Cara Menghapus Dosa Ghibah Tanpa Harus Meminta Maaf

Sabtu, 05 Februari 2022 - 13:38 WIB
loading...
Cara Menghapus Dosa...
Cara menghapus dosa ghibah bisa dengan tidak perlu meminta maaf, tetapi harus memohonkan ampun untuk yang dighibahinya dan menyebut kebaikan-kebaikannya. Foto ilustrasi/ist
A A A
Cara menghapus dosa ghibah tanpa harus meminta maaf, memang ada dan dibenarkan dalam Islam. Pendapat ini dikemukakan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam kitabnya 'AL-Majmu’ Al-Fatawa 3/291, Darul Wafa’, Syamilah'. Menurutnya, orang yang berghibah tidak perlu meminta maaf, tetapi memohonkan ampun untuknya dan menyebut kebaikan-kebaikannya. Cara tersebut juga hendaknya dengan syarat-syarat, misalnya Jika ghibah tersebut belum tersebar dan belum diketahui oleh saudaranya.

Ghibah sendiri merupakan salah satu dosa yang tak terampuni sehingga perlu banyak cara untuk benar-benar mendapatkan ampunan dari Allah Subhanahu wa ta'ala. Ghibah tidak selalu dengan ucapan, bisa juga dengan isyarat, misalnya isyarat tangan, kedipan mata atau ekspresi wajah.

Baca juga: Inilah 7 Cara Menghindari Berghibah dan Manfaatnya

Tentang ghibah, perhatikan sabda Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam berikut:

مَنْ كَانَتْ لَهُ مَظْلَمَةٌ لِأَخِيهِ مِنْ عِرْضِهِ أَوْ شَيْءٍ فَلْيَتَحَلَّلْهُ مِنْهُ الْيَوْمَ قَبْلَ أَنْ لَا يَكُونَ دِينَارٌ وَلَا دِرْهَمٌ إِنْ كَانَ لَهُ عَمَلٌ صَالِحٌ أُخِذَ مِنْهُ بِقَدْرِ مَظْلَمَتِهِ وَإِنْ لَمْ تَكُنْ لَهُ حَسَنَاتٌ أُخِذَ مِنْ سَيِّئَاتِ صَاحِبِهِ فَحُمِلَ عَلَيْهِ

“Siapa yang pernah menzalimi saudaranya berupa menodai kehormatan atau mengambil sesuatu yang menjadi miliknya, hendaknya ia meminta kehalalannya dari kezaliman tersebut hari ini. Sebelum tiba hari kiamat yang tidak akan bermanfaat lagi dinar dan dirham. Pada saat itu bila ia mempunyai amal shalih maka akan diambil seukiran kezaliman yang ia perbuat. Bila tidak memiliki amal kebaikan, maka keburukan saudaranya akan diambil kemudian dibebankan kepadanya.” (HR. Bukhari no. 2449)

2 Cara Bertaubat dari Ghibah

Untuk itu, kita harus segera bertaubat dari perbuatan ghibah ini. Sedangkan cara bertaubatnya, Ustadz Raehanul Bahraen, pengasuh muslimafiyah, menjelaskan sebagai berikut:

1. Jika ghibah tersebut sudah tersebar luas dan diketahui oleh saudaranya

Maka cara meminta maafnya adalah langsung kepada saudara yang dighibahinya tersebut. Artinya saudaranya sudah tahu ialah pelaku ghibah tersebut, karena dosa sesama manusia tidak akan terhapus kecuali kita meminta dimaafkan.

Syaikul Islam Ibnu Taimiyyah berkata,

وأما حق المظلوم فلا يسقط بمجرد التوبة

“Adapun hak orang yang didzalimi tidak akan gugur hanya dengan sekedar bertaubat kepada Allah.” (Majmu’ Fatawa (189-18/187)

Kemudian sebutkan kebaikan-kebaikan orang yang dighibahi tadi di majelis yang ia ghibahi. Sebagaimana Fatwa syaikh bin Baz, beliau berkata:

تذكرين بالخير الذي تعرفين منه بدلاً من السوء الذي ذكرتي

“Engkau sebutkan kebaikan-kebaikan yang engkau ketahui mengenai dirinya sebagai ganti kejelekan yang telah engkau sebutkan.” Baca juga: Tak Melulu Wanita, Para Suami Juga Dianjurkan Berdandan untuk Istrinya

2. Jika ghibah belum tersebar dan belum diketahui oleh saudaranya

Ada dua pendapat ulama:

Pertama: Jika dighibahi terkenal sebagai pemaaf dan baik, maka tetap meminta maaf dan menjelaskan kita telah melakukan ghibah

Kedua: Tidak perlu meminta maaf, tetapi memohonkan ampun untuknya dan menyebut kebaikannya.

Pendapat terkuat adalah pendapat kedua 'tidak perlu' meminta maaf inilah yang dijelaskan oleh syaikh Islam Ibnu Taimiyyah, beliau berkata: “Pendapat terkuat dari dua pendapat adalah tidak perlu memberitahukannya bahwa “aku telah menghibahimu”( AL-Majmu’ Al-Fatawa 3/291, Darul Wafa’, Syamilah)

Dengan alasan, meskipun dia terkenal pemaaaf, jika tahu telah dighibahi bisa jadi ia marah karena beratnya aib pada ghibah tersebut - Akan menimbul perasaan “tidak enak” atau bahkan permusahan - Akan menimbulkan buruk sangka “jangan-jangan ada ghibah lainnya yang ia lakukan” atau “orang ini sering menghibahi aku”.

Baca juga: Sinyal Jodoh dan Rahasia Pasangan Hidup dalam Pandangan Al-Qur'an

Wallahu A'lam
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Bahaya Mengumbar Aib...
Bahaya Mengumbar Aib di Media Sosial, Ini Penjelasan Islam Berdasarkan Al-Qur'an
Doa Berbuka Puasa yang...
Doa Berbuka Puasa yang Diajarkan Nabi SAW Ini, Bisa Menghapus Dosa Besar
11 Amalan Sebelum Tidur...
11 Amalan Sebelum Tidur yang Pahalanya Bisa Penghapus Dosa
Apakah Musibah Bisa...
Apakah Musibah Bisa Jadi Penghapus Dosa? Begini Penjelasannya
Bagaimana Cara Menghapus...
Bagaimana Cara Menghapus Dosa Zina? Begini Amalannya!
Suka Bergosip tentang...
Suka Bergosip tentang Selebritas? Ini Hukumnya dalam Islam
Rekomendasi
Fenomena Air Terjun...
Fenomena Air Terjun Berdarah Dikaitkan dengan Piramida di Bawah Antartika
Makna Malam Lailatul...
Makna Malam Lailatul Qadar dari Sudut Pandang Sains
Peneliti Temukan Fakta...
Peneliti Temukan Fakta Mengejutkan Belut Listrik di Hutan Amazon
Artikel Terkini
Kenali 7 Ciri Wanita...
Kenali 7 Ciri Wanita yang Tertipu Fitnah Dajjal di Akhir Zaman
Kumpulan Doa Menghadapi...
Kumpulan Doa Menghadapi Fitnah Akhir Zaman, Kaum Muslim Wajib Tahu
Pesugihan untuk Cepat...
Pesugihan untuk Cepat Kaya, Benarkah Bisa Mendatangkan Rezeki? Ini Penjelasan Islam
Pejabat yang Menyesal...
Pejabat yang Menyesal di Hari Kiamat, Siapa Saja Mereka?
Bolehkah Mengejar Jabatan...
Bolehkah Mengejar Jabatan dalam Islam? Ini Penjelasan Hadis dan Kisah Nabi Yusuf AS
Fitnah Kekuasaan: Bahaya...
Fitnah Kekuasaan: Bahaya Jabatan, Mengejar Dunia yang Tiada Akhir
Infografis
5 Cara Mengobati Radang...
5 Cara Mengobati Radang Amandel Tanpa Operasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved