Belajar dari Imam Al-Auza'i Menolak Gratifikasi, Berikut Kisahnya
Rabu, 12 Januari 2022 - 21:38 WIB
loading...
A
A
A
"Oh iya, apa yang bisa saya bantu?" sela Al-Auza'i menyambut baik permintaan sang Nasrani itu.
"Nah, saya minta tolong kepada bapak untuk menulis dan mengirimkannya kepada khalifah," pinta sang Nasrani.
"Lantas, madu ini untuk apa?" ujar Al-Auza'i sambil menunjuk madu yang dibawa sang Nasrani.
"Oh ini madu untuk Anda pak, sengaja saya membawa ini dari rumah pak."
إن شئت رددت الجرة وكتبت لك, وإلا قبلت الجرة ولم أكتب لك
"Tidak perlu repot-repot, kalau Anda ingin memberi hadiah kepada saya maka akan daya terima madu itu, tapi saya tidak akan membantu Anda. Jika Anda membawa kembali madu itu ke rumah, maka saya akan membantu mengirimkan surat yang Anda minta."
Tamu Nasrani itu hanya tertegun melihat sikap Al-Auza'i yang begitu tegas menolak pemberian yang ia berikan. "Oh begitu ya sudah Pak terima kasih."
Al-Auza'i pun menulis surat sesuai permintaan Nasrani itu. Bahkan ia juga memberi Nasrani tersebut dengan 40 Dinar.
Begitulah teladan para ulama dalam membantu orang lain tanpa pandang bulu. Sekalipun dalam kisah ini sang Nasrani terlihat tulus memberi hadiah, tetapi karena kehati-hatian Imam Al-Auza'i akan suap (gratifikasi), beliau pun menolaknya. Semoga kisah ini menginpirasi kita.
Baca Juga: Kisah Inspiratif: Abaikan Pembesar, Sang Qadhi Pilih Menantu yang Jujur
"Nah, saya minta tolong kepada bapak untuk menulis dan mengirimkannya kepada khalifah," pinta sang Nasrani.
"Lantas, madu ini untuk apa?" ujar Al-Auza'i sambil menunjuk madu yang dibawa sang Nasrani.
"Oh ini madu untuk Anda pak, sengaja saya membawa ini dari rumah pak."
إن شئت رددت الجرة وكتبت لك, وإلا قبلت الجرة ولم أكتب لك
"Tidak perlu repot-repot, kalau Anda ingin memberi hadiah kepada saya maka akan daya terima madu itu, tapi saya tidak akan membantu Anda. Jika Anda membawa kembali madu itu ke rumah, maka saya akan membantu mengirimkan surat yang Anda minta."
Tamu Nasrani itu hanya tertegun melihat sikap Al-Auza'i yang begitu tegas menolak pemberian yang ia berikan. "Oh begitu ya sudah Pak terima kasih."
Al-Auza'i pun menulis surat sesuai permintaan Nasrani itu. Bahkan ia juga memberi Nasrani tersebut dengan 40 Dinar.
Begitulah teladan para ulama dalam membantu orang lain tanpa pandang bulu. Sekalipun dalam kisah ini sang Nasrani terlihat tulus memberi hadiah, tetapi karena kehati-hatian Imam Al-Auza'i akan suap (gratifikasi), beliau pun menolaknya. Semoga kisah ini menginpirasi kita.
Baca Juga: Kisah Inspiratif: Abaikan Pembesar, Sang Qadhi Pilih Menantu yang Jujur
(rhs)
Lihat Juga :