Ditanya Baginda, Abu Nawas Malah Ngajak Pejabat Istana di Kandang Gajah

Kamis, 27 Januari 2022 - 08:51 WIB
loading...
Ditanya Baginda, Abu...
Abu Nawas menunjukkan kecerdasannya pada saat dibutuhkan. (Ilustrasi: Ist)
A A A
Sore itu Baginda Raja dan Abu Nawas duduk santai bersama di sudut istana. Di kejauhan sejumlah menteri menyaksikan mereka dengan wajah iri. "Apa hebatnya Abu Nawas, bisa duduk santai dengan Baginda," celetuk salah seorang menteri kepada rekannya.

Sementara Baginda dan Abu Nawas asyik-asyik saja, ngobrol diselingi tawa. "Abu, kenapa pejabat istana tidak suka dengan kamu?" tanya Baginda di sela menyeruput kopinya.

Abu Nawas hanya tersenyum. "Mungkin mereka belum kenal dengan baik siapa hamba," jawab Abu Nawas sekenanya.

"Belum kenal bagaimana?"

"Mereka mengenal sedikit dan itu mungkin yang buruk-buruk saja," ujar Abu Nawas juga sembari menyeruput kopi.

Baca juga: Itik Panggang Berkaki Satu, Hadiah Abu Nawas untuk Baginda

Baginda tidak bisa mengerti dalih Abu Nawas itu. Soalnya, tentang siapa Abu Nawas sudah dijelaskan kepada para pejabat istana. Daftar riwayat hidup Abu Nawas pun mudah diakses pejabat. Ingin kenal seperti apa lagi?

"Saya dengar Baginda mendatangnya gajah dari negeri lain?" tanya Abu Nawas seakan mengalihkan pembicaraan.

"Hei Abu, kamu jangan mengalihkan pembicaraan!" sergah Paduka Raja.

"Tidak yang Mulia, hamba tidak mengalihkan apa-apa," jawab Abu Nawas buru-buru. "Ini ada kaitannya dengan pertanyaan Paduka," jelasnya.

"Apa maksudmu?"

"Apakah semua pejabat istana sudah pernah melihat seperti apa itu gajah?" tanya Abu Nawas.

Baginda berpikir sejenak. "Saya kita belum. Belum semua," jawab Baginda kemudian.

"Bisakah Baginda memanggil beberapa orang yang belum pernah melihat gajah seumur hidupnya?"

Baginda pun memanggil empat orang pejabat istana, termasuk di antaranya adalah seorang menteri. "Apa kalian pernah melihat gajah?" tanya baginda.

"Belum, Baginda..." jawab mereka serentak.

Baginda lalu memandang Abu Nawas. "Boleh mereka melihat gajah itu Baginda?" tanya Abu Nawas.

Baca juga: Baginda Meminta Abu Nawas Mengajari Keledai Membaca

Baginda mengangguk setuju. Para pejabat itu bersama Abu Nawas berjalan menuju kandang gajah dipandu seorang petugas. Gajah itu berada di dalam kandang tak jauh dari istana. Begitu mereka tiba di kandang gajah, Abu Nawas memadamkan lampu sehingga menjadi gelap gulita. Mereka tidak bisa melihat apa pun.

Seorang pejabat menyentuh belalainya, sehingga ia mengira bahwa makhluk ini pasti seperti sebatang pipa. Pejabat kedua menyentuh telinganya dan menyimpulkan bahwa ia adalah kipas.

Selanjutnya, pejabat ketiga memegang kakinya sehingga ia berkesimpulan bahwa gajah itu adalah binatang seperti pilar. Akhirnya pejabat keempat menyentuh punggungnya sehingga ia yakin bahwa ia adalah semacam singgasana.

Selanjutnya, Abu Nawas mengajak para pejabat itu kembali menghadap Baginda. "Coba jelaskan seperti apa gajah itu kepada Baginda," pinta Abu Nawas.

Tidak seorang pun bisa menggambarkan gajah dengan sempurna. Lantaran menyentuh sebagian makhluk itu, maka setiap orang hanya mengacu pada apa yang telah diketahuinya.

"Begitulah, Baginda ..." ujar Abu Nawas tersenyum. "Mereka tidak mengenal gajah dengan benar karena mereka dalam kegelapan dan terburu-buru mengambil kesimpulan."

Baginda mengangguk-angguk. "Ternyata memang butuh waktu dan pikiran yang bening, tanpa sikap iri, untuk mengenal dirimu," ujar Baginda puas. Acara ngopi sore pun berakhir dengan kepuasan di wajah Baginda. "Abu Nawas benar-benar pintar," gumam Baginda penuh kekaguman, begitu Abu Nawas meninggalkan istana.

Baca juga: Doa Al-i’tiraf, Cara Abu Nawas Menipu Tuhan?
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Hikmah : Tidak...
Kisah Hikmah : Tidak Melakukan Ibadah Haji Tapi Dapat Pahala Haji, Kok Bisa?
Kisah Bulan Zulhijjah...
Kisah Bulan Zulhijjah : Diijabahnya Doa Nabi Zakaria Mendapatkan Keturunan di Umur 90 Tahun
Kisah Uwais Al Qarni...
Kisah Uwais Al Qarni : Menggendong Ibunya dari Yaman ke Makkah untuk Melaksanakan Haji
Kisah Hikmah : Laki-laki...
Kisah Hikmah : Laki-laki yang Selamat dari Neraka karena Zikir Laa Ilaaha Illallaah
Kisah Hikmah : Diselamatkan...
Kisah Hikmah : Diselamatkan dari Siksa Kubur karena Fadilah Puasa Syawal
Kisah Hit, Seorang Waria...
Kisah Hit, Seorang Waria yang Hidup di Zaman Nabi SAW
Rekomendasi
Kekayaan Alam Dieksploitasi,...
Kekayaan Alam Dieksploitasi, Suku Pedalaman Amazon Bantai Perusak Hutan
Masya Allah! Inilah...
Masya Allah! Inilah Gunung Pelangi China, Fenomena Alam yang Disebutkan dalam Al-Quran
Laut Stabil, Hasil Riset...
Laut Stabil, Hasil Riset Minta Penduduk Bumi Harus Waspada
Artikel Terkini
Hak Asuh Anak setelah...
Hak Asuh Anak setelah Perceraian : Siapa yang Paling Berhak Menurut Syariat?
Apakah Islam Mengenal...
Apakah Islam Mengenal Harta Gono-gini? Begini Penjelasan Hukum Kepemilikan Suami dan Istri
Nafkah Setelah Cerai...
Nafkah Setelah Cerai dalam Islam: Hak Mantan Istri dan Anak yang Wajib Dipenuhi
Masyarakat Indonesia...
Masyarakat Indonesia Bangun Islamic Centre Pertama dan Terbesar di Melbourne dari Eks Kantor Polisi
Pernikahan Membuka Pintu...
Pernikahan Membuka Pintu Rezeki, Benarkah?
Penasaran dengan Isi...
Penasaran dengan Isi Kakbah yang dijadikan Kiblat Salat? Simak Penjelasannya di Sini!
Infografis
Ilmuwan Umumkan Dugong...
Ilmuwan Umumkan Dugong Telah Punah di China
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved