Arab Pra-Islam: Misionaris Nasrani dan Sepak Terjang Abrahah
Selasa, 04 Januari 2022 - 14:59 WIB
loading...
A
A
A
Kudeta Abrahah
Sekadar mengingatkan, pada saat peristiwa Ashabul Ukhdud yang memaksa kaum nasrani untuk berpindah agama menjadi Yahudi, mereka yang lolos meminta bantuan Romawi.
Muhammad Husain Haekal dalam "Sejarah Hidup Muhammad" menjelaskan oleh karena letak Kerajaan Romawi jauh dari Yaman, Kaisar itu menulis surat kepada Najasyi (Negus) supaya mengadakan pembalasan terhadap raja Yaman.
Pada waktu itu [abad ke-6] Abisinia yang dipimpin oleh Najasyi sedang berada dalam puncak kemegahannya. Perdagangan yang luas melalui laut disertai oleh armada yang kuat dapat menancapkan pengaruhnya sampai sejauh-jauhnya.
Pada waktu itu ia menjadi sekutu Imperium Romawi Timur dan yang memegang panji Kristen di Laut Merah, sedang Kerajaan Romawi Timur sendiri menguasainya di bagian Laut Tengah.
Setelah surat Kaisar sampai ke tangan Najasyi, ia mengirimkan bersama orang Yaman itu - yang membawa surat – sepasukan tentara di bawah pimpinan Aryat (Harith) dan Abrahah al-Asyram salah seorang prajuritnya.
Aryat menyerbu Kerajaan Yaman atas nama penguasa Abisinia. Ia memerintah Yaman ini sampai ia dibunuh oleh Abrahah yang kemudian menggantikan kedudukannya. Abrahah inilah yang memimpin pasukan gajah, dan dia yang kemudian menyerbu Makkah guna menghancurkan Kakbah tetapi gagal.
Procopius, sejarawan utama pada abad ke-6, mencatat Abrahah juga dikenal sebagai Abrahah al-Asyram, dulunya adalah seorang budak dari pedagang Romawi di pantai Adulis, Eritrea (wilayah Abisinia). Dalam tradisi Islam, nama Abrahah dikenal sebagai raja dari Arab Selatan yang gagal merebut Ka'bah di Makkah pada sekitar tahun 570 Masehi.
Sementara ath-Thabari (838- 923), sejarawan dan pemikir muslim dari Persia, menyebut Abrahah memiliki hubungan yang dekat dengan keluarga Kerajaan Aksum. Namun demikian, baik Procopius maupun al-Tabari bersepakat bahwa Abrahah merupakan salah satu jendral perang yang dikirim oleh Negus Kaleb untuk menyerang kerajaan Himyar yang dipimpin raja Dzu Nawas, seorang pengikut Yahudi.
Baca juga: Kisah Penyerangan Ka'bah: Abrahah Binasa oleh Virus Mematikan
Sekadar mengingatkan, pada saat peristiwa Ashabul Ukhdud yang memaksa kaum nasrani untuk berpindah agama menjadi Yahudi, mereka yang lolos meminta bantuan Romawi.
Muhammad Husain Haekal dalam "Sejarah Hidup Muhammad" menjelaskan oleh karena letak Kerajaan Romawi jauh dari Yaman, Kaisar itu menulis surat kepada Najasyi (Negus) supaya mengadakan pembalasan terhadap raja Yaman.
Pada waktu itu [abad ke-6] Abisinia yang dipimpin oleh Najasyi sedang berada dalam puncak kemegahannya. Perdagangan yang luas melalui laut disertai oleh armada yang kuat dapat menancapkan pengaruhnya sampai sejauh-jauhnya.
Pada waktu itu ia menjadi sekutu Imperium Romawi Timur dan yang memegang panji Kristen di Laut Merah, sedang Kerajaan Romawi Timur sendiri menguasainya di bagian Laut Tengah.
Setelah surat Kaisar sampai ke tangan Najasyi, ia mengirimkan bersama orang Yaman itu - yang membawa surat – sepasukan tentara di bawah pimpinan Aryat (Harith) dan Abrahah al-Asyram salah seorang prajuritnya.
Aryat menyerbu Kerajaan Yaman atas nama penguasa Abisinia. Ia memerintah Yaman ini sampai ia dibunuh oleh Abrahah yang kemudian menggantikan kedudukannya. Abrahah inilah yang memimpin pasukan gajah, dan dia yang kemudian menyerbu Makkah guna menghancurkan Kakbah tetapi gagal.
Procopius, sejarawan utama pada abad ke-6, mencatat Abrahah juga dikenal sebagai Abrahah al-Asyram, dulunya adalah seorang budak dari pedagang Romawi di pantai Adulis, Eritrea (wilayah Abisinia). Dalam tradisi Islam, nama Abrahah dikenal sebagai raja dari Arab Selatan yang gagal merebut Ka'bah di Makkah pada sekitar tahun 570 Masehi.
Sementara ath-Thabari (838- 923), sejarawan dan pemikir muslim dari Persia, menyebut Abrahah memiliki hubungan yang dekat dengan keluarga Kerajaan Aksum. Namun demikian, baik Procopius maupun al-Tabari bersepakat bahwa Abrahah merupakan salah satu jendral perang yang dikirim oleh Negus Kaleb untuk menyerang kerajaan Himyar yang dipimpin raja Dzu Nawas, seorang pengikut Yahudi.
Baca juga: Kisah Penyerangan Ka'bah: Abrahah Binasa oleh Virus Mematikan
(mhy)
Lihat Juga :