Peristiwa di Bulan Rajab: Hijrah Muslim ke Habasyah dan Sambutan Ramah Raja Negus yang Kristen
Jum'at, 04 Februari 2022 - 10:25 WIB
loading...
A
A
A
"Ya," jawab Ja'far; lalu ia membacakan Surah Mariam dari pertama sampai pada firman Allah:
"Lalu ia memberi isyarat menunjuk kepadanya. Kata mereka: Bagaimana kami akan bicara dengan anak yang masih muda belia? Dia (Isa) berkata: 'Aku adalah hamba Allah, diberiNya aku Kitab dan dijadikanNya aku seorang nabi. DijadikanNya aku pembawa berkah di mana saja aku berada, dan dipesankanNya kepadaku melakukan sembahyang dan zakat selama hidupku. Dan berbaktilah aku kepada ibuku, bukan dijadikanNya aku orang congkak yang celaka. Bahagialah aku tatkala aku dilahirkan, tatkala aku mati dan tatkala aku hidup kembali!'" ( Qur'an 19 : 29-33)
Sumber Cahaya yang Sama
Setelah mendengar bahwa keterangan itu membenarkan apa yang tersebut dalam Injil, pemuka-pemuka istana itu terkejut: "Kata-kata yang keluar dari sumber yang mengeluarkan kata-kata Yesus Kristus,'" kata mereka.
Najasyi menganggap kata-kata Ja'far itu dan yang dibawa oleh Musa, keluar dari sumber cahaya yang sama. "Tuan-tuan," kata Najasyi, kepada kedua orang utusan Quraisy. "Pergilah. Kami takkan menyerahkan mereka kepada tuan-tuan!"
Keesokan harinya ' Amr bin Ash kembali menghadap Raja dengan mengatakan, bahwa kaum Muslimin mengeluarkan tuduhan yang luar biasa terhadap Isa anak Mariam. "Panggillah mereka dan tanyakan apa yang mereka katakan itu," katanya.
Setelah mereka datang, Ja'far berkata: "Tentang dia pendapat kami seperti yang dikatakan Nabi kami: 'Dia adalah hamba Allah dan UtusanNya, RuhNya dan FirmanNya yang disampaikan kepada Perawan Mariam."
Najasyi lalu mengambil sebatang tongkat dan menggoreskannya di tanah. Dan dengan gembira sekali baginda berkata: "Antara agama tuan-tuan dan agama kami sebenarnya tidak lebih dari garis ini."
Setelah dari kedua belah pihak itu didengarnya, ternyatalah oleh Najasyi, bahwa kaum Muslimin itu mengakui Isa, mengenal adanya Kristen dan menyembah Allah.
Selama di Habasyah itu kaum Muslimin merasa aman dan tenteram. Ketika kemudian disampaikan kepada mereka, bahwa permusuhan pihak Quraisy sudah berangsur reda, mereka lalu kembali ke Mekkah untuk pertama kalinya - dan Nabi Muhammad pun kala itu masih di Mekah.
Akan tetapi, setelah kemudian ternyata, bahwa penduduk Mekkah masih juga mengganggunya dan mengganggu sahabat-sahabatnya, mereka pun kembali lagi ke Abisinia. Mereka terdiri dari 80 orang tanpa wanita dan anak-anak.
Baca juga: Duta Islam Pertama dan Bapak Tauhid, Sukses Membuka Jalan Hijrah Nabi
"Lalu ia memberi isyarat menunjuk kepadanya. Kata mereka: Bagaimana kami akan bicara dengan anak yang masih muda belia? Dia (Isa) berkata: 'Aku adalah hamba Allah, diberiNya aku Kitab dan dijadikanNya aku seorang nabi. DijadikanNya aku pembawa berkah di mana saja aku berada, dan dipesankanNya kepadaku melakukan sembahyang dan zakat selama hidupku. Dan berbaktilah aku kepada ibuku, bukan dijadikanNya aku orang congkak yang celaka. Bahagialah aku tatkala aku dilahirkan, tatkala aku mati dan tatkala aku hidup kembali!'" ( Qur'an 19 : 29-33)
Sumber Cahaya yang Sama
Setelah mendengar bahwa keterangan itu membenarkan apa yang tersebut dalam Injil, pemuka-pemuka istana itu terkejut: "Kata-kata yang keluar dari sumber yang mengeluarkan kata-kata Yesus Kristus,'" kata mereka.
Najasyi menganggap kata-kata Ja'far itu dan yang dibawa oleh Musa, keluar dari sumber cahaya yang sama. "Tuan-tuan," kata Najasyi, kepada kedua orang utusan Quraisy. "Pergilah. Kami takkan menyerahkan mereka kepada tuan-tuan!"
Keesokan harinya ' Amr bin Ash kembali menghadap Raja dengan mengatakan, bahwa kaum Muslimin mengeluarkan tuduhan yang luar biasa terhadap Isa anak Mariam. "Panggillah mereka dan tanyakan apa yang mereka katakan itu," katanya.
Setelah mereka datang, Ja'far berkata: "Tentang dia pendapat kami seperti yang dikatakan Nabi kami: 'Dia adalah hamba Allah dan UtusanNya, RuhNya dan FirmanNya yang disampaikan kepada Perawan Mariam."
Najasyi lalu mengambil sebatang tongkat dan menggoreskannya di tanah. Dan dengan gembira sekali baginda berkata: "Antara agama tuan-tuan dan agama kami sebenarnya tidak lebih dari garis ini."
Setelah dari kedua belah pihak itu didengarnya, ternyatalah oleh Najasyi, bahwa kaum Muslimin itu mengakui Isa, mengenal adanya Kristen dan menyembah Allah.
Selama di Habasyah itu kaum Muslimin merasa aman dan tenteram. Ketika kemudian disampaikan kepada mereka, bahwa permusuhan pihak Quraisy sudah berangsur reda, mereka lalu kembali ke Mekkah untuk pertama kalinya - dan Nabi Muhammad pun kala itu masih di Mekah.
Akan tetapi, setelah kemudian ternyata, bahwa penduduk Mekkah masih juga mengganggunya dan mengganggu sahabat-sahabatnya, mereka pun kembali lagi ke Abisinia. Mereka terdiri dari 80 orang tanpa wanita dan anak-anak.
Baca juga: Duta Islam Pertama dan Bapak Tauhid, Sukses Membuka Jalan Hijrah Nabi
(mhy)
Lihat Juga :