Dahsyatnya Fadhilah Memanah, 3 Orang Masuk Surga karena 1 Anak Panah
Rabu, 22 Desember 2021 - 21:00 WIB
loading...
Saad Bin Abi Waqqash adalah pemanah terhebat dalam sejarah peradaban Islam. Beliaulah orang pertama yang memanah musuh di jalan Allah. Foto/dok manhajhome
A
A
A
Dalam perspektif Islam, memanah merupakan aktivitas yang sangat mulia. Tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan, memanah memiliki fadhilah yang agung. Salah satunya diganjar surga bagi yang melakukannya di jalan Allah.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ketika berada di atas mimbar berkata: "Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi. Ketahuilah bahwa kekuatan itu adalah memanah, ketahuilah bahwa kekuatan itu adalah memanah, ketahuilah bahwa kekuatan itu adalah memanah." (HR Muslim 1917)
Bahkan dalam satu Hadis Nabi disebutkan bahwa ada tiga orang yang masuk surga karena satu anak panah. Kok bisa? Mari kita simak Hadis Nabi berikut dilansir dari kisahikmah.
Sahabat mulia 'Uqbah bin Amir Al-Juhani berkata kepada sahabat mulia Abdullah bin Zaid radhiyallahu 'anhu. "Maukah kamu jika aku memberi kabar tentang satu hadis yang aku dengar dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam?"
"Tentu saja." jawab Abdullah bin Zaid.
"Aku mendengar Rasulullah bersabda: "Sungguh Allah Ta'ala memasukkan tiga orang ke dalam surga lantaran satu anak panah. (1) orang yang saat membuatnya mengharapkan kebaikan (2) orang yang menyiapkannya di jalan Allah, dan (3) orang yang memanahkannya di jalan Allah."
Beliau shallallahu 'alaihi wasallam juga bersabda: "Berlatihlah memanah dan berkuda. Jika kalian memilih memanah, maka hal itu lebih baik dari berkuda."
Dalam riawayat lain, Nabi memerintahkan agar kaum Muslimin mempersiapkan seluruh kekuatan yang dimiliki untuk berjihad di jalan Allah Ta'ala. Kemudian beliau menyebutkan bahwa memanah merupakan kekuatan. Kalimat terakhir ini diulang sebanyak tiga kali sebagai penegasan akan pentingnya memanah dalam jihad.
Sebagai bentuk kecintaan kita terhadap sunnah, kita perlu belajar memanah atau keterampilan yang serupa dengannya. Semangat meneladani sunnah ini tergambar jelas dalam pribadi Imam asy-Syafi'i rahimahullahu ta'ala.
Penulis Kitab al-Umm ini merupakan sosok yang sangat piawai memanah. Bahkan jika ada sepuluh bidikan, semuanya tepat sasaran. Tak ada yang meleset. Sampai-sampai beliau diperingatkan oleh tabib agar tidak terlalu sering keluar rumah untuk memanah. Sebab panas yang menyengat dan udara siang amat tak bagus untuk kondisi kesehatan paru-paru sang imam.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ketika berada di atas mimbar berkata: "Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi. Ketahuilah bahwa kekuatan itu adalah memanah, ketahuilah bahwa kekuatan itu adalah memanah, ketahuilah bahwa kekuatan itu adalah memanah." (HR Muslim 1917)
Bahkan dalam satu Hadis Nabi disebutkan bahwa ada tiga orang yang masuk surga karena satu anak panah. Kok bisa? Mari kita simak Hadis Nabi berikut dilansir dari kisahikmah.
Sahabat mulia 'Uqbah bin Amir Al-Juhani berkata kepada sahabat mulia Abdullah bin Zaid radhiyallahu 'anhu. "Maukah kamu jika aku memberi kabar tentang satu hadis yang aku dengar dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam?"
"Tentu saja." jawab Abdullah bin Zaid.
"Aku mendengar Rasulullah bersabda: "Sungguh Allah Ta'ala memasukkan tiga orang ke dalam surga lantaran satu anak panah. (1) orang yang saat membuatnya mengharapkan kebaikan (2) orang yang menyiapkannya di jalan Allah, dan (3) orang yang memanahkannya di jalan Allah."
Beliau shallallahu 'alaihi wasallam juga bersabda: "Berlatihlah memanah dan berkuda. Jika kalian memilih memanah, maka hal itu lebih baik dari berkuda."
Dalam riawayat lain, Nabi memerintahkan agar kaum Muslimin mempersiapkan seluruh kekuatan yang dimiliki untuk berjihad di jalan Allah Ta'ala. Kemudian beliau menyebutkan bahwa memanah merupakan kekuatan. Kalimat terakhir ini diulang sebanyak tiga kali sebagai penegasan akan pentingnya memanah dalam jihad.
Sebagai bentuk kecintaan kita terhadap sunnah, kita perlu belajar memanah atau keterampilan yang serupa dengannya. Semangat meneladani sunnah ini tergambar jelas dalam pribadi Imam asy-Syafi'i rahimahullahu ta'ala.
Penulis Kitab al-Umm ini merupakan sosok yang sangat piawai memanah. Bahkan jika ada sepuluh bidikan, semuanya tepat sasaran. Tak ada yang meleset. Sampai-sampai beliau diperingatkan oleh tabib agar tidak terlalu sering keluar rumah untuk memanah. Sebab panas yang menyengat dan udara siang amat tak bagus untuk kondisi kesehatan paru-paru sang imam.
Lihat Juga :