Selain Abrahah, Berikut Upaya Penaklukan Mekkah dan Pemindahan Kakbah
Minggu, 16 Januari 2022 - 16:48 WIB
loading...
A
A
A
Dia pun keluar menuju Mekkah hingga sampai ke sebuah kebun kurma serta mengusir penduduk dan merampok orang-orang yang melintas.
Dia takut untuk masuk ke Mekkah. Ketika suku Quraisy, kabilah-kabilah Kinanah, Asad, Judzam dan Bani Mudhar, melihat hal itu, mereka keluar menghadapi Hissan. Adapun pemimpin kaum ketika itu adalah Fihr bin Malik.
Pertempuran dahsyat pun berkecamuk di antara mereka. Himyar kalah dan Hissan bin Abdu Kilal Sang Raja Himyar ditawan oleh al-Harits bin Fihr.
Dalam pertempuran tersebut banyak orang terbunuh, di antaranya Ibnu Ibnari Qais bin Ghalib bin Fihr. Hissan sendiri ditawan oleh mereka selama kurang lebih tiga tahun, hingga ada orang Himyar yang menebusnya. Sayangnya, setelah bebas, dia mati dalam perjalanan menuju Yaman.
Baca juga: Ada yang Berpendapat Nabi Lahir Jauh Sebelum Abrahah Menyerang Ka’bah
Empat Raja
Selanjutnya, menurut Jawwad Ali lagi, para ahli sejarah mengungkap kisah lain yang senada dengan redaksi berbeda. Ringkasnya, empat raja dan saudara perempuan mereka, Abdha'ah, dilaknat oleh Nabi Muhammad.
Ahli sejarah tidak menyebutkan nama keempat raja tersebut. Hal itu karena mereka hendak memindahkan Hajar Aswad ke Shana'a demi memutus rantai perjalanan haji orang Arab dan mengalihkannya dari Baitul Haram ke Shana'a sehingga mereka bergerak menuju Mekkah.
Kinanah pun berkumpul menghadap Fihr bin Malik bin an-Nadhr, Selanjutnya, mereka menghadang keempat raja tersebut dan menyerang mereka.
Dalam peperangan itu, Haritsah, salah satu anak Fihr, tewas. Sementara tiga dari empat raja tersebut terbunuh. Adapun yang satunya dirawan oleh Fihr bin Malik hingga menemui ajal. Ahli sejarah meyakini, Abdha'ah adalah sosok yang dikenal dengan nama al-Angagir yang menjadi raja setelah keempat saudaranya tewas.
Sayang, Jawwad Ali tidak menyebut waktu penaklukan dan upaya menganggu Kakbah tersebut. ""Hingga saat ini, saya tidak memiliki sumber-sumber jahiliyah terkait dengan sejarah Mekkah sebelum masa Qushay bin Kilab dan sebelum terbentuknya suku Quraisy," tuturnya.
Baca juga: Yaman Pra-Islam: Abrahah dan Pembantaian 20.000 Umat Nasrani
Dia takut untuk masuk ke Mekkah. Ketika suku Quraisy, kabilah-kabilah Kinanah, Asad, Judzam dan Bani Mudhar, melihat hal itu, mereka keluar menghadapi Hissan. Adapun pemimpin kaum ketika itu adalah Fihr bin Malik.
Pertempuran dahsyat pun berkecamuk di antara mereka. Himyar kalah dan Hissan bin Abdu Kilal Sang Raja Himyar ditawan oleh al-Harits bin Fihr.
Dalam pertempuran tersebut banyak orang terbunuh, di antaranya Ibnu Ibnari Qais bin Ghalib bin Fihr. Hissan sendiri ditawan oleh mereka selama kurang lebih tiga tahun, hingga ada orang Himyar yang menebusnya. Sayangnya, setelah bebas, dia mati dalam perjalanan menuju Yaman.
Baca juga: Ada yang Berpendapat Nabi Lahir Jauh Sebelum Abrahah Menyerang Ka’bah
Empat Raja
Selanjutnya, menurut Jawwad Ali lagi, para ahli sejarah mengungkap kisah lain yang senada dengan redaksi berbeda. Ringkasnya, empat raja dan saudara perempuan mereka, Abdha'ah, dilaknat oleh Nabi Muhammad.
Ahli sejarah tidak menyebutkan nama keempat raja tersebut. Hal itu karena mereka hendak memindahkan Hajar Aswad ke Shana'a demi memutus rantai perjalanan haji orang Arab dan mengalihkannya dari Baitul Haram ke Shana'a sehingga mereka bergerak menuju Mekkah.
Kinanah pun berkumpul menghadap Fihr bin Malik bin an-Nadhr, Selanjutnya, mereka menghadang keempat raja tersebut dan menyerang mereka.
Dalam peperangan itu, Haritsah, salah satu anak Fihr, tewas. Sementara tiga dari empat raja tersebut terbunuh. Adapun yang satunya dirawan oleh Fihr bin Malik hingga menemui ajal. Ahli sejarah meyakini, Abdha'ah adalah sosok yang dikenal dengan nama al-Angagir yang menjadi raja setelah keempat saudaranya tewas.
Sayang, Jawwad Ali tidak menyebut waktu penaklukan dan upaya menganggu Kakbah tersebut. ""Hingga saat ini, saya tidak memiliki sumber-sumber jahiliyah terkait dengan sejarah Mekkah sebelum masa Qushay bin Kilab dan sebelum terbentuknya suku Quraisy," tuturnya.
Baca juga: Yaman Pra-Islam: Abrahah dan Pembantaian 20.000 Umat Nasrani
(mhy)
Lihat Juga :