Maulid Nabi

Ada yang Berpendapat Nabi Lahir Jauh Sebelum Abrahah Menyerang Ka’bah

loading...
Ada yang Berpendapat Nabi Lahir Jauh Sebelum Abrahah Menyerang Ka’bah
Pasukan Abrahah. Foto/Ilustrasi/Ist
NABI Muhammad SAW lahir ketika ayahnya, Abdullah sudah tiada. Alkisah,pada saat ibunda Aminah sedang hamil, ayahanda Abdullah meninggalkan sang istri tercinta untuk berdagang ke Suriah. Ia juga pergi ke Gaza. Kemudian singgah ke tempat saudara-saudara ibunya di Madinah sekadar beristirahat sesudah merasa letih selama dalam perjalanan.

Muhammad Husain Haekal dalam Sejarah Hidup Muhammad menceritakan saat Abdullah akan kembali pulang dengan kafilah ke Makkah tiba-tiba ia menderita sakit. Kawan-kawannya pun pulang lebih dulu meninggalkan Abdullah di rumah saudaranya di Madinah. (Baca juga: Kisah Nazar Abdul Muthalib Menyembelih Anaknya)

Begitu mendengar putranya sakit, Abdul-Muthalib mengutus Harith- anaknya yang sulung – untuk menjemput Abdullah ke Madinah. Tetapi sesampainya di Madinah ia menerima kabar duka bahwa Abdullah sudah meninggal dan sudah dikuburkan pula. Abdullah meninggal sebulan sesudah kafilahnya berangkat ke Makkah.

Kembalilah Harith kepada keluarganya dengan membawa perasaan pilu atas kematian adiknya itu. Rasa duka dan sedih menimpa hati Abdul-Muthalib, menimpa hati Aminah, karena ia kehilangan seorang suami yang selama ini menjadi harapan kebahagiaan hidupnya. (Baca juga: Kisah Penyerangan Ka'bah: Abrahah Binasa oleh Virus Mematikan)



Abdullah mewariskan lima ekor unta, sekelompok ternak kambing dan seorang budak perempuan, yaitu Umm Ayman - yang kemudian menjadi pengasuh Nabi.

Tak lama kemudian, Aminah melahirkan seorang anak laki-laki. Abdul Muthalib menyambut kelahiran cucunya itu dengan gembira. Ia menganggap ini sebagai pengganti Abdullah, anaknya. Diangkatnya bayi itu lalu dibawanya ke Ka'bah. Ia diberi nama Muhammad. Nama ini tidak umum di kalangan orang Arab tapi cukup dikenal. (Baca juga: Ka'bah: Kisah Paganisme Pasca-Nabi Ismail dan Pra-Islam)

Pada hari ketujuh kelahiran Muhammad, Abdul-Muthalib minta disembelihkan unta. Hal ini kemudian dilakukan dengan mengundang makan masyarakat Quraisy.



Setelah mereka mengetahui bahwa anak itu diberi nama Muhammad, mereka bertanya-tanya mengapa ia tidak suka memakai nama nenek moyang. "Kuinginkan dia akan menjadi orang yang Terpuji, bagi Tuhan di langit dan bagi makhlukNya di bumi," jawab Abdul Muthalib. (Baca juga: Islam Turun di Makkah, Benarkah Karena Wilayah Itu Paling Bejat?)
halaman ke-1 dari 3
cover top ayah
وَمِنَ الَّيۡلِ فَاسۡجُدۡ لَهٗ وَسَبِّحۡهُ لَيۡلًا طَوِيۡلًا
Dan pada sebagian dari malam, maka bersujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya pada bagian yang panjang di malam hari.

(QS. Al-Insan:26)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video