Istri-Istri Nabi Cemburu Berat dengan Maria, Umar Ikut Sibuk

Minggu, 14 Juni 2020 - 05:00 WIB
loading...
A A A
2. Sungguh, Allah telah mewajibkan kepadamu membebaskan diri dari sumpahmu; dan Allah adalah pelindungmu dan Dia Maha Mengetahui, Mahabijaksana.

وَاِذۡ اَسَرَّ النَّبِىُّ اِلٰى بَعۡضِ اَزۡوَاجِهٖ حَدِيۡثًا‌ۚ فَلَمَّا نَـبَّاَتۡ بِهٖ وَاَظۡهَرَهُ اللّٰهُ عَلَيۡهِ عَرَّفَ بَعۡضَهٗ وَاَعۡرَضَ عَنۡۢ بَعۡضٍ‌ۚ فَلَمَّا نَـبَّاَهَا بِهٖ قَالَتۡ مَنۡ اَنۡۢبَاَكَ هٰذَا‌ؕ قَالَ نَـبَّاَنِىَ الۡعَلِيۡمُ الۡخَبِیْرُ‏

3. Dan ingatlah ketika secara rahasia Nabi membicarakan suatu peristiwa kepada salah seorang istrinya (Hafsah). Lalu dia menceritakan peristiwa itu (kepada Aisyah) dan Allah memberitahukan peristiwa itu kepadanya (Nabi), lalu (Nabi) memberitahukan (kepada Hafsah) sebagian dan menyembunyikan sebagian yang lain. Maka ketika dia (Nabi) memberitahukan pembicaraan itu kepadanya (Hafsah), dia bertanya, “Siapa yang telah memberitahukan hal ini kepadamu?” Nabi menjawab, “Yang memberitahukan kepadaku adalah Allah Yang Maha Mengetahui, Mahateliti.”

اِنۡ تَتُوۡبَاۤ اِلَى اللّٰهِ فَقَدۡ صَغَتۡ قُلُوۡبُكُمَا‌ۚ وَاِنۡ تَظٰهَرَا عَلَيۡهِ فَاِنَّ اللّٰهَ هُوَ مَوۡلٰٮهُ وَجِبۡرِيۡلُ وَصَالِحُ الۡمُؤۡمِنِيۡنَ‌ۚ وَالۡمَلٰٓٮِٕكَةُ بَعۡدَ ذٰلِكَ ظَهِيۡرٌ

4. Jika kamu berdua bertobat kepada Allah, maka sungguh, hati kamu berdua telah condong (untuk menerima kebenaran); dan jika kamu berdua saling bantu-membantu menyusahkan Nabi, maka sungguh, Allah menjadi pelindungnya dan (juga) Jibril dan orang-orang mukmin yang baik; dan selain itu malaikat-malaikat adalah penolongnya.

عَسٰى رَبُّهٗۤ اِنۡ طَلَّقَكُنَّ اَنۡ يُّبۡدِلَهٗۤ اَزۡوَاجًا خَيۡرًا مِّنۡكُنَّ مُسۡلِمٰتٍ مُّؤۡمِنٰتٍ قٰنِتٰتٍ تٰٓٮِٕبٰتٍ عٰبِدٰتٍ سٰٓٮِٕحٰتٍ ثَيِّبٰتٍ وَّاَبۡكَارًا

5. Jika dia (Nabi) menceraikan kamu, boleh jadi Tuhan akan memberi ganti kepadanya dengan istri-istri yang lebih baik dari kamu, perempuan-perempuan yang patuh, yang beriman, yang taat, yang bertobat, yang beribadah, yang berpuasa, yang janda dan yang perawan.

Sesudah ayat-ayat turun Rasulullah kembali kepada istri-istrinya yang sudah bertobat.

Semua sejarawan mencatat peristiwa ini, yakni bahwa wahyu itu memperkuat pendapat Umar.

Baca juga: Sebelum Kenabian, Sepupu Umar bin Khattab Sudah Berakidah Tauhid

Menurut Sahih, Umar berkata: "Tuhan menyetujui pendapat saya dalam tiga hal. Kata saya: Rasulullah, kita jadikan Maqam Ibrahim tempat salat. Kata saya: Rasulullah, sebaiknya istri-istri Anda itu mengenakan hijab, sebab yang berbicara kepada mereka ada orang yang baik, ada yang jahat."

Maka turun ayat hijab. Tatkala istri-istri Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam berkumpul karena perasaan cemburu, saya berkata kepada mereka: Kalau kamu diceraikan mudah-mudahan Tuhan memberi ganti dengan istri-istri yang lebih baik, maka turun ayat ini."

