Pandangan Para Mufasir Tentang Pengangkatan Nabi Isa ke Langit
Kamis, 23 Desember 2021 - 22:57 WIB
loading...
A
A
A
فلما رفع خرج أولئك النفر فلما رأى أولئك ذلك الشاب ظنوا أنه عيسى ، فأخذوه في الليل وصلبوه ، ووضعوا الشوك على رأسه ، فأظهر اليهود أنهم سعوا في صلبه وتبجحوا بذلك ، وسلم لهم طوائف من النصارى ذلك لجهلهم وقلة عقلهم ، ما عدا من كان في البيت مع المسيح ، فإنهم شاهدوا رفعه ، وأما الباقون فإنهم ظنوا كما ظن اليهود أن المصلوب هو المسيح ابن مريم ، حتى ذكروا أن مريم جلست تحت ذلك المصلوب وبكت ، ويقال : إنه خاطبها ، والله أعلم
"Ketika Nabi Isa diangkat ke langit, mereka memasuki rumah Nabi Isa, mereka mendapati seorang pemuda dan mengira itulah Nabi Isa, sebab wajahnya diserupakan mirip Nabi Isa.
Mereka menangkapnya di malam hari dan segera mensalibnya dan meletakkan lingkaran duri di kepalanya. Maka, orang-orang Yahudi pun dengan bangganya mengatakan telah menangkap dan menyalib Isa.
Sebagian pendukung Nabi Isa menjadi korban fitnah itu, dan ikut mempercayainya disebabkan ketidaktahuan mereka. Berbeda dengan murid-murid Nabi Isa lainnya yang berada di rumah Nabi Isa dan menyaksikan naiknya Nabi Isa ke langit tidak turut mempercayainya.
Sedangkan sebagian orang Yahudi pun ada yang meragukan apakah pasukan Romawi yang menangkap Isa Ibnu Maryam benar-benar telah menangkap dan menyalibnya, sampai akhirnya adanya kabar yang mengatakan bahwa ibunya Maryam duduk di bawah tiang penyaliban dalam keadaan menangis, hingga mereka dibuat harus percaya.
Sedangkan menurut Sayyid Qutb menyebutkan –mengutip Injil Barnabas– orang yang dibunuh dan disalib adalah Yahuza atau lebih dikenal Yudas Iskariot.
Dikisahkan bahwa setelah Nabi Isa diangkat ke langit oleh Allah melalui perantara Malaikat Jibril, Mikail, Rafail dan Oril, Yudas memasuki ruangan Nabi Isa lalu diserupakan dengan beliau. Akibatnya, dia lah yang ditangkap, dibunuh dan disalib.
Kesimpulannya dari berbagai referensi di atas, memang tidak ditemukan keterangan atau penjelasan yang mendukung bahwa ada salah satu murid Nabi Isa atau Hawariyyun yang berkhianat kepada Nabi Isa, sebagaimana kisah-kisah yang selama ini berkembang dan diajarkan pada pelajaran agama Islam di sekolah-sekolah.
Dan kesalahpahaman ini wajib diluruskan dalam akidah umat Islam agar tidak terjebak pada fitnah yang diciptakan orang-orang Yahudi. Tentu, kebenaran ini pun didukung oleh Al-Qur'an, sebagaimana firman Allah pada Surah Ali Imran 52:
فَلَمَّآ اَحَسَّ عِيْسٰى مِنْهُمُ الْكُفْرَ قَالَ مَنْ اَنْصَارِيْٓ اِلَى اللّٰهِ ۗ قَالَ الْحَوَارِيُّوْنَ نَحْنُ اَنْصَارُ اللّٰهِ ۚ اٰمَنَّا بِاللّٰهِ ۚ وَاشْهَدْ بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
"Ketika Nabi Isa diangkat ke langit, mereka memasuki rumah Nabi Isa, mereka mendapati seorang pemuda dan mengira itulah Nabi Isa, sebab wajahnya diserupakan mirip Nabi Isa.
Mereka menangkapnya di malam hari dan segera mensalibnya dan meletakkan lingkaran duri di kepalanya. Maka, orang-orang Yahudi pun dengan bangganya mengatakan telah menangkap dan menyalib Isa.
Sebagian pendukung Nabi Isa menjadi korban fitnah itu, dan ikut mempercayainya disebabkan ketidaktahuan mereka. Berbeda dengan murid-murid Nabi Isa lainnya yang berada di rumah Nabi Isa dan menyaksikan naiknya Nabi Isa ke langit tidak turut mempercayainya.
Sedangkan sebagian orang Yahudi pun ada yang meragukan apakah pasukan Romawi yang menangkap Isa Ibnu Maryam benar-benar telah menangkap dan menyalibnya, sampai akhirnya adanya kabar yang mengatakan bahwa ibunya Maryam duduk di bawah tiang penyaliban dalam keadaan menangis, hingga mereka dibuat harus percaya.
Sedangkan menurut Sayyid Qutb menyebutkan –mengutip Injil Barnabas– orang yang dibunuh dan disalib adalah Yahuza atau lebih dikenal Yudas Iskariot.
Dikisahkan bahwa setelah Nabi Isa diangkat ke langit oleh Allah melalui perantara Malaikat Jibril, Mikail, Rafail dan Oril, Yudas memasuki ruangan Nabi Isa lalu diserupakan dengan beliau. Akibatnya, dia lah yang ditangkap, dibunuh dan disalib.
Kesimpulannya dari berbagai referensi di atas, memang tidak ditemukan keterangan atau penjelasan yang mendukung bahwa ada salah satu murid Nabi Isa atau Hawariyyun yang berkhianat kepada Nabi Isa, sebagaimana kisah-kisah yang selama ini berkembang dan diajarkan pada pelajaran agama Islam di sekolah-sekolah.
Dan kesalahpahaman ini wajib diluruskan dalam akidah umat Islam agar tidak terjebak pada fitnah yang diciptakan orang-orang Yahudi. Tentu, kebenaran ini pun didukung oleh Al-Qur'an, sebagaimana firman Allah pada Surah Ali Imran 52:
فَلَمَّآ اَحَسَّ عِيْسٰى مِنْهُمُ الْكُفْرَ قَالَ مَنْ اَنْصَارِيْٓ اِلَى اللّٰهِ ۗ قَالَ الْحَوَارِيُّوْنَ نَحْنُ اَنْصَارُ اللّٰهِ ۚ اٰمَنَّا بِاللّٰهِ ۚ وَاشْهَدْ بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Lihat Juga :