Bagaimana Hukum Berwudhu Sebelum Tidur Bagi Wanita Haid?
Minggu, 26 Desember 2021 - 19:16 WIB
loading...
A
A
A
Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, “Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa jika dalam keadaan junub dan henak tidur, beliau mencuci kemaluannya lalu berwudhu sebagaimana wudhu untuk shalat.” (HR. Bukari).
Sayyidah Aisyah juga pernah ditanya oleh Abdullah bin Abu Qais Radhiyallahu ‘anhu saat keadaan junub. “Apakah beliau mandi sebelum tidur atau tidur sebelum mandi? Aisyah menjawab, ‘Semua itu pernah dilakukan oleh beliau. Kadang beliau mandir, lalu tidur. Kadang pula beliau wudhu, barulah tidur.” (HR. Muslim).
Syaikh Islam Zakariya Al Anshari dalam kitab Syarah Al Bahjah menyebutkan, “Dan bagi orang junub disunnahkan wudhu untuk makan, minum, bersenggama dan tidur. Ucapan Mushannif (Imam Ibnul Wardi): (disunnahkan) Wudhu untuk makan.
Imam Nawawi berkata dalam kitab al Majmu’,” Karena berwudhu bisa berpengaruh pada hadatsnya orang junub. Berbeda dengan hadatsnya wanita haid & nifas, karena hadats keduanya tetap. Tidak sah bersuci dengan tetapnya hadats tersebut. Ini selagi wanita tersebut dalam keadaan haid atau nifas. Jika darahnya sudah berhenti maka keduanya menjadi seperti orang junub, keduanya disunnahkan wudhu disaat-saat tersebut di atas.”
Baca juga: 7 Ciri Wanita yang Pantas Dijadikan Calon Istri
Wallahu A'lam.
Sayyidah Aisyah juga pernah ditanya oleh Abdullah bin Abu Qais Radhiyallahu ‘anhu saat keadaan junub. “Apakah beliau mandi sebelum tidur atau tidur sebelum mandi? Aisyah menjawab, ‘Semua itu pernah dilakukan oleh beliau. Kadang beliau mandir, lalu tidur. Kadang pula beliau wudhu, barulah tidur.” (HR. Muslim).
Syaikh Islam Zakariya Al Anshari dalam kitab Syarah Al Bahjah menyebutkan, “Dan bagi orang junub disunnahkan wudhu untuk makan, minum, bersenggama dan tidur. Ucapan Mushannif (Imam Ibnul Wardi): (disunnahkan) Wudhu untuk makan.
Imam Nawawi berkata dalam kitab al Majmu’,” Karena berwudhu bisa berpengaruh pada hadatsnya orang junub. Berbeda dengan hadatsnya wanita haid & nifas, karena hadats keduanya tetap. Tidak sah bersuci dengan tetapnya hadats tersebut. Ini selagi wanita tersebut dalam keadaan haid atau nifas. Jika darahnya sudah berhenti maka keduanya menjadi seperti orang junub, keduanya disunnahkan wudhu disaat-saat tersebut di atas.”
Baca juga: 7 Ciri Wanita yang Pantas Dijadikan Calon Istri
Wallahu A'lam.
(wid)
Lihat Juga :