember 2021 - 07:52 WIB
loading...
Dalam keseharian sebagai seorang mukmin, kita dianjurkan untuk selalu berdoa, berdzikir dan wirid. Dan ternyata dari tiga aktivitas itu, terdapat perbedaan. Foto ilustrasi/istimewa
A
A
A
Dalam keseharian sebagai seorang mukmin, kita dianjurkan untuk selalu berdoa, berdzikir dan wirid. Dan ternyata dari tiga aktivitas tersebut, terdapat perbedaan. Apa saja perbedaan doa, dzikir dan wirid ini?
Dikutip dari ceramah Ustadz Abdullah Zaen, dijelaskan bahwa secara bahasa, dzikir berarti mengingat. Sedangkan doa berarti meminta. Namun, antara dzikir dan doa terdapat kaitan yang amat erat. "Oleh karena itu terkadang dzikir pun dinamakan doa. Begitu pula sebaliknya,"ungkapnya dalam salah satu ceramahnya yang ditayangkan televisi kanal muslim.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Doa yang paling afdhal adalah Alhamdulillah”. (HR At-Tirmidzi dan dinilai shahih oleh Ibn Hibban)
Baca juga: Begini Arti Hasbunallah Wanikmal Wakil, Dzikir Singkat Fadhilahnya Dahsyat
Sebagaimana telah maklum bahwa hamdalah adalah dzikir. Namun lihatlah bagaimana Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam menamakannya sebagai doa, bahkan doa yang paling afdhal.
Para ulama menjelaskan bahwa doa itu ada dua macam. Pertama, doa yang berisi permintaan. Kedua: doa yang berisi pujian. Orang yang memuji Allah, sejatinya ia juga sedang berdoa meminta kepadaNya. Hanya saja dengan bahasa yang halus.
Antara doa dan dzikir , mana yang lebih Afdhal? Kedua amalan tersebut, baik doa maupun dzikir sama-sama amalan yang utama. Hanya saja para ulama menjelaskan bahwa dzikir lebih utama dibandingkan doa. Di antara alasan mereka:
Pertama, dzikir didahulukan sebelum doa. Lihatlah dalam berdoa seorang hamba disunnahkan untuk mengawalinya dengan pujian kepada Allah. Contohnya adalah dalam surat Al-Fatihah. Dari ayat pertama hingga kelima berisikan pujian , baru di ayat keenam terdapat doa.
Kedua, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Kalimat yang paling afdhal sesudah Al-Qur’an ada empat. Dan keempatnya adalah bagian dari al-Qur’an. Tidak ada masalah, engkau memulainya dari manapun. Subhanallah, Alhamdulillah, La ilaha illallah, Allahuakbar.” (HR Ahmad dari Samurah bin Jundub radhiyallahu ‘anhu. Al-Arna’uth menilai sanad hadis ini shahih)
Ketiga, yang berdzikir hanyalah hamba yang beriman. Sedangkan yang berdoa bukan hanya mukmin, orang kafir pun juga berdoa.
Dikutip dari ceramah Ustadz Abdullah Zaen, dijelaskan bahwa secara bahasa, dzikir berarti mengingat. Sedangkan doa berarti meminta. Namun, antara dzikir dan doa terdapat kaitan yang amat erat. "Oleh karena itu terkadang dzikir pun dinamakan doa. Begitu pula sebaliknya,"ungkapnya dalam salah satu ceramahnya yang ditayangkan televisi kanal muslim.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
أَفْضَلُ الدُّعَاءِ الحَمْدُ لِلَّهِ
“Doa yang paling afdhal adalah Alhamdulillah”. (HR At-Tirmidzi dan dinilai shahih oleh Ibn Hibban)
Baca juga: Begini Arti Hasbunallah Wanikmal Wakil, Dzikir Singkat Fadhilahnya Dahsyat
Sebagaimana telah maklum bahwa hamdalah adalah dzikir. Namun lihatlah bagaimana Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam menamakannya sebagai doa, bahkan doa yang paling afdhal.
Para ulama menjelaskan bahwa doa itu ada dua macam. Pertama, doa yang berisi permintaan. Kedua: doa yang berisi pujian. Orang yang memuji Allah, sejatinya ia juga sedang berdoa meminta kepadaNya. Hanya saja dengan bahasa yang halus.
Antara doa dan dzikir , mana yang lebih Afdhal? Kedua amalan tersebut, baik doa maupun dzikir sama-sama amalan yang utama. Hanya saja para ulama menjelaskan bahwa dzikir lebih utama dibandingkan doa. Di antara alasan mereka:
Pertama, dzikir didahulukan sebelum doa. Lihatlah dalam berdoa seorang hamba disunnahkan untuk mengawalinya dengan pujian kepada Allah. Contohnya adalah dalam surat Al-Fatihah. Dari ayat pertama hingga kelima berisikan pujian , baru di ayat keenam terdapat doa.
Kedua, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
أَفْضَلُ الْكَلَامِ بَعْدَ الْقُرْآنِ – وَهُو مِنَ الْقُرْآنِ – أَرْبَعٌ لَا يَضُرُّكَ بِأَيِّهِنَّ بَدَأْتَ: سُبْحَانَ اللهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ
“Kalimat yang paling afdhal sesudah Al-Qur’an ada empat. Dan keempatnya adalah bagian dari al-Qur’an. Tidak ada masalah, engkau memulainya dari manapun. Subhanallah, Alhamdulillah, La ilaha illallah, Allahuakbar.” (HR Ahmad dari Samurah bin Jundub radhiyallahu ‘anhu. Al-Arna’uth menilai sanad hadis ini shahih)
Ketiga, yang berdzikir hanyalah hamba yang beriman. Sedangkan yang berdoa bukan hanya mukmin, orang kafir pun juga berdoa.
Lihat Juga :