Kisah Prajurit Muslim Tetap Sholat Kendati Anak Panah Menancap di Tubuhnya
Rabu, 15 Desember 2021 - 13:37 WIB
loading...
Seorang anggota pasukan muslim dari kaum Anshar ini tetap melanjutkan sholatnya ketika musuh memanahnya sampai tiga kali. (Foto/Ilustrasi : Wikiart)
A
A
A
Seorang anggota pasukan muslim dari kaum Anshar ini tetap melanjutkan sholatnya ketika musuh memanahnya sampai tiga kali. “Saya sedang membaca surat dari Al-Qur'an, dan saya telah memulai membacanya dalam sholat, maka saya tidak mau memutuskan bacaanku," ucapnya.
Baca juga: Khubaib Bin Adi: Muslim yang Memulai Sunnah Sholat Dua Rakaat sebelum Dieksekusi Mati
Imam Ibnul Jauzi dalam bukunya berjudul "Uyun Al-Hikayat Min Qashash Ash-Shalihin wa Nawodir Az-Zahidin" mengutip Jabir bin Abdillah, menceritakan kesungguhan para sahabat Rasulullah SAW dalam beribadah. Berikut kisahnya:
Kami berjalan bersama Rasulullah SAW dalam satu peperangan, kemudian kami menyerang salah satu rumah seorang musyrikin, dan kami menawan seorang istri kalangan musyrikin itu. Kemudian Rasulullah bergerak pulang.
Setelah itu datanglah orang kafir itu ke rumahnya, dan dia mendapatkan penjelasan dari tetangganya tentang apa yang telah terjadi dengan keluarganya. Maka dia pun bersumpah tidak akan pulang sebelum mengalirkan darah para sahabat Nabi.
Ketika Rasulullah SAW sampai di suatu jalan, maka beliau turun ke salah satu lembah yang ada, dan selanjutnya bersabda, “Siapakah dua orang yang mau menjadi petugas jaga malam ini, sehingga kita tidak disergap musuh?”
Seorang lelaki dari Anshar dan seorang dari kalangan Muhajirin berkata, “Kami berdua yang akan berjaga pada malam ini, wahai Rasulullah.”
Keduanya pun berjalan ke puncak lembah, tanpa ditemani pasukan. Sahabat dari kalangan Muhajirin berkata kepada sahabat dari Anshar, “Apakah engkau siap menjaga di awal malam, agar nanti saya menjaga di akhir malam? Atau engkau mau menjaga di akhir malam sementara saya menjaga di awal malam?”
Sahabat dari kalangan muhajirin berkata, “Silakan engkau menjaga di awal malam, biar nanti saya menjaga di akhir malam.”
Maka sahabat dari muhajirin pun tidur, sementara sahabat dari kalangan Anshar menjaga malam. Dia pun mengisi waktunya dengan sholat malam dan membaca satu surah dari Al-Qur'an.
Baca juga: Khubaib Bin Adi: Muslim yang Memulai Sunnah Sholat Dua Rakaat sebelum Dieksekusi Mati
Imam Ibnul Jauzi dalam bukunya berjudul "Uyun Al-Hikayat Min Qashash Ash-Shalihin wa Nawodir Az-Zahidin" mengutip Jabir bin Abdillah, menceritakan kesungguhan para sahabat Rasulullah SAW dalam beribadah. Berikut kisahnya:
Kami berjalan bersama Rasulullah SAW dalam satu peperangan, kemudian kami menyerang salah satu rumah seorang musyrikin, dan kami menawan seorang istri kalangan musyrikin itu. Kemudian Rasulullah bergerak pulang.
Setelah itu datanglah orang kafir itu ke rumahnya, dan dia mendapatkan penjelasan dari tetangganya tentang apa yang telah terjadi dengan keluarganya. Maka dia pun bersumpah tidak akan pulang sebelum mengalirkan darah para sahabat Nabi.
Ketika Rasulullah SAW sampai di suatu jalan, maka beliau turun ke salah satu lembah yang ada, dan selanjutnya bersabda, “Siapakah dua orang yang mau menjadi petugas jaga malam ini, sehingga kita tidak disergap musuh?”
Seorang lelaki dari Anshar dan seorang dari kalangan Muhajirin berkata, “Kami berdua yang akan berjaga pada malam ini, wahai Rasulullah.”
Keduanya pun berjalan ke puncak lembah, tanpa ditemani pasukan. Sahabat dari kalangan Muhajirin berkata kepada sahabat dari Anshar, “Apakah engkau siap menjaga di awal malam, agar nanti saya menjaga di akhir malam? Atau engkau mau menjaga di akhir malam sementara saya menjaga di awal malam?”
Sahabat dari kalangan muhajirin berkata, “Silakan engkau menjaga di awal malam, biar nanti saya menjaga di akhir malam.”
Maka sahabat dari muhajirin pun tidur, sementara sahabat dari kalangan Anshar menjaga malam. Dia pun mengisi waktunya dengan sholat malam dan membaca satu surah dari Al-Qur'an.
Lihat Juga :