Kisah Mush'ab bin 'Umair, Sahabat Nabi yang Dicintai

Rabu, 26 Februari 2020 - 22:57 WIB
Kisah Mushab bin Umair,...
Kisah Mush'ab bin 'Umair, Sahabat Nabi yang Dicintai
A A A
Dai yang juga penulis buku-buku Islami, Ustaz Salim A Fillah menceritakan satu kisah sahabat Nabi yang mengagumkan, Mush'ab ibn 'Umair radhiallahu 'anhu (RA). Kisah ini dikemukakan Ustaz Salim saat umrah jejak Nabi pada 16-25 Februari.

Berikut kisah yang diunggahnya melalui akun IG @salimafillah belum lama ini. Ustaz Salim memberi judul 'Dicintai' untuk mengenang kemuliaan sosok sahabat Nabi bernama Mush'ab bin Umair.

Penampilan 'Abdurrahman bin 'Auf tak pernah berubah. Saudagar agung yang sering dengan ringan meletakkan kantong berisi 40 ribu dinar di pangkuan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam (SAW), yang seribu unta niaganya pernah menderakkan Madinah lalu dijadikan infaq fi sabilillah itu sukar dibedakan dari para pegawai dan bahkan budaknya.

Suatu hari dia makan bersama para pekerja itu, dan tiba-tiba dia sesenggukan, air matanya membanjir deras. "Mush'ab ibn 'Umair lebih baik dari kami", ujarnya di tengah isak, "Dan dia tak pernah merasakan makanan yang selembut ini."

"Ketika dia syahid dalam Perang Uhud", sambungnya masih sambil menangis, "Tak ada kain untuk mengafaninya selain sehelai selimut usang lagi bertambal. Jika ditutupkan ke kepala, kakinya terlihat. Jika diselubungkan ke kaki, kepalanya terbuka. Maka kami tutupkan kain itu ke kepalanya, dan kami selubungi kakinya dengan rerumputan idzkhir."

Mush'ab adalah kisah tentang hidup yang terjun kecekikan kesukaran tepat ketika dia melapangkan hati menerima kebenaran. Dia seorang pemuda tampan, anggun, berkulit lembut, penampilannya rapi, pakaiannya mewah berselera tinggi, dan masyhur karena harumannya tercium dari jarak sekian-sekian. Tapi begitu dia mengikrarkan syahadat, ibu yang dulu sangat menyayanginya memutuskan hubungan dan semua pemberian.

"Kulit Mush'ab kering dan mengelupas", begitu kawan-kawannya berkisah, "Bagaikan ular yang bersalin sisik."

Beberapa tahun kemudian ketika Rasulullah SAW berbahagia menyaksikan benih dakwah yang disemai Mush'ab di Madinah berakar, tumbuh, dan mekar. Pemuda agung itu memasuki Masjid Nabawi dengan wajah kuyu, rambut kusut, dan pakaian lusuh. Air mata Sang Nabi SAW meleleh ke pipi ketika menatapnya.

"Bagaimanakah kalian nanti", sabda beliau SAW sambil berkaca-kaca, "Jika kalian duduk di atas singgasana-singgasana berbantal empuk bagai para raja, sementara para pelayan hilir mudik menyediakan keperluan kalian?"

Para sahabat lugu itu, yang masih berada dalam keadaan faqir lagi terusir menjawab serempak, "Kami pada hari itu, pastilah lebih baik daripada kami pada hari ini ya Rasulallah!"

"Tidak", sanggah Sang Nabi SAW. "Kalian pada hari ini lebih baik daripada kalian pada hari itu."

"Sungguh yang paling aku khawatirkan atas kalian", ujar beliau SAW lagi, "Jika dunia dibukakan bagi kalian sebagaimana telah diberikan pada kaum sebelum kalian. Lalu kalian memperebutkannya seperti mereka, hingga sebagian memukul tengkuk sebagian yang lain, kemudian kalian binasa sebagaimana orang-orang sebelum kalian binasa."

Hidup Mush'ab pasti terlihat berat bagi siapapun yang melihatnya, apalagi bagi kita yang hidup di zaman bertakaran uang dan harta. Tapi kebahagiaan selalu menyertainya dalam dakwah maupun hidup manusiawinya. Selain 'Abdurrahman bin 'Auf dan sahabat lain yang sering merujuknya sebagai teladan, saksi terkuat atas hal ini adalah Hamnah bint Jahsyi, istrinya sendiri.

Ketika kepada saudari Ummul Mukminin Zainab bint Jahsy ini dikabarkan kewafatan ayah, paman, juga kakandanya, mendung duka tak terlalu membayang di wajahnya. Tapi begitu mendengar kesyahidan Mush'ab, dia berteriak menangis, meratap hingga pingsan, dan tak satupun mampu menghiburnya kala siuman.

Dengan wajah prihatin melihatnya, Rasulullah SAW bersabda, "Suami wanita ini punya kedudukan khusus di hatinya." Ya, Mush'ab ibn 'Umair, lelaki yang selalu dicintai. Betapa bahagianya.
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Salim Maula Abu...
Kisah Salim Maula Abu Hudzaifah yang Mengagumkan
Tsauban: Jangan Kabari...
Tsauban: Jangan Kabari Rasulullah
Abu Dzar al-Ghifari...
Abu Dzar al-Ghifari (1): Sosok yang Membuat Rasulullah SAW Takjub
Kisah Hikmah: Doa 4.000...
Kisah Hikmah: Doa 4.000 Tahun yang Penuh Makna
Kisah Rasulullah SAW...
Kisah Rasulullah SAW dan Abu Bakar yang Sarat Hikmah
Kisah Nuaiman Sahabat...
Kisah Nu'aiman Sahabat Nabi: Dikejar Rasulullah Sampai Masuk Sumur
Rekomendasi
Ilmuwan Temukan Deposit...
Ilmuwan Temukan Deposit Litium Terbesar di Dasar Danau
Cuaca Ekstrem, Hujan...
Cuaca Ekstrem, Hujan Deras Melanda Wilayah Makkah
Kekayaan Elon Musk Orang...
Kekayaan Elon Musk Orang Terkaya di Dunia, Cuma Setengah Harta Mansa Musa
Artikel Terkini
Orang yang Mengganggu...
Orang yang Mengganggu Tetangganya Bukan Mukmin, Ini Dalil Hadis dan Penjelasan Ulama
Butuh 7 Hari, CQF Bangun...
Butuh 7 Hari, CQF Bangun Masjid Pertama Asmaul Husna di Aceh Tamiang
Kasus Teror Tetangga...
Kasus Teror Tetangga Viral, Begini Hak Tetangga Menurut Al-Qur'an dan Hadis
Mengapa Surat Al-Fatihah...
Mengapa Surat Al-Fatihah Disebut Induk Al-Qur'an? Ini Makna dan Keistimewaannya
Asal Usul Nama Surat...
Asal Usul Nama Surat Al-Baqarah: Kisah Sapi Betina yang Mengungkap Misteri Pembunuhan
Ayat-ayat Istimewa Surat...
Ayat-ayat Istimewa Surat Al Baqarah : Mengapa Ayat 255 Disebut Ayat Kursi?
Infografis
Berjasa dalam Penemuan...
Berjasa dalam Penemuan Obat Kanker, 3 Ilmuwan Meraih Nobel Kimia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved