Al-Walid Bin Al-Mughirah, Tradisi Ciptaannya Dilanjutkan Islam Namun 10 Ayat Al-Qur'an Mencela Dirinya
Kamis, 17 Februari 2022 - 18:03 WIB
loading...
A
A
A
Diriwayatkan juga bahwa perkebunannya di Tha'if selalu menghasilkan buah melimpah yang tiada putusnya, baik pada musim panas maupun pada musim dingin. Ketika kafilah dagangnya memasuki Kota Mekkah, unta-unta miliknya yang dipenuhi barang kesulitan memasuki kota karena jumlahnya yang sangat banyak sehingga harus dipencar dari beberapa pintu masuk.
Baca juga: Surat Yasin Ayat 7-8: Nasib Abu Jahal dan Mereka yang Terbelenggu dalam Kekafiran
Selain itu, Al-Walid juga memiliki banyak keturunan. Tercatat, ada tiga belas orang anak laki-laki dan tiga di antaranya kemudian memeluk Islam. Karena itulah, Al-Walid selalu membanggakan dirinya dengan berkata, “Akulah Al-Wahid putra Al-Wahid, tak ada orang Arab yang sebanding denganku.”
Tak hanya itu, dia juga digelari sebagai raihdnah Quraisy (flamboyan Quraisy)' karena popularitasnya di seantero Quraisy. Dia selalu menjadi pusat perhatian serta memiliki banyak pengagum dan pengikut.
Sejak muda, penampilan sehari-harinya dikenal glamor. Dia terbiasa mengenakan pakaian terbaik, lengkap dengan perhiasan terindah yang ada pada masa itu. Bisa dibilang, dia merupakan fashion's trend-setter. Caranya berpakaian menjadi sanjungan dan contoh banyak orang. Sampai-sampai, pada masa itu, ada sebagian orang yang bersumpah dengan pakaian yang dikenakan Al-Walid. Mereka berkata, “Demi baju Al-Walid yang lama dan yang baru!"
Bahkan, dalam sebuat riwayat disebutkan bahwa ketika orang-orang Quraisy hendak memindahkan Hajar Aswad dari tempatnya, mereka membawa batu mulia tersebut dengan meletakkannya di atas kain milik Al-Walid ibn Al-Mughirah. Kemudian, mereka menggotongnya bersama-sama.
Keluarga Bangsawan Terpandang
Lahir dan tumbuh dalam keluarga besar Bani Makhzum, Al-Walid dilimpahi kekayaan dan kemewahan sejak dia membuka mata.
Dalam internal kabilah Quraisy, Bani Makhzum merupakan keluarga terpandang dan disegani. Tak heran bila puak-puak Quraisy lainnya begitu berkeinginan bersemenda dengan perempuan-perempuan dari Bani Makhzum, termasuk para taruna Bani Hasyim.
Di antara faktor yang membuat mereka terpandang adalah karena kekayaan dan sikap kedermawanan yang mereka miliki. Bani Makhzum tercatat sebagai keluarga kaya untuk ukuran orang orang Quraisy. Mereka memiliki simpanan emas dalam ribuan sukatan. Seperti disebutkan sebelumnya, kekayaan mereka tersebar di tanah Hijaz, terutama Mekkah dan Tha'if.
Baca juga: Kisah Turunnya Surat Yasin Ayat 8, Abu Jahal Gagal Celakai Rasulullah
Ketika Perang Badar berkecamuk, Bani Makhzum menyumbang 30 ekor kuda perkasa dan 200 ekor unta untuk pasukan kafir Quraisy. Padahal, keseluruhan kuda Quraisy pada waktu itu hanyalah 70 ekor. Artinya, hampir separuh tunggangan para kesatria itu adalah sumbangan Bani Makhzum. Mereka pula yang berpartisipasi menyuplai logistik dan persenjataan bagi para prajurit yang berangkat ke medan laga.
Baca juga: Surat Yasin Ayat 7-8: Nasib Abu Jahal dan Mereka yang Terbelenggu dalam Kekafiran
Selain itu, Al-Walid juga memiliki banyak keturunan. Tercatat, ada tiga belas orang anak laki-laki dan tiga di antaranya kemudian memeluk Islam. Karena itulah, Al-Walid selalu membanggakan dirinya dengan berkata, “Akulah Al-Wahid putra Al-Wahid, tak ada orang Arab yang sebanding denganku.”
Tak hanya itu, dia juga digelari sebagai raihdnah Quraisy (flamboyan Quraisy)' karena popularitasnya di seantero Quraisy. Dia selalu menjadi pusat perhatian serta memiliki banyak pengagum dan pengikut.
Sejak muda, penampilan sehari-harinya dikenal glamor. Dia terbiasa mengenakan pakaian terbaik, lengkap dengan perhiasan terindah yang ada pada masa itu. Bisa dibilang, dia merupakan fashion's trend-setter. Caranya berpakaian menjadi sanjungan dan contoh banyak orang. Sampai-sampai, pada masa itu, ada sebagian orang yang bersumpah dengan pakaian yang dikenakan Al-Walid. Mereka berkata, “Demi baju Al-Walid yang lama dan yang baru!"
Bahkan, dalam sebuat riwayat disebutkan bahwa ketika orang-orang Quraisy hendak memindahkan Hajar Aswad dari tempatnya, mereka membawa batu mulia tersebut dengan meletakkannya di atas kain milik Al-Walid ibn Al-Mughirah. Kemudian, mereka menggotongnya bersama-sama.
Keluarga Bangsawan Terpandang
Lahir dan tumbuh dalam keluarga besar Bani Makhzum, Al-Walid dilimpahi kekayaan dan kemewahan sejak dia membuka mata.
Dalam internal kabilah Quraisy, Bani Makhzum merupakan keluarga terpandang dan disegani. Tak heran bila puak-puak Quraisy lainnya begitu berkeinginan bersemenda dengan perempuan-perempuan dari Bani Makhzum, termasuk para taruna Bani Hasyim.
Di antara faktor yang membuat mereka terpandang adalah karena kekayaan dan sikap kedermawanan yang mereka miliki. Bani Makhzum tercatat sebagai keluarga kaya untuk ukuran orang orang Quraisy. Mereka memiliki simpanan emas dalam ribuan sukatan. Seperti disebutkan sebelumnya, kekayaan mereka tersebar di tanah Hijaz, terutama Mekkah dan Tha'if.
Baca juga: Kisah Turunnya Surat Yasin Ayat 8, Abu Jahal Gagal Celakai Rasulullah
Ketika Perang Badar berkecamuk, Bani Makhzum menyumbang 30 ekor kuda perkasa dan 200 ekor unta untuk pasukan kafir Quraisy. Padahal, keseluruhan kuda Quraisy pada waktu itu hanyalah 70 ekor. Artinya, hampir separuh tunggangan para kesatria itu adalah sumbangan Bani Makhzum. Mereka pula yang berpartisipasi menyuplai logistik dan persenjataan bagi para prajurit yang berangkat ke medan laga.
Lihat Juga :