Memahami Sidratul Muntaha Tempat Terakhir Nabi Ketika Mikraj

Jum'at, 11 Februari 2022 - 09:44 WIB
loading...
Memahami Sidratul Muntaha...
Ustaz Miftah el-Banjary, Dai yang juga pakar ilmu linguistik Arab dan Tafsir Al-Quran asal Banjar Kalimantan Selatan. Foto/Ist
A A A
Tg DR Miftah el-Banjary
Pakar Ilmu Linguistik Arab,
Pimpinan Majelis Dalail Khairat Indonesia-Malaysia

Perjalanan puncak Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam (SAW) dalam misi Mikraj berakhir di Sidratul Muntaha. Secara etimologi "Sidrah" bermakna Daun, sedangkan "Muntaha" bermakna puncak atau penghabisan.

Secara istilah Sidrah Al-Muntaha boleh diibaratkan semacam stasiun akhir yang menjadi tujuan dalam perjalanan Mikraj Nabi. Hal tersebut diungkapkan Nabi dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Ibn Mas'ud: "Perjalananku berhenti di Sidratul Muntaha."

Baca Juga: Mengapa Sandal Rasulullah SAW Diizinkan Menembus Sidratul Muntaha?

Yang kemudian menjadi pertanyaan, di manakah Sidratul Muntaha itu berada? Menurut Hadits Ibnu Mas'ud yang diriwayatkan Imam Muslim, kemudian dikutip oleh Imam As-Suyuthi bahwa Sidratul Muntaha itu terletak di puncak langit ke-6.

Sedangkan menurut hadits riwayat Anas bin Malik yang juga banyak dikutip oleh para ulama menyatakan bahwa Sidratul Muntaha itu terletak di langit ke-7. Demikian hadits ini "Tanaqudh" (paradoks) menurut Imam al-Qurthubi.

Bagi saya memahami hadits ini lebih logis bahwa Sidratul Muntaha di langit ke-6. Alasannya, jika kita hubungkan dengan kisah selanjutnya dimana ketika nantinya baginda Rasulullah SAW menerima perintah kewajiban beban sholat 50 waktu, Nabi Musa berkali-kali meminta keringanan dan pengurangan jumlah bilangan dari 50 menjadi 45 waktu, kemudian 45 menjadi 40. Dari 40 menjadi 35 hingga tersisa kewajiban 5 waktu saja.

Maka dengan demikian, kita akan menemukan "titik temu" bagaimana tingginya intensitas dan frekuensi perjumpaan baginda Rasulullah SAW dengan Nabi Musa yang berjumlah 9 kali pertemuan itu. Sekiranya Sidratul Muntaha itu terletak di langit yang ke-6, sebab memang awal perjumpaan Rasulullah pertama kalinya memang di langit yang ke-6. Dan Nabi Musa memang berada di langit tingkatan ke-6.

Sebaliknya, jika kita pahami bahwa Sidratul Muntaha berada di langit ke-7, maka akan dikesankan pada malam Mi'raj itu Nabi berbolak-balik "turun naik" dari Sidratul Muntaha di langit ke-7, dan selalu "dicegat" Nabi Musa di langit ke-6.

Maka tak mengherankan, para dai seringkali "membumbui" kisah peristiwa pengurangan jumlah bilangan sholat yang terjadi 9 kali itu sebagai perjalanan "bolak-balik" tangga-tangga langit. Padahal, hal tersebut tidaklah terjadi demikian yang mengesankan betapa repot dan sibuknya Nabi demi memenuhi permintaan Nabi Musa.

Bukankah pada malam itu Nabi menjadi tamu istimewa dan spesial bagi penduduk langit serta bagi para Nabi dan Malaikat? Tidaklah mungkin Allah membiarkan tamu-Nya, kekasih-Nya Nabi disibukkan bolak-balik turun naik tangga langit.

Lantas, bagaimana hadits riwayat Anas bin Malik yang menyatakan bahwa Sidratul Muntaha berada di langit ke-7? Apakah shahih? Mana yang benar? Bagaimana menurut pandangan para ulama?

Dalam hal menyikap hadits yang terkesan "tanaqudh" (paradoks) ini, para ulama mengambil jalan tengah dengan menggabungkan dua hadits tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Menelusuri Jejak Kehidupan...
Menelusuri Jejak Kehidupan Rasulullah di Museum Biografi Nabi Muhammad di Makkah
Menjadikan Rasulullah...
Menjadikan Rasulullah SAW sebagai Kiblat Ekonomi Umat
Jejak Sejarah Ibadah...
Jejak Sejarah Ibadah Umrah Rasulullah SAW, Hanya 4 Kali Seumur Hidup
Diplomasi Perang ala...
Diplomasi Perang ala Rasulullah SAW: Strategi Cerdas di Balik Kemenangan
Kumpulan Kisah Nabi...
Kumpulan Kisah Nabi SAW di Bulan Ramadan, Dari Terima Wahyu Al Quran hingga Perintah Segerakan Berbuka Puasa
Masjid Az-Zikra Sentul...
Masjid Az-Zikra Sentul Gelar Zikir Akbar Spesial Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad
Rekomendasi
Lama Dianggap Punah,...
Lama Dianggap Punah, Cumi-cumi Raksasa Terdampar di Pantai Inggris
10 Tsunami Terbesar...
10 Tsunami Terbesar Setinggi Puluhan Meter yang Pernah Terjadi
Siapakah Penemu Sim...
Siapakah Penemu Sim Card Pertama di Dunia? Simak Penjelasannya
Artikel Terkini
Komisi VIII DPR Beri...
Komisi VIII DPR Beri Sinyal Ongkos Haji 2027 Naik
Tata Cara Menguburkan...
Tata Cara Menguburkan Jenazah Sesuai Syariat Islam, Lengkap dari Awal hingga Akhir
Salat Jenazah, Pahala...
Salat Jenazah, Pahala dan Keutamaan 2 Qirath Beserta Bacaan Niat Lengkap
6 Adab Syariyah Mengurus...
6 Adab Syar'iyah Mengurus Orang yang Baru Meninggal Dunia
Mengawetkan Jenazah...
Mengawetkan Jenazah dalam Islam, Bolehkah Dilakukan? Ini Penjelasan Ulama
Hukum Menunda Penguburan...
Hukum Menunda Penguburan Jenazah dalam Islam, Kapan Diperbolehkan?
Infografis
Abu Musa Jabir Bin Hayyan,...
Abu Musa Jabir Bin Hayyan, Ilmuwan Islam di Bidang Kimia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved