Cara Menghapus Dosa Ghibah Tanpa Harus Meminta Maaf
Sabtu, 05 Februari 2022 - 13:38 WIB
loading...
A
A
A
Kemudian sebutkan kebaikan-kebaikan orang yang dighibahi tadi di majelis yang ia ghibahi. Sebagaimana Fatwa syaikh bin Baz, beliau berkata:
“Engkau sebutkan kebaikan-kebaikan yang engkau ketahui mengenai dirinya sebagai ganti kejelekan yang telah engkau sebutkan.” Baca juga: Tak Melulu Wanita, Para Suami Juga Dianjurkan Berdandan untuk Istrinya
2. Jika ghibah belum tersebar dan belum diketahui oleh saudaranya
Ada dua pendapat ulama:
Pertama: Jika dighibahi terkenal sebagai pemaaf dan baik, maka tetap meminta maaf dan menjelaskan kita telah melakukan ghibah
Kedua: Tidak perlu meminta maaf, tetapi memohonkan ampun untuknya dan menyebut kebaikannya.
Pendapat terkuat adalah pendapat kedua 'tidak perlu' meminta maaf inilah yang dijelaskan oleh syaikh Islam Ibnu Taimiyyah, beliau berkata: “Pendapat terkuat dari dua pendapat adalah tidak perlu memberitahukannya bahwa “aku telah menghibahimu”( AL-Majmu’ Al-Fatawa 3/291, Darul Wafa’, Syamilah)
Dengan alasan, meskipun dia terkenal pemaaaf, jika tahu telah dighibahi bisa jadi ia marah karena beratnya aib pada ghibah tersebut - Akan menimbul perasaan “tidak enak” atau bahkan permusahan - Akan menimbulkan buruk sangka “jangan-jangan ada ghibah lainnya yang ia lakukan” atau “orang ini sering menghibahi aku”.
Baca juga: Sinyal Jodoh dan Rahasia Pasangan Hidup dalam Pandangan Al-Qur'an
Wallahu A'lam
تذكرين بالخير الذي تعرفين منه بدلاً من السوء الذي ذكرتي
“Engkau sebutkan kebaikan-kebaikan yang engkau ketahui mengenai dirinya sebagai ganti kejelekan yang telah engkau sebutkan.” Baca juga: Tak Melulu Wanita, Para Suami Juga Dianjurkan Berdandan untuk Istrinya
2. Jika ghibah belum tersebar dan belum diketahui oleh saudaranya
Ada dua pendapat ulama:
Pertama: Jika dighibahi terkenal sebagai pemaaf dan baik, maka tetap meminta maaf dan menjelaskan kita telah melakukan ghibah
Kedua: Tidak perlu meminta maaf, tetapi memohonkan ampun untuknya dan menyebut kebaikannya.
Pendapat terkuat adalah pendapat kedua 'tidak perlu' meminta maaf inilah yang dijelaskan oleh syaikh Islam Ibnu Taimiyyah, beliau berkata: “Pendapat terkuat dari dua pendapat adalah tidak perlu memberitahukannya bahwa “aku telah menghibahimu”( AL-Majmu’ Al-Fatawa 3/291, Darul Wafa’, Syamilah)
Dengan alasan, meskipun dia terkenal pemaaaf, jika tahu telah dighibahi bisa jadi ia marah karena beratnya aib pada ghibah tersebut - Akan menimbul perasaan “tidak enak” atau bahkan permusahan - Akan menimbulkan buruk sangka “jangan-jangan ada ghibah lainnya yang ia lakukan” atau “orang ini sering menghibahi aku”.
Baca juga: Sinyal Jodoh dan Rahasia Pasangan Hidup dalam Pandangan Al-Qur'an
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :