Selalu Shalat Malam agar Siaga Menanti Datangnya Kematian

Senin, 24 Januari 2022 - 15:46 WIB
loading...
Selalu Shalat Malam...
Bila ingin melihat sosok muslimah yang selalu menghidupkan malamnya dengan shalat, belajarlah pada Muadzah Al-Adawiyah. Foto ilustrasi/ist
A A A
Bila ingin melihat sosok muslimah yang selalu menghidupkan malamnya dengan shalat, belajarlah pada Mu'adzah Al-Adawiyah. Dia seorang tabi’iyah. Nama lengkapnya Mu’adzah bintu Abdillah Al-’Adawiyyah Al-Bashriyyah rahimahallah. Dikenal sebagai seorang wanita ahli ibadah pada masanya. Tak jarang ia dipanggil Ummu Sahba. Mu’adzah juga dikenal sebagai sosok muslimah yang terpercaya, cerdas, berilmu dan senantiasa beribadah kepada Allah.

Dia mengambil hadis Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam dari ‘Ali bin Abi Thalib, ‘Aisyah Ummul Mukminin, Hisyam bin ‘Amir Al-Anshari, dan Ummu ‘Amr bintu ‘Abdillah bin Az-Zubair. Sederet ulama meriwayatkan hadis darinya.

Dikutip dari buku 'Kisah 101 Tabi'in' dan sumber 'Siyar A’lam an-Nubala’:Adz-Dzahabi', digambarkan bahwa dalam kesehariannya, Mu'adzah rajin melaksanakan shalat malam , sangat gemar membaca Al-Qur’an di waktu subuh hari dengan disaksikan oleh para malaikat. Ia selalu membaca Al-Qur’an di pagi dan sore hari. Hatinya selalu mengalunkan dzikir pada Allah Subhanahu wa ta'ala. Tak ada sesuatu pun yang menyibukkannya dari rutinitas ini hingga hari pernikahannya. Suami Muadzah al-Adawiyyah adalah Shilah bin Asyyam Abu ash-Shahba al-Adawi al-Bashri yang juga merupakan salah seorang tabi’in terhormat, pemimpin teladan, pemilik kemuliaan, zuhud dan rajin beribadah. Kedua suami istri ini adalah lautan ilmu dan fiqh, sikap wara’ dan zuhud.

Baca juga: Cinta Allah yang Diberikan kepada Hamba yang Ahli Tahajud

Pernikahannya menyisakan cerita yang menyentuh hati karena didalamnya ada kebaikan tutur kata yang terpatri dalam kenangan masyarakat saat itu. Dari situ mereka menularkannya kepada orang lain agar senantiasa abadi hingga waktu yang Allah kehendaki. Saat hari pernikahan Mu'adzah al-Adawiyyah, saat ia diserahkan pada suaminya Shilah bin Asyyam, keponakan Shilah datang dan mengajaknya masuk ke kamar kemudian mendandaninya dengan pakaian terbaik lalu mengantarkannya di rumah yang penuh dengan aroma wangi, memancarkan sebaik-baik minyak wangi.

Setelah suami istri itu bersama-sama dalam satu rumah, Shilah mengucapkan salam kepada Muadzah. Kemudian berdiri untuk shalat, lalu Mu'adzah pun berdiri mengikutinya shalat. Keduanya larut dalam shalat. Kaduanya masih shalat hingga tiang-tiang fajar menyongsong keduanya. Subuh datang mengendus, keduanya lupa bahwa mereka berada dalam malam pengantin.

Keesokan harinya, ia didatangi lagi oleh keponakannya untuk memeriksa keadaannya. Akhirnya ia tahu bahwa ia habiskan waktu untuk shalat sampai subuh menampakan dirinya. Ia pun berkata pada pamannya itu,”Wahai pamanku, putri pamanmu telah diserahkan padamu tadi malam. Lalu engkau melaksanakan shalat dan membiarkannya?” Shilah menjawab,”Wahai keponakanku! Sesungguhnya engkau telah memasukan diriku kemarin disebuah rumah yang engkau ingatkan aku pada neraka. Kemudian engkau masukkan aku ke sebuah rumah yang engkau ingatkan aku pada surga. Dan pikiranku itu terus menerus ada pada keduanya hingga keesokan hari.” Dalam suasana seperti ini, Mu'adzah dan suaminya meneruskan kehidupannya dalam rangka mencari keridhaan Allah SWT. Mu'adzah telah melukiskan gambaran hidup tentang ibadah suaminya. Ia berkata,” Abu ash-Shahba’ selalu salat hingga tak mampu datang ke tempat tidurnya kecuali dengan merangkak.” (

Ibnu Syaudzab menceritakan, Muadzah al-Adawiyyah berkata, Shilah tidak pulang dari masjid rumahnya menuju ke tempat tidurnya kecuali dengan merangkak. Ia berdiri hingga tak tegak lagi dalam salat. Lain waktu, Muadzah mengomentari suaminya ketika bersama teman-temannya. ”Apabila Shilah dan teman-temannya bertemu, mereka saling berpelukan satu sama lain.” Ia mengambil teladan dari suaminya dalam hal ibadah hingga ia menjadi salah satu perempuan yang menjadi simbol dalam ibadah. Ia menjadi seorang mukmin yang ikhlas karena Allah. Mu'adzah adalah seorang perempuan yang beriman yang wara’, rajin beribadah dan bersikap zuhud. Ia menghidupkan semua malamnya untuk beribadah, sehingga sifat bijaksananya mengalir dari lisannya seperti aliran telaga yang bening.

Menghidupan Semua Malamnya untuk Shalat

Kata-kata Mu'adzah menunjukan kefasihannya dalam bertutur kata, seni bahasa dan kemapanannya berbicara telah diabadikan. Di antara kata-katanya adalah,” Saya heran kepada mata yang tidur, padahal ia tahu betapa lamanya terpuruk dalam kegelapan kubur.” Perkataannya tak pernah lepas dari nasihat dan peringatan tentang dunia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Hikmah : Perempuan...
Kisah Hikmah : Perempuan yang Sering Menangis karena Allah
Kisah Qarun dalam Al-Quran:...
Kisah Qarun dalam Al-Qur'an: Dari Orang Saleh Menjadi Binasa karena Harta
Kisah Uwais Al-Qarni,...
Kisah Uwais Al-Qarni, Teladan Berbakti kepada Orang Tua yang Dijamin Doanya Mustajab
Kisah Nabi Muhammad...
Kisah Nabi Muhammad SAW Sujud Sangat Lama, Ternyata Ini Penyebabnya
Kisah Hikmah : Tidak...
Kisah Hikmah : Tidak Melakukan Ibadah Haji Tapi Dapat Pahala Haji, Kok Bisa?
Kisah Bulan Zulhijjah...
Kisah Bulan Zulhijjah : Diijabahnya Doa Nabi Zakaria Mendapatkan Keturunan di Umur 90 Tahun
Rekomendasi
Sel kulit Manusia Diklaim...
Sel kulit Manusia Diklaim Diam-diam Berteriak untuk Berkomunikasi
4 Fosil Paling Lengkap...
4 Fosil Paling Lengkap yang Pernah Ditemukan Di Dunia
Teliti Bencana Kebakaran...
Teliti Bencana Kebakaran Hutan, Ilmuwan Temukan Keajaiban pada Pohon
Artikel Terkini
Teladan Rasulullah SAW...
Teladan Rasulullah SAW kepada Tetangga: Akhlak Mulia yang Tetap Relevan hingga Kini
5 Adab Bertetangga dalam...
5 Adab Bertetangga dalam Islam, Lengkap dengan Dalilnya
Orang yang Mengganggu...
Orang yang Mengganggu Tetangganya Bukan Mukmin, Ini Dalil Hadis dan Penjelasan Ulama
Butuh 7 Hari, CQF Bangun...
Butuh 7 Hari, CQF Bangun Masjid Pertama Asmaul Husna di Aceh Tamiang
Kasus Teror Tetangga...
Kasus Teror Tetangga Viral, Begini Hak Tetangga Menurut Al-Qur'an dan Hadis
Mengapa Surat Al-Fatihah...
Mengapa Surat Al-Fatihah Disebut Induk Al-Qur'an? Ini Makna dan Keistimewaannya
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved