Kisah 10 Khawarij Kembali ke Islam Setelah Mendengar Jawaban Khalifah Ali

loading...
Kisah 10 Khawarij Kembali ke Islam Setelah Mendengar Jawaban Khalifah Ali
Kecerdasan Khalifah Ali bin Abi Thalib benar-benar tak tertandingi hingga Rasulullah memuji beliau seperti gerbangya kota ilmu. Foto ilustrasi/ist
Kisah Khalifah Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu dengan 10 orang Khawarij yang kembali ke Islam dapat kita petik pelajaran betapa ilmu dan kebijaksanaan dapat meluluhkan seseorang. Kisah ini diceritakan oleh Syekh Muhammad bin Abu Bakar Ushfury dalam Dalam Kitab Al-Mawaizh Al-Usfuriyah.

Khawarij (خوارج) secara harfiah berarti "Mereka yang keluar". Yaitu sebuah kelompok yang awalnya mengakui kekuasaan Ali bin Abi Thalib lalu menolaknya. Disebut Khowarij disebabkan karena keluarnya mereka dari dinul Islam dan pemimpin kaum muslimin.

Awal keluarnya mereka dari pemimpin kaum muslimin yaitu pada zaman khalifah Ali bin Abi Thalib ketika terjadi (musyawarah) dua utusan. Mereka berkumpul di suatu tempat yang disebut Khoruro (satu tempat di daerah Kufah). Oleh sebab itulah mereka juga disebut Al-Khoruriyyah. Kaum Khawarij sering menggunakan kekerasan dan pertumpahan darah demi memuluskan misi dan tujuannya.

Sumber lain menyebutkan, Khawarij adalah pengikut Khalifah Ali yang keluar meninggalkan barisan karena ketidaksepakatan terhadap keputusan Ali yang menerima tahkim (Arbitrase) dalam perang Shiffin pada tahun 37 H (648) Masehi dengan kelompok Muawiyah bin Abu Sufyan terkait masalah khalifah.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallama pernah bersabda:

أَنَا مَدِيْنَةُ الْعِلْمِ وَعَلِيٌّ بَابُهَا

"Aku adalah kota ilmu. Sedangkan Ali adalah pintu kota ilmu itu."

Ketika kaum Khawarij mendengar hadis ini, mereka iri hati dengan Khalifah Ali. Kemudian 10 orang hebat dari mereka berkumpul dan berdiskusi. "Kita akan menanyai Ali satu pertanyaan yang sama dan kita akan lihat bagaimana ia menjawabnya. Apabila ia menjawab pertanyaan kita dengan jawaban berbeda-beda maka kita tahu kalau ia benar-benar orang 'alim seperti yang disabdakan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallama."

1. Jawaban Pertama
Kemudian orang pertama mendatangi Ali radhiyallahu 'anhu dan bertanya: "Hai Ali! Manakah yang lebih utama antara ilmu dan harta?""lmu adalah lebih utama daripada harta," jawab Ali. "Apa buktinya?" tanya orang pertama. Ali menjelaskan, "Ilmu adalah warisan para Nabi. Sedangkan Harta adalah warisan Qorun, Syaddad, Fir'aun dan lain-lainnya." Kemudian orang pertama kembali menemui teman-temannya dan melaporkan jawaban.

2. Jawaban Kedua
Kemudian orang kedua mendatangi Ali radhiyallahu 'anhu dan bertanya: "Hai Ali! Manakah yang lebih utama antara ilmu dan harta?" "Ilmu adalah lebih utama daripada harta," jawab Ali. "Apa buktinya?" tanya orang kedua. Ali menjelaskan: "Ilmu akan menjagamu, sedangkan kamu adalah yang menjaga harta." Kemudian orang kedua kembali dengan membawa jawaban ini.
halaman ke-1
cover top ayah
اَفَلَا يَتَدَبَّرُوۡنَ الۡقُرۡاٰنَ اَمۡ عَلٰى قُلُوۡبٍ اَ قۡفَالُهَا
Tidakkah mereka menghayati Al-Qur'an ataukah hati mereka sudah terkunci?

(QS. Muhammad:24)
cover bottom ayah
preload video