Kisah Ketakutan Kaum Quraisy Menyaksikan Kakbah yang Rapuh dan Nyaris Runtuh

Jum'at, 11 Februari 2022 - 18:48 WIB
loading...
A A A
Ternyata, pada keesokan harinya, mereka melihat al Walid masih dalam keadaan sehat dan kembali melanjutkan pekerjaannya tanpa tertimpa apapun.

Melihat hal ini, orang-orang Quraisy pun lantas ikut melibatkan diri untuk memperbaiki Kakbah.

Pada saat merenovasi, orang-orang Quraisy sepakat membagi wilayah yang direnovasi menjadi beberapa bagian dan direnovasi oleh suku-suku tertentu.

Selain itu, mereka juga sepakat untuk melakukan perbaikan Kakbah, dengan syarat menggunakan bahan-bahan bangunan dari sumber yang baik-baik saja. Mereka sepakat untuk tidak menerima sumbangan dari maskawin para pelacur, dari hasil jual beli secara riba, dan dari harta rampasan.

Saat renovasi Kakbah ini, Nabi Muhammad SAW ikut andil bersama paman-pamannya. Dalam sebuah hadits shahih yang diriwayatkan Imam al Bukhari dan Muslim dalam kitab shahih mereka, dari Jabir Radhiyallahu anhu:

لَمَّا بُنِيَتْ الْكَعْبَةُ ذَهَبَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَبَّاسٌ يَنْقُلَانِ الْحِجَارَةَ فَقَالَ عَبَّاسٌ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اجْعَلْ إِزَارَكَ عَلَى رَقَبَتِكَ يَقِيكَ مِنْ الْحِجَارَةِ فَخَرَّ إِلَى الْأَرْضِ وَطَمَحَتْ عَيْنَاهُ إِلَى السَّمَاءِ ثُمَّ أَفَاقَ فَقَالَ إِزَارِي إِزَارِي فَشَدَّ عَلَيْهِ إِزَارَهُ

Ketika Kakbah dibangun (kembali), Rasulullah SAW dan pamannya, al ‘Abbas ikut serta mengangkat batu. Al ‘Abbas berkata kepada Nabi: “Taruhlah sarungmu di atas pundakmu, agar ia menjagamu dari (goresan) batu.” Maka Rasulullah melakukannya. (Namun tiba-tiba) Beliau tersungkur ke tanah (pingsan). Mata Beliau memandang ke langit.

Saat tersadar, beliau berkata : “Sarungku, sarungku!” Maka al Abbas menutupkan sarungnya lagi. [HR Imam Bukhari dalam al Manaqib; dan Imam Muslim, al Haidh, bab al I’tina’ bi Hifzhil Aurat, no. 769].

Hadits ini juga dijadikan sebagai pijakan para ulama untuk membuktikan, bahwa Rasulullah SAW terpelihara dari perbuatan-perbuatan dosa besar sejak sebelum kenabian. Dalilnya adalah hadits di atas. Padahal saat itu, telanjang bukanlah suatu tindakan yang dibenci masyarakat jahiliyah.Bahkan mereka melakukan ibadah thawaf pun dalam keadaan telanjang.

Baca juga: Kisah Amr bin Luhay, Penguasa Kakbah dari Yaman yang Eksportir Patung

Peletakan Hajar Aswad
Masing-masing suku Quraisy merenovasi bagian yang menjadi kewajibannya dengan baik, dan tidak timbul permasalahan. Hingga sampai pada taraf peletakan kembali Hajar Aswad ke tempatnya, masing-masing kabilah berebut dan merasa berhak untuk meletakkannya.

Perdebatan tak bisa dihindari, hampir saja menimbulkan pertikaian dan berkobarnya api peperangan di antara mereka. Bahkan mereka bertekad mempertahankan masalah yang dianggap hak mereka ini sampai titik darah penghabisan.

Dalam keadaan genting ini, Allah Ta’ala mengilhamkan solusi terbaik kepada salah seorang di antara mereka, yaitu Abu Umayyah bin al Mughirah al Makhzumi, ayah Ummu Salamah . Yang akhirnya mereka bersepakat, perlunya seseorang menjadi penengah dalam perselisihan ini.

Siapakah orang yang ditunjuk? Mereka membuat kesepakatan, yang menjadi penengah dalam perselisihan yang sedang mereka hadapi adalah, seseorang yang pertama kali masuk melalui pintu Bani Syaibah (yang sekarang disebut Babussalam). Orang inilah yang nantinya memutuskan perkara mereka.

Kemudian Rasulullah masuk melalui pintu Bani Syaibah. Dalam riwayat Imam Ahmad, mereka mengatakan : “Al Amin, (orang yang terpercaya, maksudnya Muhammad) telah datang kepada kalian,” lalu mereka menceritakan permasalahan yang sedang diperselisihkan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Mengenal Masjid Pertama...
Mengenal Masjid Pertama yang Dibangun di Muka Bumi
Menelusuri Jejak Kehidupan...
Menelusuri Jejak Kehidupan Rasulullah di Museum Biografi Nabi Muhammad di Makkah
Penasaran dengan Isi...
Penasaran dengan Isi Kakbah? Simak Penjelasannya di Sini!
Mengapa Kakbah Menjadi...
Mengapa Kakbah Menjadi Kiblat Umat Islam? Ini Makna Filosofisnya
Inilah Asal-usul Kakbah...
Inilah Asal-usul Kakbah dijadikan Kiblat dan Arah Salat
Sebelum Menjadi Kiblat...
Sebelum Menjadi Kiblat Umat Islam, Kakbah Sudah Dibangun Nabi Adam AS
Rekomendasi
Iran Gunakan Inovasi...
Iran Gunakan Inovasi Penyemaian Awan di Tengah Kemarau Terburuk dalam Sejarah
Amerika Serikat Akan...
Amerika Serikat Akan Diselimuti Gelombang Panas Ekstrem Pekan Ini
5 Potret Gunung Pelangi...
5 Potret Gunung Pelangi di Indonesia yang Punya Pemandangan Indah
Artikel Terkini
5 Perintah Al-Quran...
5 Perintah Al-Qur'an terhadap Anak Yatim, Muslim Wajib Tahu dan Mengamalkannya
Doa Anak Yatim Diyakini...
Doa Anak Yatim Diyakini Mustajab, Benarkah?
Mengapa Anak Yatim Begitu...
Mengapa Anak Yatim Begitu Istimewa di Mata Allah? Ini Penjelasannya
Lebaran Anak Yatim:...
Lebaran Anak Yatim: Antara Dalil, Tradisi, dan Makna Kepedulian Sosial
Kenapa Hari Asyura Dijuluki...
Kenapa Hari Asyura Dijuluki Lebaran Anak Yatim? Begini Sejarahnya di Indonesia
Puasa Tasua 9 Muharram:...
Puasa Tasua 9 Muharram: Dalil, dan Bacaan Niat Lengkap
Infografis
7 Masjid Tua di Jakarta...
7 Masjid Tua di Jakarta yang Ikonik dan Sarat Sejarah Islam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved