Kisah Prajurit Muslim Tetap Sholat Kendati Anak Panah Menancap di Tubuhnya
Rabu, 15 Desember 2021 - 13:37 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Kisah Umar Bin Al-Khattab Menyelidiki Gubernurnya yang Tak Pernah Setor Pajak
Ketika dia sedang khusyu membaca Al-Qur'an, datanglah lelaki dari perempuan yang telah ditawan. Saat dia melihatnya sedang sholat, tahulah dia bahwa dia adalah penjaga pasukan. Karena itu, dia segera menembakkan satu anak panahnya ke arahnya.
Sahabat tersebut ketika terkena panah, dia segera mencabutnya dan meletakkannya di tanah. Sementara dia tetap berdiri sholat. Dia sama sekali tidak bergerak karena tidak mau memutus bacaan Al-Qur'an.
Kemudian orang kafir itu kembali menembakkan anak panah lainnya. Dan sahabat itu pun kembali mencabutnya dan meletakkannya di tanah, sementara dia terus berdiri khusyu' membaca surat yang sedang dia baca dalam sholatnya. Dia tidak bergerak karena tidak mau memutus bacaannya.
Selanjutnya orang kafir itu kembali menembakkan anak panahnya ke tubuhnya, dan sahabat itu pun kembali mencabut anak panah itu. Kemudian dia ruku' dan sujud.
Selesai sholat, dia berkata kepada temannya yang sedang tidur menunggu giliran berjaga, “Bangunlah. Sekarang giliranmu?"
Sahabat dari Muhajirin pun duduk. Ketika itulah orang kafir tadi datang. Dan ketika dia melihat sahabat yang berjaga ada dua orang, dia pun melarikan diri.
Sementara itu sahabat dari Anshar mengeluarkan darah dari tubuhnya, akibat luka terkena panah orang kafir tadi. Menyaksikan itu, sahabat dari Muhajirin berkata kepadanya, “Semoga Allah mengampuni dosamu! Mengapa engkau tidak membangunkanku sebelum orang kafir itu memanahmu?"
Dia menjawab, “Saya sedang membaca surat dari Al-Qur'an, dan saya telah memulai membacanya dalam sholat, maka saya tidak mau memutuskan bacaanku. Dan demi Allah, jikalah bukan karena khawatir membuat penjagaan pasukan Islam menjadi kendur dan tertembus musuh, dan karena saya mendapat perintah dari Rasulullah SAW, niscaya jiwaku sudah tercabut dari tubuhku, sebelum saya memutus bacaanku itu."
Baca juga: Kisah Sahabat Nabi, Kisah Umar Bin Abdul Aziz dan Baju Usang Putranya
Ketika dia sedang khusyu membaca Al-Qur'an, datanglah lelaki dari perempuan yang telah ditawan. Saat dia melihatnya sedang sholat, tahulah dia bahwa dia adalah penjaga pasukan. Karena itu, dia segera menembakkan satu anak panahnya ke arahnya.
Sahabat tersebut ketika terkena panah, dia segera mencabutnya dan meletakkannya di tanah. Sementara dia tetap berdiri sholat. Dia sama sekali tidak bergerak karena tidak mau memutus bacaan Al-Qur'an.
Kemudian orang kafir itu kembali menembakkan anak panah lainnya. Dan sahabat itu pun kembali mencabutnya dan meletakkannya di tanah, sementara dia terus berdiri khusyu' membaca surat yang sedang dia baca dalam sholatnya. Dia tidak bergerak karena tidak mau memutus bacaannya.
Selanjutnya orang kafir itu kembali menembakkan anak panahnya ke tubuhnya, dan sahabat itu pun kembali mencabut anak panah itu. Kemudian dia ruku' dan sujud.
Selesai sholat, dia berkata kepada temannya yang sedang tidur menunggu giliran berjaga, “Bangunlah. Sekarang giliranmu?"
Sahabat dari Muhajirin pun duduk. Ketika itulah orang kafir tadi datang. Dan ketika dia melihat sahabat yang berjaga ada dua orang, dia pun melarikan diri.
Sementara itu sahabat dari Anshar mengeluarkan darah dari tubuhnya, akibat luka terkena panah orang kafir tadi. Menyaksikan itu, sahabat dari Muhajirin berkata kepadanya, “Semoga Allah mengampuni dosamu! Mengapa engkau tidak membangunkanku sebelum orang kafir itu memanahmu?"
Dia menjawab, “Saya sedang membaca surat dari Al-Qur'an, dan saya telah memulai membacanya dalam sholat, maka saya tidak mau memutuskan bacaanku. Dan demi Allah, jikalah bukan karena khawatir membuat penjagaan pasukan Islam menjadi kendur dan tertembus musuh, dan karena saya mendapat perintah dari Rasulullah SAW, niscaya jiwaku sudah tercabut dari tubuhku, sebelum saya memutus bacaanku itu."
Baca juga: Kisah Sahabat Nabi, Kisah Umar Bin Abdul Aziz dan Baju Usang Putranya
(mhy)
Lihat Juga :