Wisata dalam Pemahaman Ibadah, Begini Penjelasannya
Selasa, 11 Januari 2022 - 09:31 WIB
loading...
A
A
A
Rasulullah mengaitkan wisata dengan tujuan yang agung dan mulia, yaitu untuk berjihad sebagai bagian dari beribadah kepada Allah Subhanahu wa ta'ala.
2. Tujuan mulia untuk mendapatkan ilmu dan pengetahuan.
Pada permulaan Islam, telah ada perjalanan sangat agung dengan tujuan mencari ilmu dan menyebarkannya. Sampai Al-Khatib al-Baghdady menulis kitab yang terkenal Ar-Rihlah Fi Thalabil Hadits, di dalamnya beliau mengumpulkan kisah orang yang melakukan perjalanan hanya untuk mendapatkan dan mencari satu hadis saja. Maka, kita pun bisa berwisata dengan tujuan untuk menuntut ilmu.
3. Tujuan wisata untuk berdakwah, menyampaikan kebenaran Islam
Itulah tugas para Nabi dan Rasul, dan dilanjutkan para sahabatnya yang telah menyebar ke berbagai penjuru dunia untuk mengajarkan Islam kepada manusia. Maka, tugas itu pun dilanjutkan oleh umat-umat setelahnya.
4. Tujuan wisata untuk tadabur alam, merenungkan keindahan alam ciptaan Allah SWT
Tadabur alam bertujuan untuk menguatkan keimanan kepada Allah dan memotivasi kita untuk memperbanyak ibadah kepada-Nya.
Allah Ta'ala berfirman:
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal.” (QS Ali Imran : 3)
Demikianlah Islam telah menetapkan bagaimana berwisata bisa meraih berbagai tujuan mulia. Berwisata juga untuk mengantarkan takwa kepada Allah SWT. Intinya, wisata tidaklah dilarang hanya saja Islam juga mengatur bagaimana agar wisata ini tetap dalam koridor syariat , tetap menjaga takwa baik selama di perjalanan maupun saat di tempat wisata.
Baca juga: Jangan Disepelekan, Berdoa Setelah Wudhu Bisa Membuka Pintu Surga
Wallahu A'lam
2. Tujuan mulia untuk mendapatkan ilmu dan pengetahuan.
Pada permulaan Islam, telah ada perjalanan sangat agung dengan tujuan mencari ilmu dan menyebarkannya. Sampai Al-Khatib al-Baghdady menulis kitab yang terkenal Ar-Rihlah Fi Thalabil Hadits, di dalamnya beliau mengumpulkan kisah orang yang melakukan perjalanan hanya untuk mendapatkan dan mencari satu hadis saja. Maka, kita pun bisa berwisata dengan tujuan untuk menuntut ilmu.
3. Tujuan wisata untuk berdakwah, menyampaikan kebenaran Islam
Itulah tugas para Nabi dan Rasul, dan dilanjutkan para sahabatnya yang telah menyebar ke berbagai penjuru dunia untuk mengajarkan Islam kepada manusia. Maka, tugas itu pun dilanjutkan oleh umat-umat setelahnya.
4. Tujuan wisata untuk tadabur alam, merenungkan keindahan alam ciptaan Allah SWT
Tadabur alam bertujuan untuk menguatkan keimanan kepada Allah dan memotivasi kita untuk memperbanyak ibadah kepada-Nya.
Allah Ta'ala berfirman:
اِنَّ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَاخْتِلَافِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَاٰيٰتٍ لِّاُولِى الْاَلْبَابِۙ
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal.” (QS Ali Imran : 3)
Demikianlah Islam telah menetapkan bagaimana berwisata bisa meraih berbagai tujuan mulia. Berwisata juga untuk mengantarkan takwa kepada Allah SWT. Intinya, wisata tidaklah dilarang hanya saja Islam juga mengatur bagaimana agar wisata ini tetap dalam koridor syariat , tetap menjaga takwa baik selama di perjalanan maupun saat di tempat wisata.
Baca juga: Jangan Disepelekan, Berdoa Setelah Wudhu Bisa Membuka Pintu Surga
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :