Mush'ab Bin Umair, Sahabat Nabi Paling Ganteng dan Duta Islam Pertama (3)
Rabu, 10 Juni 2020 - 14:21 WIB
loading...
Mushab bin Umair radhiallahu anhu, salah satu sahabat Nabi yang memiliki kisah mengagumkan. Foto ilustrasi/dok dakwahkamikamu.net
A
A
A
Mush'ab bin Umair radhiallahu 'anhu, salah satu sahabat Nabi yang memiliki kisah mengagumkan. Mush'ab bin Umair dikaruniai wajah rupawan dan paling ganteng di antara remaja di Makkah kala itu. Akhir hayatnya, beliau wafat sahid pada perang Uhud.
Ketika diutus Rasulullah SAW ke Madinah, Mush'ab bin Umair menjadi duta Islam pertama yang sukses mengajak kepala suku dan penduduk Madinah ramai-ramai memeluk Islam . Sebuah keberhasilan yang pantas diraih oleh sahabat berwajah ganteng dan berpikiran cerdas tersebut.
Melihat dakwah Islam yang kian meluas, kaum musyrikin Quraisy semakin geram dengan dendamnya. Mereka tak hentinya melakukan kekerasan terhadap kaum muslimin. Puncaknya terjadilah perang Badar dan kaum Quraisy menerima kekalahan pahit. Beberapa waktu kemudian kaum muslimin dihadapkan dengan perang Uhud, perang yang disebut sebagai aksi balas dendam kaum musyrikin Quraisy. [Baca Juga: Mush'ab Bin Umair, Sahabat Nabi Paling Ganteng dan Duta Islam Pertama (1) ]
Kaum Muslimin pun bersiap mengatur barisan. Rasulullah SAW berdiri di tengah barisan menatap setiap wajah orang beriman untuk diberikan amanah membawa bendera di perang Uhud. Maka terpanggillah Mush'ab bin Umair . Beliau dipercaya Nabi sebagai pembawa bendera. Peperangan pun berkobar dengan sengitnya. Saat pasukan pemanah turun dari atas bukit meninggalkan tempatnya, pasukan muslim mengalami tekanan dan terpaksa mundur akibat serangan pasukan berkuda kafir Quraisy.
Wafat Syahid di Perang Uhud
Pasukan pemanah melanggar peraturan Rasulullah SAW karena meninggalkan kedudukannya di celah bukit. Perang Uhud yang awalnya dikuasai kaum muslimin berubah menjadi kekalahan menyakitkan. Sayyidina Hamzah radhiallahu 'anhu gugur sahid dalam perang itu.
Melihat barisan kaum Muslimin porak poranda, kaum musyrikin bermaksud menyerang Rasulullah SAW . Melihat situasi itu, Mush'ab bin Umair mengacungkannya bendera setinggi-tingginya dan bagaikan aungan singa ia bertakbir sekeras-kerasnya.
Beliau maju ke tengah-tengah barisan musuh, melompat, mengelak dan berputar lalu menerkam. Mush'ab bermaksud menarik perhatian musuh kepadanya dan melupakan Rasulullah SAW . Meski seorang diri, Mush'ab bertempur laksana pasukan tentara besar. Sebelah tangannya memegang bendera, sebelah lagi menebaskan pedang ke arah musuh. Tetapi jumlah musuh kian bertambah.
Berkata Ibnu Sa'ad: Diceriterakan kepada kami oleh Ibrahim bin Muhammad bin Syurahbil al-Abdari dari bapaknya, ia berkata: Mush'ab bin Umair adalah pembawa bendera di Perang Uhud. Tatkala barisan kaum Muslimin pecah, Mush'ab bertahan pada kedudukannya. Datanglah seorang musuh berkuda, Ibnu Qumaiah namanya, lalu menebas tangannya hingga putus, sementara Mush'ab mengucapkan: "Muhammad itu tiada lain hanyalah seorang Rasul, yang sebelumnya telah didahului oleh beberapa Rasul".
Maka dipegangnya bendera dengan tangan kirinya sambil membungkuk melindunginya. Musuh pun menebas tangan kirinya itu hingga terputus. Mush'ab membungkuk ke arah bendera, lalu dengan kedua pangkal lengan meraihnya ke dada sambil mengucapkan: "Muhammad itu tiada lain hanyalah seorang Rasul, dan sebelumnya telah didahului oleh beberapa Rasul".
Lalu pasukan berkuda itu menyerangnya ketiga kali dengan tombak, dan menusukkannya hingga tombak itu pun patah. Mush'ab pun gugur dan bendera terjatuh. Mush'ab wafat sebagai bintang dan mahkota para syuhada. [Baca Juga: Kisah Mush'ab bin 'Umair, Sahabat Nabi yang Dicintai ]
Ketika diutus Rasulullah SAW ke Madinah, Mush'ab bin Umair menjadi duta Islam pertama yang sukses mengajak kepala suku dan penduduk Madinah ramai-ramai memeluk Islam . Sebuah keberhasilan yang pantas diraih oleh sahabat berwajah ganteng dan berpikiran cerdas tersebut.
Melihat dakwah Islam yang kian meluas, kaum musyrikin Quraisy semakin geram dengan dendamnya. Mereka tak hentinya melakukan kekerasan terhadap kaum muslimin. Puncaknya terjadilah perang Badar dan kaum Quraisy menerima kekalahan pahit. Beberapa waktu kemudian kaum muslimin dihadapkan dengan perang Uhud, perang yang disebut sebagai aksi balas dendam kaum musyrikin Quraisy. [Baca Juga: Mush'ab Bin Umair, Sahabat Nabi Paling Ganteng dan Duta Islam Pertama (1) ]
Kaum Muslimin pun bersiap mengatur barisan. Rasulullah SAW berdiri di tengah barisan menatap setiap wajah orang beriman untuk diberikan amanah membawa bendera di perang Uhud. Maka terpanggillah Mush'ab bin Umair . Beliau dipercaya Nabi sebagai pembawa bendera. Peperangan pun berkobar dengan sengitnya. Saat pasukan pemanah turun dari atas bukit meninggalkan tempatnya, pasukan muslim mengalami tekanan dan terpaksa mundur akibat serangan pasukan berkuda kafir Quraisy.
Wafat Syahid di Perang Uhud
Pasukan pemanah melanggar peraturan Rasulullah SAW karena meninggalkan kedudukannya di celah bukit. Perang Uhud yang awalnya dikuasai kaum muslimin berubah menjadi kekalahan menyakitkan. Sayyidina Hamzah radhiallahu 'anhu gugur sahid dalam perang itu.
Melihat barisan kaum Muslimin porak poranda, kaum musyrikin bermaksud menyerang Rasulullah SAW . Melihat situasi itu, Mush'ab bin Umair mengacungkannya bendera setinggi-tingginya dan bagaikan aungan singa ia bertakbir sekeras-kerasnya.
Beliau maju ke tengah-tengah barisan musuh, melompat, mengelak dan berputar lalu menerkam. Mush'ab bermaksud menarik perhatian musuh kepadanya dan melupakan Rasulullah SAW . Meski seorang diri, Mush'ab bertempur laksana pasukan tentara besar. Sebelah tangannya memegang bendera, sebelah lagi menebaskan pedang ke arah musuh. Tetapi jumlah musuh kian bertambah.
Berkata Ibnu Sa'ad: Diceriterakan kepada kami oleh Ibrahim bin Muhammad bin Syurahbil al-Abdari dari bapaknya, ia berkata: Mush'ab bin Umair adalah pembawa bendera di Perang Uhud. Tatkala barisan kaum Muslimin pecah, Mush'ab bertahan pada kedudukannya. Datanglah seorang musuh berkuda, Ibnu Qumaiah namanya, lalu menebas tangannya hingga putus, sementara Mush'ab mengucapkan: "Muhammad itu tiada lain hanyalah seorang Rasul, yang sebelumnya telah didahului oleh beberapa Rasul".
Maka dipegangnya bendera dengan tangan kirinya sambil membungkuk melindunginya. Musuh pun menebas tangan kirinya itu hingga terputus. Mush'ab membungkuk ke arah bendera, lalu dengan kedua pangkal lengan meraihnya ke dada sambil mengucapkan: "Muhammad itu tiada lain hanyalah seorang Rasul, dan sebelumnya telah didahului oleh beberapa Rasul".
Lalu pasukan berkuda itu menyerangnya ketiga kali dengan tombak, dan menusukkannya hingga tombak itu pun patah. Mush'ab pun gugur dan bendera terjatuh. Mush'ab wafat sebagai bintang dan mahkota para syuhada. [Baca Juga: Kisah Mush'ab bin 'Umair, Sahabat Nabi yang Dicintai ]
Lihat Juga :