Baca juga : Khalifah Umar Pecat Khalid bin Walid demi Selamatkan Tauhid Umat

Barangkali turunnya wahyu sesuai dengan pendapat Umar dalam peristiwa-peristiwa itu. Hal itu pula sampai Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berkata: "Allah telah menempatkan kebenaran di lidah dan di hati Umar," atau ia katanya: "Allah telah menentukan kebenaran di lidah Umar apa yang dikatakannya."

Dari sekian banyak peristiwa yang dialami Umar, dari para tawanan Badr, Abdullah bin Ubay, Perjanjian Hudaibiah, ketentuan minuman keras sampai kepada masalah istri-istri Nabi merupakan bukti yang cukup menonjol dan mengungkapkan sebagian kepribadian Umar, yang makin lama terasa makin jelas.

Baca juga: Preman Pasar Ukaz yang Jago Gulat dan Pacuan Kuda Itu Bernama Umar

Dengan segala keberaniannya, keterusterangannya dan kepribadiannya yang begitu menonjol, bukanlah semua itu yang menjadi tujuan kita, juga bukan dengan pendapatnya yang tepat dan pengetahuannya yang luas yang kita inginkan, tetapi yang menjadi tujuan kita dengan semua peristiwa itu hanya untuk menunjukkan betapa besar perhatiannya terhadap segala kepentingan umum yang dihadapinya serta politik bangsanya yang banyak mendapat perhatian itu.

Ia mengurus semua persoalan dan pekerjaan itu dengan disiplin yang tinggi. Segi ini padanya memang lebih menonjol dari yang lain. Itu sebabnya Nabi menyebut dia sebagai wazirnya.

Baca juga: Misteri Umar bin Khattab Saat Ikut Hijrah ke Madinah

Dan bilamana bermusyawarah dengan sahabat-sahabatnya ia menempatkan pendapat Umar sama dengan pendapat yang dikemukakan Abu Bakar, orang pilihan dan sahabat Rasulullah.

Penghargaan kepada Umar di mata semua Muslimin sudah begitu tinggi, padahal dalam banyak peristiwa Nabi sering menentang pendapatnya karena sikap Umar yang begitu bersikukuh sudah melampaui sikap keteguhan hati. Karenanya tidak bertemu dengan sifat-sifat Rasulullah yang mempunyai keteguhan hati dan bijaksana, mempunyai kemampuan dan sifat pemaaf. (Baca juga: Beberapa Kali Umar Berselisih Pendapat dengan Rasulullah ).

(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Doa Umar bin Khattab...
Doa Umar bin Khattab agar Bisa Meninggal di Tanah Suci
Kisah Uwais Al Qarni...
Kisah Uwais Al Qarni : Menggendong Ibunya dari Yaman ke Makkah untuk Melaksanakan Haji
Kisah Sahabat Nabi dari...
Kisah Sahabat Nabi dari Iran : Salman Al Farisi Sempat Menjadi Penjaga Api Agama Majusi
Kisah Khalifah Umar...
Kisah Khalifah Umar bin Khattab yang Ingin Mati Syahid dan Doa-doanya
Kisah Sahabat Nabi :...
Kisah Sahabat Nabi : Debat Sengit Khalifah Abu Bakar dan Umar bin Khattab Tentang Pembangkang Bayar Zakat
Kisah Sahabat Nabi :...
Kisah Sahabat Nabi : Iktikaf Abu Sa’id Al-Khudri Bersama Rasulullah SAW
Rekomendasi
Dataran Tinggi Ontong...
Dataran Tinggi Ontong Java Mengalami Perubahan Besar Akibat Aktivitas Vulkanik
Fenomena Alam Unik,...
Fenomena Alam Unik, Pelangi Berbentuk Mahkota Hiasi Langit Hainan
Elon Musk Yakin Piramida...
Elon Musk Yakin Piramida Mesir Kuno Dibuat oleh Raja Firaun
Artikel Terkini
Siap-siap Memasuki Muharram,...
Siap-siap Memasuki Muharram, Ini 4 Keutamaan Bulan Haram Tersebut!
Lambaian Tangan PPIH...
Lambaian Tangan PPIH Iringi 5.499 Jemaah Haji Gelombang Kedua Tinggalkan Makkah
Pulang Ibadah dari Tanah...
Pulang Ibadah dari Tanah Suci, Bolehkah Memakai Gelar Haji?
Deretan Dalil Kuat Anjuran...
Deretan Dalil Kuat Anjuran 3 Puasa Sunnah di Bulan Muharram
Fakta Sejarah: Hijrah...
Fakta Sejarah: Hijrah Nabi SAW Terjadi di Bulan Rabiul Awal, Bukan Muharram
Jelang Kedatangan Jemaah...
Jelang Kedatangan Jemaah Gelombang Kedua di Madinah, Wamenhaj Minta Petugas Haji Siaga
Infografis
10 Negara Mayoritas...
10 Negara Mayoritas Muslim Tertarik Bergabung dengan BRICS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved